Tuesday, August 13, 2013

Mengisi Antrag auf Zulassung untuk Pendaftaran Universitas

Seperti yang sudah saya tulis di post ini, ada berbagai macam jenis Antrag auf Zulassung yang diminta oleh universitas. Antrag mana yang diminta oleh universitas, tergantung universitas itu sendiri. Nah, berikut akan saya coba tuliskan cara pengisian Antrag auf Zulassung ini. Antrag yang saya pakai dalam contoh ini adalah Antrag standar dari DAAD. Sebenarnya sih pertanyaan / yang harus diisi di Antrag DAAD dan Antrag lain dari universitas tidak terlalu beda jauh.

Antragnya sendiri bisa didapatkan disini

Sedikit petunjuk sebelum pengisian: Yang disii disini adalah kotak dengan border warna biru. Untuk kotak berwarna abu-abu di sebelah kanan, itu jangan diisi. Ini akan diisi oleh Sachbearbeiter (bagian dari Universitas yang mengurus pendaftaran kamu)

  • Wintersemester / Sommersemester (pilih semester yang akan kamu ikuti)
  • an der (tuliskan nama universitas kamu)
Angaben zum beabsichtigten Studium
  • Studiengang 1. Wahl: Umumnya yang perlu diisi hanyalah 1. Hauptfach oder Kernfach (kotak pertama). Jika misal kamu memilih jurusan yang memang 2 Fächer (double degree) maka isi juga kotak kedua. Saya sendiri hanya mengisi kotak pertama, karena saya hanya berniat melanjutkan studi S1 untuk 1 jurusan saja. Untuk Fachsemester, tulis 1 jika kamu ingin melanjutkan studi mulai dari semester pertama.
  • Angestrebter Studienabschluss in Deutschland: untuk Bachelor dan Master saya rasa cukup jelas. Promotion ini maksudnya Doktor (S3). Sedangkan perlu diperhatikan untuk Staatsexamen, ada beberapa jurusan S1 di Jerman misal Lebensmittelchemie, Medizin, Zahnmedizin, dll. dimana kamu akan harus mengikuti Staatsexamen. Jadi untuk ini pilih Staatsexamen. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Studienabschluss (gelar) yang kamu dapat, coba lihat di website universitas yang akan dituju.
  • Studiengang 2. Wahl: Ini maksudnya jurusan cadangan. Jika kamu tidak diterima di jurusan pertama, maka kamu akan dimasukkan di jurusan kedua. Tapi syaratnya jurusan yang kamu pilih di 2. Wahl ini tidak boleh jurusan yang zulassungsbeschränkt.
 Angaben zur Person (harus ditulis sesuai dengan paspor)
  • Familienname: Nama belakang
  • Vorname und Namenszusätze: Nama depan dan nama tengah
  • Staatsangehörigkeiten: INDONESIEN

Korrespondenzadresse
Alamat ini akan menjadi tujuan dari pengiriman dokumen kamu. Bisa ditulis alamat rumah kamu di Indonesia atau alamat saudara / teman di Jerman yang kamu minta untuk menerima dokumen-dokumen dari Jerman bagi kamu
  • c/o: ini maksudnya nama dari penerima yang dituju (jika akan dikirimkan ke tempat tinggal kamu, maka tulis nama kamu. Jika akan dikirimkan ke orang lain yang kamu tuju, misal sanak saudara atau teman di Jerman, tuliskan nama mereka)
Angaben zur Vorbildung
  • Schulausbildung: 
    • untuk bagian von-bis, cukup tuliskan tahunnya saja. Nanti bisa kamu perjelas dengan bulannya di Lebenslauf kamu. Tuliskan secara rinci riwayat sekolah kamu dari SD hingga SMA.
  • Schulabschlusszeugnis: (untuk SMA di Indonesia berarti Ijazah)
    • Datum: tanggal dibuatnya Ijazah kamu, ini akan tertera di Ijazah. Tulis sesuai apa yang tertera disana. 
    • Originalbezeichnung: Jika Schulabschluss kamu berupa Ijazah, tulis IJAZAH (SMA).
    • Staat: Negara yang mengeluarkan, berarti INDONESIEN
  • Haben Sie eine Hochschulaufnameprüfung gemacht? Ini maksudnya tes masuk universitas (semacam SNMPTN. Jika kamu pernah mengikuti, tulis tanggal tepatnya kamu mengikuti, dan jenis tes yang kamu ikuti. Saya mengosongi bagian ini karena saya tidak pernah mengikutinya
  • Studienkolleg / Feststellungsprüfung. Beberapa hal yang harus diisi di kolom ini antara lain:
    •  Untuk kolom von-bis, tulis bulan dan tahun kamu mengikuti Studienkolleg (tidak perlu di satu kotak, bisa menggunakan kotak berikutnya jika tidak cukup)
    • Di kolom Ihre Angaben, tuliskan Nama Studienkolleg kamu, kota dimana kamu mengikuti Studienkolleg tersebut, kemudian dibawahnya tuliskan tanggal kamu memperoleh Ijazah Feststellungsprüfung (tertera di Ijazah FSP) dan berapa kali kamu mengikuti Feststellungsprüfung.
  • Studium, weiterführende ausbildung, Praktika...: Isilah dengan kegiatan Vorpraktikum / Praktikum (magang) yang pernah kamu lakukan yang sudah selesai. Tuliskan kapan kamu mengikuti kegiatan ini (von-bis), kemudian apa jabatan kamu, di bagian apa kamu melakukannya, nama perusahaan tempat kamu melakukannya. 
  • Tätigkeiten bis zur Antragsstellung: Apa yang kamu lakukan sampai pada saat kamu mengisi Antrag ini, yang relevan dengan universitas. Misalnya: Vorpraktikum yang masih berjalan, les bahasa Jerman, menjadi voluntir di sebuah organisasi, dll.
Sprachkenntnisse
  • Deutschkenntnisse
    • Haben Sie Deutsch gelernt: pastinya, ja.
    • Wenn Ja, wo? Tuliskan kota/negara dimana kamu terakhir belajar bahasa Jerman. Untuk saya, saya menulis Jakarta, Indonesien
    • Welches Niveau? Tingkatan terakhir bahasa Jerman kamu. Untuk lulusan Studienkolleg berarti C1
    • Wie viele Stunden? Karena saya menuliskan C1, saya tuliskan 800 jam. Ini hanya perkiraan saja sih, karena di internet tertulis bahwa lulusan C1 sudah mengikuti pelajaran bahasa Jerman kira-kira 800 jam. Untuk lulusan B1 sekitar 480 jam.
    • Genaue Bezeichnung der Institution: Nama institut / tempat dimana kamu terakhir belajar bahasa Jerman. Ini saya tulis Studienkolleg Indonesien. Bisa juga ditulis misal Goethe Institut Jakarta.
    • Genaue Bezeichnung erworbener Sprachzeugnisse: Ijazah terakhir yang kamu dapatkan. Karena saya lulusan Studienkolleg, maka bukti kemampuan bahasa Jerman saya adalah Feststellungsprüfung. Saya tulis Feststellungsprüfung, Fach Deutsch. Untuk yang lainnya bisa ditulis misal tes DSH-2, testDAF, Goethe Institut C1
    • Ort und Datum des Erwerbs angeben: Tuliskan tempat dan tanggal yang tertera di Ijazah.
    • Untuk kolom-kolom Haben Sie, pilih Ja / Nein. Jika semua kamu isi Nein, maka pilih Ja di Sonstige Nachweise. Pada kotak Genaue Bezeichnung tuliskan lagi Genaue Bezeichnung erworbener Sprachzeugnisse (untuk saya, Feststellungsprüfung, Fach Deutsch)
    • Note, Niveaustufe: Nilai yang tertera pada sertifikat kamu, kemudian tingkatan yang tertera pada sertifikat (apakah B1, B2, atau C1)
    • Befinden Sie sich zur Zeit in einem Deutschkurs, Genaue Bezeichnung der Institution: Jika kamu saat ini masih les bahasa, pilih Ja dan tuliskan tempat lesnya. Jika tidak, cukup pilih Nein.
  • Englischkenntnisse: Jika kamu memang pernah mengikuti tes bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS, tuliskan juga hasilnya dan jangan lupa menyertakan legalisir dari sertifikatnya pada saat pengiriman dokumen. Untuk S1 dimana pelajaran kebanyakan semua dalam bahasa Jerman, tidak perlu menyertakan dokumen ini / mengisi bagian ini jika memang tidak pernah mengikuti.
  • Weiter Sprachkenntnisse: Yang dimaksud disini adalah kemampuan bahasa yang bisa dibuktikan dengan sertifikat. Jadi, misal saya selain bahasa Inggris bisa bahasa Mandarin, tapi karena saya belum pernah mengikuti tes bahasa ini (tidak ada bukti konkret) maka saya tidak melampirkannya dalam formulir. Untuk Note dan Niveaustufe, sesuaikan dengan standar Jerman (Nilai 1-5, Stufe A1 - C2)
Weitere zulassungsrelevante Fragen
  • Studienfinanzierung: Jika kamu mendapatkan beasiswa, pilih Ja pada pertanyaan Erhalten Sie ein Stipendium, tuliskan juga siapa yang memberikan kamu beasiswa. Jika tidak (kuliah dibiayai sendiri), tuliskan "Familie" atau "Eltern" pada Andere Finanzierungsquellen
  • Ist Ihnen...Asylrecht gewährt worden: Nein
  • Kann der beantragte Studiengang im Heimatland studiert werden? Ada tidak jurusan ini di Indonesia. Jika ada pilih Ja, jika tidak Nein. Isi pertanyaan ini dengan jujur. Misal, tidak mungkin kan jika anda menuliskan akan kuliah di jurusan Informatik lalu mengaku bahwa jurusan ini tidak ada di Indonesia?
  • Gehören Sie...Minderheit im Ausland an? Nein
  • Nehmen Sie an einem Austauschprogram mit unserer Hochschule teil? Jika kamu mengikuti program exchange, pilih Ja. Tulis jenis program yang kamu ikuti pada bagian "An Welchem?" dan universitas asal kamu pada bagian "Heimathochschule". Jika tidak, pilih Nein. 
Ablegen dest TestAS
  •  Haben Sie den TestAS abgelegt? Pilih Ja jika kamu pernah mengikuti TestAS. Di pertanyaan selanjutnya, tuliskan hasil TestAS kamu sesuai yang tertera di sertifikat. Sertifikat TestASnya juga harus kamu sertakan pada saat pengiriman aplikasi. Sebagai info: Standardwert maksudnya "Standard Score" dan Prozentrang maksudnya "Percentile Rank". Ini juga ditulis secara jelas di sertifikat.
  • Jika kamu tidak mengikuti TestAS atau kamu mengikuti semacam test IQ yang sejenis, bisa juga disertakan di pertanyaan nomor 7.2, tentunya dengan menyertakan bukti keikutsertaan kamu. 
Andere Bewerbungen
  • Haben Sie sich bereits in früheren Semester an unserer Hochschule beworben? Jika kamu baru pertama kali mendaftar, pilih nein. Jika Ja, tuliskan kapan kamu mendaftar (Wintersemester atau Sommersemester, berikut tahunnya). 
  • Nennen Sie alle weiteren deutschen Hochschulen...haben. Tuliskan 3 universitas lainnya dimana kamu mendaftar saat ini atau yang pernah kamu daftar.
Besondere Gründe für die Wahl der Hochschule
Disini kamu menulis sedikit alasan kenapa kamu ingin mendaftar di universitas ini, semacam versi singkat dari Motivationsschreiben. Tidak perlu terlalu lengkap, asal memenuhi tempat yang ada. Untuk versi yang lebih panjangnya nanti bisa kamu tambahkan di Motivationsschreiben kamu.

Antrag auf Zulassung zur Feststellungsprüfung
  • Beantragen Sie zum kommenden Semester die Aufnahme in ein Studienkolleg...Feststellungsprüfung? Untuk lulusan Studienkolleg atau untuk kamu yang tidak memerlukan Studienkolleg, pilih Nein.
  • Haben Sie bereits an einer Aufnahmeprüfung zum Studienkolleg teilgenommen? Jika kamu lulusan Studienkolleg pastinya pernah mengikuti Aufnahmeprüfung. Pilih "Ja" dan jika kamu mengikuti Prüfung sekali, tulis "1" pada pertanyaan Wie oft. Tuliskan juga tempat dan tanggal kamu mengikuti ujian ini.
Untuk pertanyaan lainnya saya rasa cukup jelas, namun untuk lebih memperjelas berikut saya sertakan contoh Antrag yang diberikan oleh inobis

Friday, July 26, 2013

What to do after Visa Application: Proses Menunggu Visa sampai Keluar

Pada post beberapa waktu lalu (klik di sini) saya telah menuliskan prosedur pembuatan visa. Nah setelah kita mengajukan visa, maka kita masuk ke fase yang menurut saya paling nggak enak, menunggu visa keluar.

Berapa lama proses pengerjaan visa?
Proses pengerjaan visa sendiri sangat berbeda-beda. Ada beberapa teman saya yang mendapat visa hanya dalam waktu 2 minggu atau 3 minggu. Saya sendiri memerlukan waktu 5 minggu untuk mendapatkan visa, padahal saya dan teman-teman sama-sama mengajukan ke kota yang sama, Hannover.

Karena merasa was-was dengan visa yang tidak kunjung keluar, maka saya pun menelepon kedutaan menanyakan status visa saya. Sayangnya jawaban kedutaan kurang memuaskan. Saya hanya disuru menunggu telefon. Pada saat itu saya agak takut ditolak, karena memang proses aplikasi saya agak 'beda'. Oleh petugas loket visa ijazah SMA saya beserta terjemahannya dikembalikan karena menurut petugas tersebut cukup memakai ijazah Studienkolleg dan Zulassung dari Uni Hannover, sementara hampir semua teman saya yang mengajukan visa memerlukan ijazah SMA. 

Apa yang bisa dilakukan jika visa tak kunjung keluar?
Karena penasaran kenapa visa saya membutuhkan waktu yang cukup lama (dibandingkan teman-teman yang lain yang hanya membutuhkan 2-3 minggu) maka saya pun memutuskan untuk mengontak pihak Ausländerbehörde (ABH) Hannover. ABH ini yang memutuskan apakah visa kamu disetujui atau tidak. Pada saat itu saya megirimkan email ke ABH Hannover, yang saya dapat dari website ini. Untuk kota selain hannover bisa kamu cari di Google dengan keyword Ausländerbehörde (kota yang dituju). Email yang saya kirim cukup simpel, seperti ini:

Sehr geehrte(r) Damen und Herren,

mein Name ist Felicia. Ich bin Absolventin des Studienkollegs und werde an der Uni Hannover studieren. Ich habe vor einem Monat ein Visum beantragt. Bis jetzt habe ich leider keine Rückmeldung. Vielleicht wissen Sie, ob mein Antrag Ihnen erreicht hat?

Ich warte auf Ihre Antwort. Vielen Dank für Ihre Aufmerksamkeit.

Mit freundlichen Grüßen,
Felicia

Hanya dalam selang waktu kurang dari 30 menit saya sudah mendapat jawaban dari ABH Hannover yang menanyakan data diri saya (Tanggal lahir, Kewarganegaraan, Kota yang akan dituju di Jerman). Setelah memberikan data ini email saya pun langsung disalurkan ke pihak yang berwenang untuk masalah visa. Beberapa menit kemudian, saya mendapat kejelasan tentang masalah visa saya.

Die deutsche Auslandsvertretung hat Ihren Antrag unter Verschweigefrist ab dem 20.06.13 angekündigt.

Das heißt, dass sie in eigener Zuständigkeit nach Ablauf von 3 Wochen und 2 Arbeitstagen über das Visum entscheiden wird, sofern wir die Verschweigefrist nicht unterbrechen. Die Frist ist von uns nicht unterbrochen worden.

Wir dürfen Sie daher bitten direkt mit der Auslandsvertretung in Kontakt zu treten, da wir in der Visaangelegenheit nicht weiter tätig werden.

Apa maksud dari Verschweigefrist?
Pertama kali membaca ini saya jujur merasa bingung apa yang dimaksud dengan Verschweigefrist dan Versweigefrist nicht unterbrechen.  Setelah melakukan sedikit research di internet, saya baru menemukan jawaban tentang ini. 
Dari sini saya sedikit lebih mengerti tentang proses pengajuan visa. Setelah kamu mengajukan di kedutaan Jerman di Jakarta, maka dokumen kamu akan dikirimkan ke pihak ABH kota yang dituju. Verschweigefrist ini bisa dikatakan sebagai 'period of silence'. Jadi jika selama Verschweigefrist ini pihak ABH di Jerman tidak merespon apa-apa (tidak mengajukan keberatan), maka ini dianggap bahwa pengajuan visa kamu disetujui. 
Dalam kasus saya, dari ABH Hannover mengatakan bahwa mereka tidak mengajukan keberatan selama Verschweigefrist 3 minggu dan 2 hari. Jadi masalah visa yang tidak kunjung keluar disebabkan oleh kedutaan Jerman. Mereka pun menyarankan agar saya menanyakan tentang hal ini ke kedutaan Jerman. 

Sekali lagi saya mengontak kedutaan Jerman, kali ini dengan email untuk memperjelas masalah saya. Saya lampirkan juga jawaban dari ABH Hannover. Akhirnya pihak kedutaan baru memberikan jawaban, bahwa visa saya dalam beberapa 2 hingga 3 hari akan dikirim. Beruntung, setelah 3 hari menunggu akhirnya visa saya bisa keluar juga.

Untuk setiap kota di Jerman saya sendiri kurang tahu apakah Verschweigefristnya sama atau beda, khususnya untuk kota-kota besar yang ramai seperti Berlin, yang menurut banyak orang bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan untuk pengerjaan visa. Namun jika memang sudah merasa menunggu lebih dari 1 bulan dan visa belum kunjung keluar, bisa juga mengontak ABH di kota yang akan dituju untuk menanyakan keadaannya.

 

Friday, July 5, 2013

Mendapatkan Bukti Finansial untuk Visa Studi

Salah satu syarat untuk pengajuan visa studi adalah melampirkan bukti finansial untuk membiayai studi kita selama di Jerman. Ini berupa surat bukti bahwa account pelajar kita di Deutsche Bank sudah diisi uang sebanyak minimal 8.040 Euro. Untuk petunjuk pembukaan account dengan Deutsche Bank klik link ini.

Untuk mendapatkan surat dari Deutsche Bank ini yang perlu dilakukan adalah:
  • Mentransfer uang sebanyak 8.040 Euro. Jumlahnya bisa lebih dari jumlah ini tapi pastinya tidak boleh kurang dari jumlah ini. Perlu diperhatikan bahwa proses transfer antar bank luar negeri biasanya dikenakan biaya administrasi dsb sehingga lebih baik menambahi sedikit jumlah uang yang akan ditransfer. 
  • Setelah mentransfer tulis email ke db.student@db.com yang isinya menyampaikan bahwa kamu sudah mentransfer uang. Contoh email saya seperti ini:
Subject: Bestätigung zur Beantragung des Visums

Sehr geehrte(r) Damen und Herren,

meine Daten:

(disini saya mengisi data-data sebagai berikut:)
(nama), geb. 01.01.01 (tanggal lahir)
Filialnummer
Kontonummer
Bankleitzahl
IBAN
Bank ID Code
(informasi ini bisa didapat dari bukti pembukaan rekening yang dikirimkan oleh Deutsche Bank)

ich habe die Geldsumme ... Euro für die Finanzierung meines Studiums in Deutschland überweisen. Ich brauche einen Nachweis / eine Bestätigung von Ihnen, um das Visum zu beantragen. Wann kann ich die Bestätigung erhalten?

Anbei schicke ich Ihnen den Zahlungsbeleg.

Sertakan juga scan dari bukti transfer kamu.
  • Sekitar 2 hari setelah saya melakukan transfer saya mendapatkan email dari Deutsche Bank, yang berisi bukti bahwa uang yang saya transfer sudah diterima. Bukti ini di print sebanyak 2 lembar dan dibawa untuk mengajukan visa.

Monday, June 24, 2013

Mendaftar ke Universitas Jerman

Setelah mencari informasi tentang jurusan yang diinginkan dan universitas yang akan dituju, langkah selanjutnya adalah mendaftar ke universitas. Kebanyakan calon mahasiswa Indonesia di Jerman mendaftar beberapa universitas sekaligus, sehingga jika ada universitas yang menolak, masih ada cadangan universitas lain. Hal ini khususnya bagi jurusan-jurusan yang memiliki NC (Numerus Clausus) atau yang tempatnya terbatas. Saya sendiri mendaftar ke 9 universitas. Sampai saat tulisan ini dibuat, saya baru diterima di 3 universitas karena pengumuman penerimaan jurusan yang memiliki NC biasanya akhir Juli / awal Agustus. Sangat disarankan untuk paling tidak mendaftar 1 universitas yang tidak memiliki NC (Zulassungsfrei) sehingga bisa langsung mendapatkan Zulassung. Pengalaman saya mendaftar ke jurusan yang Zulassungsfrei, Zulassung langsung keluar begitu pendaftaran saya sudah sampai ke universitas tersebut. Zulassung ini nantinya bisa dipakai untuk mengajukan visa.

Bagaimana langkah-langkah mendaftar?
Berdasarkan pengalaman saya, step by step mendaftar yang saya lakukan yaitu:
  1. Setelah memutuskan jurusan yang diambil, saya browsing di www.studieren.de untuk melihat universitas mana saja yang menawarkan jurusan yang saya inginkan. Selain itu kamu juga bisa meminta brosur DAAD "Degree Courses at German Universities: An Overview by Subject Area, 9th Edition". Brosur ini saya dapatkan dari kantor DAAD di Surabaya. Kamu juga bisa mendownload brosur ini secara online di sini. Di brosur ini tertulis sedikit penjelasan tentang jurusan kamu dan universitas yang menawarkan program ini. 
  2. Setelah saya mencatat universitas yang menawarkan jurusan saya, saya mengunjungi website universitas-universitas ini satu persatu untuk memastikan bahwa jurusan yang saya inginkan masih ditawarkan, karena ada kalanya jurusan yang dimau sudah tidak dibuka lagi (misal karena masih hanya menawarkan gelar Diplom).
  3. Di website ini saya juga mencari informasi tentang Bewerbung dan Zulassung. Di website biasanya terdapat informasi untuk Bewerbung bagi äusländische Studenten, kapan Bewerbung dimulai, bagaimana cara pendaftaran, jika kamu masih ada pertanyaan bisa menanyakan ke Studienberater universitas masing-masing.
  4. Mengisi formulir pendaftaran. Petunjuk pengisian formulir pendaftaran bisa dilihat di sini. Perhatikan juga formulir mana yang diminta oleh universitas, apakah pendaftaran secara online (apa harus membuat account) atau formulir apa yang harus didownload
  5. Mencetak dan menandatangani formulir pendaftaran
  6. Mengumpulkan dokumen-dokumen yang akan dikirim bersama dengan formulir. Jangan lupa untuk mengirim legalisir dokumen dan terjemahannya, jangan mengirimkan dokumen asli karena dokumen ini tidak dikembalikan oleh universitas. Untuk informasi legalisir bisa dilihat di link ini, penerjemahan dokumen di sini, dan dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan bisa dilihat di sini.
  7. Mengirimkan dokumen ke alamat yang benar. Jangan lupa untuk menanyakan ke Studienberater atau melihat di website universitas kemanakah dokumen kamu harus dikirim. Biasanya ke Immatrikulationsamt atau International Office. Alamat pengiriman juga biasanya tercantum di formulir pendaftaran universitas. Jangan mengirim pendaftaran ke Hauptgebäude atau gedung utama universitas karena kebanyakan alamat Hauptgebäude berbeda dengan alamat Immatrikulationsamt / International Office (bahkan kode posnya berbeda). Supaya lebih yakin coba tanyakan ke Studienberater. Ada kalanya alamat ini tidak berupa nama jalan, melainkan Postfach atau P.O Box. Cukup dituliskan saja seperti biasa, nama universitas kemudian International Office kemudian Postfach 1234 (nomor Postfachnya) yang penting ada kode pos dan kota yang dituju. Berdasarkan pengalaman saya mengirim ke alamat tanpa nama jalan (hanya postfach, untuk Uni Bonn dan TU Braunschweig), semua pendaftaran saya sampai ke tempat tujuan dengan tepat waktu. Ini beberapa alamat untuk pendaftaran universitas yang saya pakai. Untuk metode pengiriman menggunakan pos, bisa melihat post ini
  8. Memastikan dokumen kamu sampai dengan cara mengirimkan email ke bagian Immatrikulationsamt, menanyakan apakah pendaftaran yang kamu kirim sudah diterima. Ada kalanya pihak universitas tidak mau menjawab secara personal tentang pendaftaran kamu. Ini tidak masalah, nantinya kamu pun akan tetap mendapatkan email bahwa pendaftaran kamu sudah diterima "Ihr Antrag auf Zulassung ist eingegangen" dan akan diproses.
  9. Menunggu jawaban dari universitas. Jawaban universitas bisa langsung didapat atau bisa memakan waktu yang cukup lama. Pastikan untuk secara rutin mengecek email kamu, mungkin saja misal universitas sudah mengirimkan Zulassung tapi akun kamu email ini masuk dalam folder Junk / Spam. Silakan membaca link ini untuk informasi lebih lanjut.

Update 08. 07. 2013

Ini pengalaman pribadi saya sih, dari 8 universitas yang saya daftar, berikut status pendaftaran saya saat ini:
  1. Universität Hannover - diterima: Chemie
  2. TU Braunschweig - diterima: Chemie
  3. Karlsruher Institut für Technologie - diterima: Chemieingenieurwesen und Verfahrenstechnik
  4. Universität Ulm - diterima: Chemieingenieurwesen
  5. Universität Bonn - diterima: Ernährungs - und Lebensmittelwissenschaften (NC)
  6. RWTH Aachen - diterima: Chemie (NC)
  7. TU München - diterima: Technologie und Biotechnologie der Lebensmittel
  8. TU Berlin - diterima: Lebensmitteltechnologie (NC)
Setelah mendapat Zulassung ke-7 dari München saya memutuskan langsung mengambil tempat di TUM

Thursday, June 20, 2013

Prosedur Pembuatan Visa Studi

  • Membooking jadwal pembuatan visa. Membooking jadwal dilakukan secara online di sini. Perlu diingat bahwa khususnya untuk bulan Mei - Juli / November - Januari banyak sekali mahasiswa yang ingin mengajukan visa (mulai start kuliah Wintersemester Oktober sedangkan Sommersemester Maret) sehingga dianjurkan untuk mengajukan visa minimal 2-3 bulan sebelum keberangkatan / sebelum kuliah dimulai. (khusus untuk Berlin bahkan minimal 3 bulan sebelumnya)  Untuk itu disarankan untuk membooking appointment visa satu bulan sebelumnya. Maksudnya, misal ingin berangkat ke Jerman bulan Agustus untuk kuliah di bulan Oktober, maka mengajukan visa sekitar akhir Mei - Juni, tapi membooking appointment dari bulan Mei. Jika membuat appointment berdekatan dengan hari pengajuan maka dipastikan pada bulan-bulan seperti diatas semua jadwal sudah dibooking orang lain. 
  • Setelah membooking appointment maka kedutaan Jerman akan mengirimkan email yang berisi bukti appointment pembuatan visa. Print email ini dan tunjukkan kepada satpam kedutaan di hari H.
  • Membaca ketentuan-ketentuan pembuatan visa di sini
  • Mendownload formulir visa
  • Mengisi formulir selengkap-lengkapnya dalam bahasa Jerman. Petunjuk pengisian bisa dilihat di tulisan ini  
  • Mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan SEMUA 2 RANGKAP (per dokumen dikopi 2 kali). Daftar dokumen-dokumen yang harus disiapkan bisa dibaca di posting ini.
  • Datang ke kedutaan sesuai jam yang telah tertera di perjanjian.  Kedutaan Jerman letaknya di Bundaran HI, di seberang Hotel Indonesia / Grand Indonesia, persis di sebelah Hotel Mandarin. Bagi yang membawa mobil bisa parkir di Hotel Mandarin dan berjalan keluar ke kedutaan. Perhatian: Bawa barang seperlunya! (HP, dokumen-dokumen tidak perlu membawa tas besar-besar). Sedikit info buat yang mengajukan visa setelah jam makan siang, kedutaan Jerman tutup dari jam 12.00 hingga 13.00 untuk istirahat makan siang. Saya sendiri mengajukan visa tanggal 20 Juni 2013 pukul 13.00 dan akhirnya harus menunggu di luar kedutaan hingga kira-kira pukul 12.45 baru diperbolehkan masuk ke kedutaan.
  • Memberitahukan diri ke satpam kedutaan. Sebelum diperbolehkan masuk maka kamu akan diminta untuk menunjukkan paspor ke satpam. Data di paspor nantinya akan dicocokkan dengan data yang kamu masukkan saat membuat appointment visa (nama, tanggal lahir, nomor paspor). Jika cocok maka kamu baru boleh masuk.
  • Melewati pos pemeriksaan. Di pos pemeriksaan ini kamu diminta mematikan dan menyerahkan semua barang elektronik. Barang-barang kamu akan dimasukkan ke dalam loker di pos pemeriksaan dan kamu akan mendapat pas masuk serta kunci dari loker tersebut.
  • Mendatangi loket visa di lantai dua. Setelah melewati pos pemeriksaan maka langsung saja naik ke lantai dua (di sebelah tangga ada tulisan loket visa, lantai 2). Nantinya setelah kamu masuk ke ruangan untuk pengajuan visa akan ada satu petugas lagi yang akan menanyakan appointment kamu, jika memang sudah terdaftar kamu akan diarahkan ke loket untuk membuat visa. Pada saat saya mengajukan visa, saya diarahkan menuju loket 4 yang memang diperuntukkan untuk membuat residence permit. 
  • Menunggu panggilan. Di dekat loket kamu bisa menunggu di kursi-kursi yang tersedia. Nantinya petugas visa akan memanggil nama kamu dan kamu langsung membawa dokumen-dokumen yang diperlukan. Nah pengalaman saya dan beberapa teman yang juga membuat visa (di hari yang berbeda) ternyata berbeda-beda. Waktu itu saya sudah menyerahkan semua dokumen-dokumen yang diminta, tapi ternyata Ijazah, SKHUN, Rapor Kelas 3 beserta terjemahannya dikembalikan oleh petugas visa, dengan alasan jika sudah memiliki surat undangan (Zulassung) dan ijazah kelulusan Studienkolleg (FSP) maka tidak perlu lagi menyertakan Ijazah SMA. Namun beberapa teman saya juga ada yang Ijazah SMAnya tidak dikembalikan. Jika kamu tidak berdomisili di Jakarta, ada baiknya juga untuk menanyakan apa visa kamu bisa diambil di konsulat kehormatan di kota kamu. Petugas visa waktu itu kebetulan menanyakan saya apakah mau visanya diambil di konsulat di Surabaya, tapi dengan syarat saya harus meninggalkan paspor saya. 
  • Membayar biaya administrasi. Setelah dokumen-dokumen kamu diperiksa oleh petugas visa, maka kamu akan diminta membayar biaya administrasi sebesar 60 Euro, dibayar dalam rupiah sesuai dengan kurs yang ada. Jadi sekitar Rp 800.000,- tergantung kurs yang berlaku pada hari itu. 
  • Memasukkan sidik jari. Kamu akan diminta untuk memasukkan sidik jari, seperti layaknya pembuatan visa pada umumnya. Pastikan jari tidak kotor dan basah / berkeringat. Ada baiknya untuk membawa tisu / sapu tangan untuk mengantisipasi hal ini.
  • Memeriksa ulang formulir visa. Informasi yang sudah kamu tulis di formulir akan dimasukkan ke komputer dan di print. Print out ini nanti akan diberikan ke kamu, beserta dokumen-dokumen yang kamu serahkan, untuk sekali lagi diperiksa. Pada tahap ini bagian-bagian formulir yang kurang atau belum diisi juga akan diberitahu oleh petugas visa. Pada print out yang diberikan oleh kedutaan jika memang data-data yang diketik sudah benar kamu diminta menandatangani print out ini dan memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Setelah semua proses telah selesai, kamu akan diberi bukti pembayaran visa yang bisa kamu pakai untuk mengambil visa kamu saat jadi (Abholnachweis). Petugas visa yang melayani saya mengatakan bahwa proses visa akan memakan waktu sekitar 5-6 minggu, dan visa akan dikirim ke konsulat Surabaya jika sudah jadi.

P.P.S: Ohya, untuk masalah interview, saya sendiri nggak terlalu ditanya macam-macam, hanya tujuan pengajuan visanya apa, kapan selesai Studienkollegnya, dimana Studienkollegnya. Saya juga tidak disuruh mengisi Fragebogen tentang universitas, namun ada teman saya yang disuruh. Menurut saya ini tergantung dari petugas visanya juga.


Update: setelah agak was-was juga, akhirnya tanggal 24 Juli 2013 visa saya selesai, dan 2 hari kemudian dikirimkan ke konsulat kehormatan di Surabaya. Untuk yang tinggal di luar kota dimana ada konsulat kehormatan, bisa juga minta untuk dikirimkan ke konsulat, tapi syaratnya harus menitipkan paspor di kedutaan, dan waktu ambil visa saya diminta bayar biaya 20.000 untuk biaya pengiriman.

Nah, berdasarkan dari pengalaman saya, ada beberapa tips yang bisa saya berikan:
  • Bagi lulusan Studienkolleg: coba untuk menanyakan ke petugas visa apakah ijazah SMA dan terjemahannya perlu disertakan juga. Karena dalam kasus saya, petugas visa malah mengembalikan ijazah SMA, rapor kelas XII, dan SKHUN saya beserta terjemahannya dengan alasan ijazah Feststellungsprüfung dari Studienkolleg dan Zulassung dari Universitas sudah cukup. Jika memang boleh hanya dengan ijazah Studienkolleg, lumayan juga buat menghemat stok ijazah terutama terjemahan yang biayanya cukup mahal
  • Jika sudah 3-4 minggu lebih tidak mendapat kabar, coba kontak ABH yang bersangkutan. Lihat posting saya tentang ini di sini.
  • Bagi yang visanya dikirimkan ke konsulat kehormatan, jika merasa pada hari itu visa seharusnya sudah datang (ada info dari kedutaan di Jakarta bahwa visa akan sampai di konsulat pada tanggal itu), coba kontak konsulat kehormatan tersebut. Saya sendiri tidak dihubungi oleh konsulat padahal visa saya sudah sampai, dan saat mengontak konsulat baru diinfokan bahwa visa saya sudah jadi.
  • Untuk pemilihan appointment, sepertinya lebih baik memilih jam pagi, sebelum makan siang. Berdasarkan pengalaman teman saya yang jam appointmentnya siang namun datang kepagian (sebelum jam makan siang), dia akhirnya didahulukan oleh petugas loket. Sedangkan appointment saya jam 13:00, dimana saya datang jam 12:00 dan kedutaan sedang ditutup karena istirahat makan siang, maka akhirnya saya harus menunggu di luar kedutaan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...