Thursday, August 28, 2014

Mengurus kartu ATM yang hilang di Deutsche Bank

Kartu ATM merupakan salah satu barang yang terpenting bagi kita pelajar di Jerman. Namun ada kalanya kartu ATM ini bisa hilang, baik karena keteledoran kita atau hal lain. Tapi jangan panik, dengan langkah-langkah dibawah kamu bisa mengatasi masalah ini:
  1. SEGERA (and I mean SE-GE-RA, ga pake nunggu) laporkan kehilangan kamu ini ke kantor Deutsche Bank terdekat. Bilang bahwa kartu ATM kamu hilang dan minta untuk diblokir. Dengan begini pihak ketiga yang menemukan kartu ATM kamu tidak bisa memakai kartu ini untuk transaksi dan jika mereka memakainya di mesin ATM maka kartu akan "dimakan" oleh mesin ATM.
  2. Minta untuk mengurus pembuatan kartu ATM baru di Deutsche Bank
  3. Kartu ATM dan PIN-Brief (berisi PIN ATM kamu) akan dikirimkan secara terpisah dalam waktu sekitar 1-2 minggu.
  4. Untuk keamanan, setelah berhasil menggunakan ATM dengan PIN ATM dari PIN-Brief, ganti PIN dengan nomor pilihan kamu.
PS: Penggantian kartu ini dikenakan biaya, tanyakan terlebih dahulu berapa biaya yang harus kamu bayar untuk mengeluarkan kartu ATM baru.

1 Year Anniversary: The Rookie Revamp!

Tidak terasa blog ini sudah berumur satu tahun. Terima kasih kepada pembaca yang setia membaca tulisan-tulisan saya dan menuliskan pertanyaan-pertanyaan. Semoga blog ini bisa terus membantu!
Seiring dengan umur 1 tahun blog ini, saya terpikir untuk mengubah desain blog menjadi lebih mudah untuk digunakan. Dari beberapa pertanyaan-pertanyaan saya kira mungkin desain blog yang terlalu simpel (hanya ada postingan tanpa navigasi yang jelas) membuat pembaca bingung untuk menavigasi blog ini. Semoga desain yang baru lebih mudah untuk digunakan :)

Beberapa update dari desain blog yang baru:
  • Halaman depan diganti menjadi halaman Home (bukan post terbaru) yang berisi petunjuk penggunaan blog.
  • Logo The Rookie Advisor yang baru ;)
  • Judul post-post terbaru bisa dilihat di bagian kanan, tanpa harus meng-scroll terlebih dulu setiap post.
  • Ada tombol subscribe to posts dan comments
  • Blog Archives dan Label lebih mudah dilihat

Wie immer, saran, kritik, masukan, dan pertanyaan silakan ditulis dibagian comment dibawah post yang bersangkutan.  Happy Reading!

Terbang ke Jerman (dari Indonesia)

Mengingat jauhnya jarak Indonesia-Jerman tentu satu-satunya metode untuk berangkat ke negara tujuan kuliah kita ini adalah dengan pesawat. Setelah beberapa kali terbang pulang-pergi Jerman-Indonesia ada beberapa info yang bisa saya tulis.

1. Waktu Pembelian Tiket
Salah satu faktor penting bagi kita yang akan terbang pertama kali ke Jerman. Apakah membeli tiket pesawat sebelum atau sesudah mendapat visa? Jawabannya, tergantung! Jika kamu:
  • Membeli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum mendapat visa: maka keuntungannya adalah harga tiket yang dibeli tentunya lebih murah, tapi resikonya adalah pada saat hari H keberangkatan visa belum ada atau visa ditolak. Jadi, pintar-pintarlah menentukan tanggal keberangkatan dan jarak tanggal keberangkatan dengan proses pengajuan visa.
  • Membeli tiket pesawat setelah mendapat visa: opsi yang lebih aman, dengan resiko harga yang tidak bersahabat, apalagi calon mahasiswa biasanya berangkat ke Jerman pada bulan Agustus / September / Oktober (high season).
2. Memilih Maskapai Penerbangan
Ini juga tak kalah penting, karena kita akan menghabiskan waktu sekitar 12 jam di pesawat dan beberapa jam untuk transit. Sejauh pengalaman saya, maskapai penerbangan yang paling diminati adalah maskapai-maskapai penerbangan dari Timur Tengah, karena mereka menawarkan harga yang murah dengan kualitas bintang 5, antara lain Qatar Airways, Etihad, dan Emirates. Dari ketiga maskapai tersebut, saya sendiri lebih prefer Emirates, karena fasilitasnya yang nyaman, makanan yang enak, dan ada fasilitas Rail + Fly (link) dimana dengan membeli tiket pesawat Emirates kamu juga mendapatkan fasilitas untuk naik kereta (termasuk ICE) secara gratis dari tempat kamu ke kota airport tujuan. Untuk harganya, Emirates memang biasanya sedikit lebih mahal (beda sekitar 20-30 Euro) tapi ini juga tidak mutlak, tergantung dengan jam terbang dan tanggal terbang. Selain 3 maskapai diatas, masih banyak lagi airline yang bisa kamu gunakan, seperti KLM, Korean Air, Singapore Airlines, dll. (Bisa dicek di website airline tersebut apakah mereka melayani rute yang kamu inginkan)

3. Memilih Tempat Mendarat
Tidak semua kota di Jerman memiliki bandara. Jikalau ada, tidak semua melayani pesawat terbang jarak-jauh. Hampir semua pesawat jarak jauh akan mendarat di 4 bandara besar di Jerman:
  • Berlin (Tegel Airport)
  • München (Franz Joseph Strauß Airport)
  • Frankfurt (Rhein-Main Internationaler Flughafen)
  • Düsseldorf (Düsseldorf Flughafen)
  • Hamburg (Hamburg Flughafen)
Silakan lihat peta Jerman untuk mengecek, kota tempat tinggal kamu lebih dekat dengan kota mana.

4. Mendapatkan Tiket Murah
Untuk mendapatkan tiket murah, usahakan untuk terbang di masa low season (Januari-Maret, Mei, Juni, November). Kamu bisa mengecek dan membandingkan harga-harga tiket pesawat di skyscanner.com

5. Tiket Student
Bagi pemilik visa student ke Jerman, kebanyakan maskapai penerbangan menawarkan tiket student. Tiket ini biasanya lebih murah dan sebagai student kamu mendapat tambahan bagasi, jadi total bagasi yang diperbolehkan mencapai 40 kg (dari yang biasanya 23-30kg). Namun untuk membeli tiket student kamu harus melakukan reservasi secara langsung, baik dengan telpon atau mendatangi kantor maskapai tersebut, tidak bisa membeli secara online. Caranya:
  1. Cari tahu nomor telpon / alamat kantor ticketing maskapai penerbangan yang dituju
  2. Hubungi bagian reservasi
  3. Tanyakan apakah bisa reservasi student ticket
  4. Bayar biaya tiket dan kirimkan fotokopi / scan visa student kamu
  5. Tiket biasanya akan dikirim lewat fax / email
6. Memilih Jam Terbang
Sejauh pengalaman saya terbang dengan Qatar Airways, Emirates, dan Etihad, ketiga maskapai penerbangan ini menawarkan 2 jam keberangkatan setiap harinya, yaitu pagi/siang dan sore/subuh. Karena saya sendiri tidak tinggal di Jakarta, maka dalam membeli tiket pesawat juga harus saya perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk terbang dari kota asal saya ke Jakarta, kemudian check in lagi ke penerbangan ke Jerman. 
  • Jam terbang pagi/siang hari (dari Jakarta): akan sampai di Jerman pada malam hari. Jadi dari pengalaman saya, maka saya harus terbang pada hari sebelumnya, menginap 1 hari di Jakarta, pagi berangkat ke airport, dan sampai sekitar pukul 10 malam. Biasa harga tiket lebih murah, tapi tidak disarankan bagi yang baru pertama kali berangkat ke Jerman karena transportasi penghubung di Jerman lebih jarang di malam hari (misal, jika harus pindah kota).
  • Jam terbang sore/subuh: akan sampai di Jerman pada siang hari. Jadi saya berangkat dari kota saya pada hari H pagi dengan Garuda Indonesia (agar tidak perlu pindah terminal, karena dengan maskapai lainnya kamu harus pindah dari Terminal 1 / 3 Soekarno Hatta ke Terminal 2 tempat keberangkatan internasional), check in lagi ke tempat check in penerbangan internasional. Sesampainya di Jerman, kamu bisa langsung naik kereta / bus ke kota tujuan, jadi tidak perlu menginap ekstra 1 hari lagi.
Tips: untuk menghindari antrian yang panjang saat check in, jangan lupa untuk terlebih dulu melakukan web check-in paling awal 24 jam sebelum terbang dan print boarding pass. Jadi saat tiba di bandara kamu cukup datang ke counter BAGGAGE DROP, tanpa perlu mengantri untuk check in (antrian di baggage drop biasanya lebih sedikit). Dengan web check-in kamu juga bisa memilih tempat duduk kamu.

Saturday, June 21, 2014

Biaya Hidup di Jerman (khususnya München)

Biaya hidup di Jerman memang beda di setiap kota. Misal di kota bekas Jerman Timur atau Berlin biaya hidupnya tentu lebih murah jika dibandingkan di kota-kota bekas Jerman Barat. Saya banyak mendapat pertanyaan, "München biaya hidupnya mahal banget ya?". Biaya hidup di München yang mahal juga menjadi salah satu alasan yang membuat beberapa mahasiswa mengurungkan niat untuk studi di kota dengan 2 universitas yang termasuk terbaik se-Jerman ini. Di halaman FAQ saya sudah menulis sedikit jawaban tentang topik ini, tapi sekarang saya bakal menulis perincian singkat tentang biaya hidup di München.

Perlu diingat terlebih dahulu: 
  • Biaya ini bisa lebih / kurang setiap bulannya (jadi bukan berarti setiap bulan pasti sebesar itu, ini hanya perkiraan biaya rata-rata
  • Biaya ini adalah biaya hidup saya setiap bulan, jadi bukan berarti semua orang yang tinggal di München mengeluarkan biaya sejumlah ini, bisa jadi jika mereka hidup lebih hemat atau lebih banyak bekerja sambilan pengeluarannya tidak sebanyak ini. Gaya hidup setiap orang berbeda
  • Untuk yang baru pindah ke München biasanya pengeluarannya tentunya lebih banyak karena harus membeli barang-barang kebutuhan lainnya seperti mebel, dll.
Oke, kita mulai dengan pengeluaran terbanyak setiap bulan:

1. Miete / Sewa Apartemen
Pengeluaran wajib yang memakan sebagian besar biaya hidup kita di Jerman. Tinggi rendahnya biaya hidup di Jerman bisa dibilang ditentukan oleh harga sewa apartemen kamu. Salah satu alasan kenapa München dianggap memiliki biaya hidup paling besar adalah karena Miete / harga sewa rata-rata di kota ini memang paling mahal se-Jerman (tapi memang masih termasuk murah dibandingkan kota-kota lain di Eropa seperti Paris, Roma, Zurich). Besarnya Miete juga tergantung dengan tipe tempat tinggal kamu. Berikut biaya sewa rata-rata di München:
  • Studentenwohnheim / Dorm, Privat maupun dari Studentenwerk:
    • Einzelzimmer (WC, Dapur dipakai bersama):     €200 - 275
    • Einzelapartment:                                                   €300 - 350
  • WG (flat share):                                                              €250 - 500
  • Einzelapartment (privat):                                                €300 - 700
Note: untuk WG dan Einzelapartment privat memang range harganya sangat bervariasi, karena ini tergantung dari besar kamar kamu, lokasi Wohnung, dll. Keuntungan dari Studentenwohnheim adalah selain murah, biasanya harga sewa sudah all inclusive, jadi termasuk biaya air, listrik, dan Heizung (di beberapa Studentenwohnheim malah juga termasuk internet). Untuk WG dan Einzelapartment privat, biaya ini biasanya belum termasuk biaya tambahan diatas.

2. Asuransi
Biaya asuransi gesetzlich setiap bulan untuk student, apapun perusahaan asuransinya, sebesar €78. Dengan biaya asuransi ini kamu bisa ke kebanyakan dokter tanpa perlu membayar biaya dokter, hanya membayar biaya obat

3. Makan
Biaya makan ini juga tergantung dari gaya hidup kamu, apakah kamu sering makan di luar atau masak sendiri. Let's say gaya hidup kamu seperti saya, standar-standar saja, tidak terlalu boros tapi juga nggak hemat-hemat amat (makan di luar seminggu sekali, siang makan di Mensa, masak pada hari-hari lainnya), berikut rinciannya:
  • Makan di luar:                                                               €5 - 8
  • Makan di Mensa:                                                          €2 - 4 per hari
  • Belanja:                                                                         €10 - 15 per minggu
Sebagai info: beberapa harga-harga barang kebutuhan sehari-hari di supermarket (jika membeli merk discounter seperti di Aldi / Lidl)
  • Susu:                                                                             € 0.55 / L
  • Telur:                                                                            € 0.99 / 10 butir
  • Roti Tawar:                                                                   € 0.55 
  • Cappucino bubuk:                                                        € 2.49 / 500 gr
  • Nasi:                                                                             € 0.99 / kg
  • Daging Ayam:                                                              € 2.79 / 400 gr
  • Air Mineral:                                                                 € 0.19 / 1,5 L (+ Pfand €0.25)
  • Bir (kaleng):                                                                 € 0.99 / 500 ml
  • Kentang:                                                                       € 0.90 / kg
  • Chicken Nugget:                                                          € 2.79 / 500 gr
  • Shampoo / Sabun                                                         € 1 - 3 
  • Spaghetti:                                                                     € 0.55 / 500 gr
 
4. Pulsa HP & Internet
Kebanyakan student Indonesia menggunakan kartu prabayar, jadi kamu tinggal mengisi pulsa setiap bulannya. Ini memang lebih murah dibandingkan jika menggunakan Vertrag, meskipun kamu hanya mendapat kuota internet terbatas. Tapi kebanyakan handphone sekarang juga dilengkapi fasilitas wifi jadi kamu bisa memakai internet wifi di rumah, tanpa harus memerlukan banyak kuota internet. Rata-rata orang-orang disini menghabiskan sekitar €10 hingga 15 sebulan untuk pulsa prabayar. 
Sedangkan untuk internet, ini juga tergantung dimana kamu tinggal. Jika kamu beruntung mendapatkan tempat di Studentenwohnheim milik pemerintah, maka kamu mendapatkan internet secara gratis (alias sudah termasuk dengan harga sewa). Tetapi jika kamu tidak mendapatkan internet di tempat tinggal kamu, maka kamu perlu mengurus Vertrag internet, biasanya harganya sekitar €15 - 25 sebulan.

5. Lain-Lain
Biaya lain-lain ini maksudnya biaya untuk hiburan, sedikit belanja, biaya tidak terduga, dll. Berikut sedikit rincian contoh biaya lain-lain:
  • Nonton bioskop:                                                            € 5.5 - 8
  • Museum:                                                                        € 3 - 4
  • Wohnheim Party:                                                           € 3
  • Harga Baju di H&M:                                                     € 10 - 20
  • Obat:                                                                              € 6 - 10 

Dalam kasus saya, rincian biaya hidup saya tiap bulan seperti ini:
  • Miete:                                                                            €  254
  • Asuransi:                                                                       €    78
  • Makan di Mensa:                                                           €   60
  • Makan di Luar:                                                              €   30
  • Belanja kebutuhan hidup:                                              €   60
  • Pulsa:                                                                             €   15
  • Internet:                                                                          €  25
  • Lain-Lain:                                                                      €   50
  • Total:                                                                              € 572                                            
Selain biaya bulanan, ada juga biaya hidup yang harus kamu keluarkan per semester atau per 3 bulan, seperti:

1. Biaya Kuliah
Kuliah di Jerman tidak 100% gratis. Biaya kuliah (Studiengebühr) memang sudah dihapus, tapi kamu masih tetap harus membayar sumbangan wajib untuk biaya administrasi dan sebagainya. Untuk di München biaya ini sebesar €111 per semester.

2. Semesterticket
Jika kamu misal punya sepeda, maka kamu tidak perlu membayar semesterticket (di München) tapi jika kamu sering menggunakan transportasi umum untuk kuliah, maka kamu perlu membeli semesterticket sebesar €141 per semester

3. ZHS Membership (optional)
Dengan membership ZHS (Zentral Hochschulsport) kamu bisa memakai sarana olahraga yang dimiliki di universitas secara bebas dalam 1 semester. Saya sendiri memiliki member ZHS untuk renang, biayanya €15 per semester. Untuk olahraga lainnya (selain renang) malah lebih murah lagi, hanya €7,5 per semester.

4. GEZ
GEZ adalah pajak untuk Rundfunk, mencakup radio, laptop, TV, smartphone, dll. Pajak ini jumlahnya €19 per bulan dan dibayar setiap 3 bulan sekali, sejumlah €57. Banyak juga orang yang tidak bayar pajak ini, tapi saya sendiri bayar karena kewajiban membayar sudah dimasukkan ke dalam Mietvertrag.

Total: € 111 + €141 + €15 + (2 * €57) =  €381 per semester

Tentunya ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa biaya hidup di Jerman / München untuk semua orang sebesar ini karena seperti yang sudah saya tulis tadi, saya sendiri tidak terlalu boros tapi juga nggak hemat-hemat amat jadi tentunya ada yang biaya hidupnya lebih kecil ataupun lebih besar dari saya. Biaya hidup saya juga tidak setiap bulan pasti sejumlah ini, karena ada saatnya misal saya mengeluarkan uang lebih (untuk liburan, belanja baju jika musim diskon, beli oleh-oleh jika akan pulang ke Indonesia, dll.) tapi sebagai gambaran saja, dengan modal awal €8.040 di account Deutsche Bank kamu (dengan maksimal pengambilan sekitar €670 per bulan), jumlah itu masih cukup untuk hidup di München.

Apa bisa menutup biaya hidup kamu ini dengan kerja sambilan?
Jika kamu masih Sprachkurs / belajar bahasa, dimana kamu memiliki banyak waktu luang untuk bekerja sambilan, maka mungkin masih bisa, tapi dari pengalaman saya, gaji yang saya dapat dari bekerja sambilan tidak cukup untuk menutupi biaya hidup, karena saya sendiri tidak memiliki banyak waktu untuk bekerja sambilan, terlebih jika memasuki masa-masa ujian. Untuk topik seputar kerja sambilan bisa dilihat di sini

Kerja Sambilan di Jerman

Bisa dibilang ini adalah salah satu topik yang paling sering ditanyakan ke saya. Salah satu keuntungan menjadi pelajar di Jerman adalah kita bisa kerja sambilan selama beberapa hari dalam satu tahun dan ini semua legal. Gaji yang didapat juga tidak sedikit jika dirupiahkan.

Apa mencari kerja sambilan di Jerman susah?
Ini tergantung dari kota dimana kamu tinggal. Biasanya di kota-kota yang lebih besar maka kesempatan kamu untuk mendapatkan kerja lebih banyak. Di München misalnya, banyak sekali lowongan kerja untuk Aushilfe / Student di toko-toko.

Kita bisa bekerja di Jerman sebagai posisi apa saja?
Kebanyakan dari pelajar di Jerman bekerja sebagai Aushilfe atau pekerja sambilan. Aushilfe ini biasanya bekerja sekitar 10 - 20 jam per minggu dan gaji yang didapat maksimal €450 (karena lebih dari ini akan dikenakan wajib pajak). Kamu bisa bekerja di bagian Service (melayani pembeli, mengambil order) seperti di McDonald's, Burger King, KFC, etc. Atau bisa juga di museum, bioskop, perpustakaan, pabrik, hingga asisten peneliti di laboratorium.

Berapa hari kita bisa bekerja di Jerman?
Standarnya untuk student asing kamu dibatasi maksimal 120 hari kerja full time ATAU 240 hari kerja part time. Untuk lebih pastinya bisa kamu lihat di Nebenbestimmungen (Kertas kecil panjang yang kamu terima bersamaan dengan kartu ijin tinggal kamu)

Berapa gaji yang diterima?
Untuk Aushilfe, gajinya dihitung per jam dan tingginya gaji tergantung kota kamu. Misalnya di München, karena biaya hidup cukup tinggi, maka gaji minimal untuk Aushilfe sekitar €8 per jam, tapi di kota lain seperti Berlin sekitar €5 - €7 per jam. Jika gaji kamu tidak melebih €450 maka kamu tidak harus membayar pajak.

Apa saja syarat yang diperlukan untuk mendaftar kerja?
Secara umum syarat yang diperlukan antara lain fotokopi paspor, ijin tinggal, Arbeitserlaubnis (kertas panjang kecil yang kamu dapat bersama dengan kartu ijin tinggal), Immatrikulationsbescheinigung, bukti asuransi. Untuk kamu yang akan bekerja di bagian Gastronomie / makanan, maka kamu perlu Gesundheitszeugnis atau sertifikat kesehatan. Ini bisa dibuat di kantor departemen kesehatan atau di dokter-dokter yang sudah memiliki ijin untuk mengeluarkan ini (Google: Gesundheitszeugnis "nama kota")

Bagaimana mengetahui lowongan kerja yang ada?
Banyak caranya! Bisa melalui internet di kimeta.de, jobmensa.de, dll. Atau melihat di website masing-masing perusahaan, misal: di McDonald's atau KFC selalu ada bagian Karriere dimana akan ditulis lowongan-lowongan di cabang-cabang mereka di Jerman. Atau cukup jalan-jalan ke Hauptbahnhof atau pusat kota kamu, dimana ada banyak toko-toko. Biasanya disana sering ditempel lowongan kerja (misal: Verstärker gesucht! Stellenangebote, etc.)

Apakah kerja part time di Jerman dianjurkan?
Ini juga kembali lagi ke tiap orang masing-masing, bagaimana mereka bisa mengatur waktu. Intinya: jangan lupa, kamu kesini buat belajar bukan buat kerja. Jangan jadikan kerja part time sebagai cara untuk membiayai kuliah / biaya hidup kamu disini (karena nggak akan cukup) tapi jadikan kerja part time sebagai sarana untuk mendapatkan sedikit uang saku, memperbaiki bahasa Jerman kamu, dan memberi pengalaman di dunia kerja. Jika memang kerja part time kamu mengganggu studi kamu, maka kamu juga harus bisa mengambil keputusan untuk berhenti. Selamat belajar sambil bekerja :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...