Showing posts with label Studienkolleg. Show all posts
Showing posts with label Studienkolleg. Show all posts

Friday, August 29, 2014

Step by Step Mendaftar Lewat Uni-Assist

Saya mendapat cukup banyak pertanyaan tentang pendaftaran lewat uni-assist. Apa itu uni assist? Silakan buka link ini. Mendaftar lewat uni-assist memang saya akui cukup ribet karena harus mengisi satu-persatu data-data yang ada. Untuk memperjelas, berikut saya buat step by step pendaftarannya. Silakan klik gambar untuk memperbesar.

PENTING: Sebelumnya silakan BACA DULU informasi di website uni-assist:


untuk info step-by-step online application. Di dalam website ini sudah tertulis secara rinci apa saja yang perlu kamu lakukan. Tinggal melakukan urut sesuai yang tertulis maka saya kira pendaftaran kamu akan berjalan dengan mulus.

Selain itu perhatikan juga:
  • Deadline khusus yang diberikan oleh universitas (link)
  • Lihat di website universitas apakah kamu perlu mendaftar lewat uni-assist (ada kalanya lulusan Studienkolleg diminta langsung mendaftar ke universitas)
  • Apakah ada formulir pendaftaran khusus yang disediakan oleh universitas (link)
Karena saya rasa informasi lainnya dari website uni-assist sudah jelas, yang akan saya bahas adalah cara mengisi formulir, dari membuka account hingga mengirimkan formulir pendaftaran.  

1. Buka portal online application di http://www.uni-assist.de/online/ 

2. Jika kamu belum memiliki account, klik tombol "Registrierung" untuk membuka account baru. Jika sudah, cukup log in dengan mengklik tombol "Anmelden"



3.  Kamu akan diminta untuk mengisi data diri kamu untuk registrasi


Berikut contoh data diri yang perlu diisi


 4. Jika sudah berhasil maka kamu akan mendapatkan email untuk verifikasi dari uni-assist.


5. Cek inbox kamu, klik link yang diberikan untuk melakukan verifikasi email



6. Sekarang kamu bisa memulai pendaftaran. Klik tombol "Grundfragen" untuk mengisi data diri. Dengan mengisi data-data ini maka kamu tidak perlu mengulangnya setiap mengisi formulir pendaftaran baru, akan terisi secara otomatis (penjelasan lebih lanjut di gambar)
 


 




7. Periksa kelengkapan data kamu sekali lagi, untuk melanjutkan pengisian klik "Angaben Bestätigen un Weiter". Untuk memperbaiki data, klik "Angaben Verändern".
 



8. Kamu akan masuk ke halaman "Studienangebot Suchen" untuk mencari jurusan yang kamu inginkan.


9. Jika jurusan yang kamu inginkan ada di universitas pilihan kamu, kamu bisa memulai mengisi formulir pendaftaran.


10. Kamu akan dibawa ke halaman "Antrag" untuk melengkapi formulir pendaftaran. 



11. Untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada di Antrag, kamu bisa membaca post saya tentang hal tersebut disini: http://therookieadvisor.blogspot.com/2013/08/mengisi-antrag-auf-zulassung-untuk.html




12. Jangan lupa untuk mengupload dokumen-dokumen yang diperlukan untuk disertakan bersama formulir pendaftaran kamu. Dokumen-dokumen yang diperlukan bisa dilihat disini: http://therookieadvisor.blogspot.com/2013/06/dokumenuniversitas.html


13. Jika kamu sudah selesai mengisi formulir, PERIKSA DATA KAMU LAGI, apakah sudah lengkap dan benar, karena SETELAH DIKIRIMKAN DATA TIDAK BISA DIGANTI. Print formulir pendaftaran ini dengan mengklik "Antrag drucken". Kamu akan mendapatkan file pdf yang siap di print. Print-out formulir ini harus kamu tanda tangani dan kamu kirim sekali lagi secara pos ke uni-assist bersama dengan legalisir dokumen-dokumen yang tadi sudah kamu upload.


14. Klik "Elektronisch übermitteln" untuk mengirim formulir secara elektronik. PERHATIAN: Ini bukan berarti pendaftaran kamu sudah masuk, jika DOKUMEN KAMU SECARA POS sudah diterima oleh uni-assist baru pendaftaran kamu akan dikerjakan. 



 15. Untuk mendaftar ke universitas lain atau mendaftar jurusan lain, klik menu "Antrag" kemudain klik "Neuen Antrag anlegen"


16. Kamu bisa mengupload dokumen-dokumen yang diperlukan di menu "Dteien hochladen und verwalten"

17. Setelah semua pendaftaran selesai, BAYAR biaya pendaftaran lewat uni-assist. Cara membayar bisa dilihat di link ini: http://therookieadvisor.blogspot.com/2013/06/uni-assist-ev.html

18. PRINT FORMULIR PENDAFTARAN, kirimkan bersama LEGALISIR dokumen-dokumen kamu ke alamat uni-assist, bisa kamu lihat disini: http://www.uni-assist.de/kontakt.html (tidak saya tuliskan alamat rinci disini, takutnya setelah tulisan ini ditulis alamat uni-assist berubah)

19. Ikuti langkah-langkah selanjutnya yang tertulis di website ini: http://www.uni-assist.de/onlinebewerbung

 

Friday, June 7, 2013

Sistem Nilai di Jerman

Di Jerman berlaku sistem penilaian yang berbeda dengan sistem penilaian SMA / universitas di Indonesia. Sistem nilai yang dipakai mirip dengan sistem nilai A - E, namun bedanya ini memakai angka 1-5, dimana 1 adalah nilai yang paling baik dan 5 berarti tidak lulus. 
  • 1 (sehr gut) = sekitar 89 hingga 100 persen
  • 2 (gut) = sekitar 80 -89 persen
  • 3 (befriedigend) = sekitar 67-79 persen
  • 4 (ausreichend) = sekitar 50-66 persen
  • 5 (mangelhaft) = 30-49 persen
Sama seperti sistem penilaian Amerika, ada juga tambahan + atau -. Jadi setiap angka dibagi lagi menjadi 3, (1+, 1, 1-). Nilai yang saya tulis diatas itu hanya perkiraan, bisa berbeda-beda untuk setiap universitas. Studienkolleg saya sendiri memiliki sebuah tabel untuk mengubah nilai dari persen ke nilai jerman (1-5) yang dimana tabel nilai untuk pelajaran Matematika, Kimia, dan Fisika berbeda dengan tabel nilai untuk pelajaran Bahasa Jerman (pelajaran Bahasa Jerman tentunya memiliki batas nilai yang lebih tinggi dibandingkan pelajaran eksakta). Jadi misalnya jika untuk pelajaran eksakta nilai 49% masih dianggap lulus dengan nilai 4-, maka di pelajaran bahasa Jerman ini sudah termasuk nilai 5 yang berarti tidak lulus. Nilai 4- di pelajaran bahasa Jerman sama dengan angka 60.

Dalam sebuah ujian (Klausur) misalnya, nantinya nilai kita akan diubah ke dalam bentuk persen, kemudian dengan tabel nilai akan bisa diketahui apakah kita mendapat 1+, 2-, atau 3. Untuk ujian Feststellungsprüfung (FSP), nilai minimum kelulusan adalah 4,0. Namun dengan nilai 4,0 kamu tentunya tidak bisa mendaftar jurusan-jurusan yang memiliki NC yang ketat seperti Medizin, Architektur, Food Chemistry, dll. Untuk jurusan yang sangat diminati seperti Kedokteran dan Farmasi misalnya, batas nilai NC yang diminta rata-rata 1,5 hingga bahkan 1,0! Jika nilai kamu lebih dari ini maka kesempatan untuk diterima sangat sangat kecil, atau kamu mungkin akan dimasukkan ke Wartezeit (masa tunggu) yang bisa mencapai 12 semester alias 6 tahun!

Nilai saya yang mana yang dipakai sebagai perhitungan universitas?
Jika kamu lulusan SMA dan Studienkolleg, berarti nilai yang diperhitungkan oleh universitas adalah kedua nilai ini. Nantinya hasil rata-rata nilai UN kamu akan dihitung dan diubah ke nilai Jerman, kemudian dirata-rata dengan nilai FSP. Ini yang nantinya menjadi nilai Abitur (UN Jerman) kamu yang akan diperhitungkan oleh universitas. Jika kamu memiliki hasil TestAS yang bagus, beberapa universitas bahkan bisa mengurangi nilai kamu hingga beberapa poin sesuai dengan perolehan nilai TestAS. Misal, jika nilai yang kamu peroleh 2,5 namun nilai TestAS kamu bagus, bisa jadi kamu mendapatkan pengurangan hingga 0,8 poin jadi akhirnya nilai kamu menjadi 1,7. Seberapa besar pengurangan yang bisa kamu dapatkan, juga tergantung universitas masing-masing. Tidak semua universitas menawarkan pengurangan nilai ini. Ada juga universitas yang dimana TestAS tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap nilai kamu.

Mencari Tempat Tinggal di Sekitar BSD (bagi murid Studienkolleg Indonesia)

Studienkolleg Indonesia, pada saat saya masih disana, letaknya di Deutsche Internationale Schule (DIS), Jalan Puspa Widya No 8, di belakang Rumah Sakit Medika BSD. Tapi menurut informasi yang saya dapat mulai bulan Mei kemarin Studienkolleg Indonesia sudah pindah di German Centre. Tempatnya tetap di BSD, tapi German Centre ini dekat dengan mall Teraskota dan Rumah Sakit Eka Hospital, di seberang Supermarket Giant BSD. Selama saya menjadi murid Studienkolleg dan tinggal di BSD sendiri, saya rasa daerah ini cukup nyaman buat anak kos karena hampir semua yang dibutuhkan bisa dicapai hanya dengan beberapa menit naik taksi / angkot. Terdapat bioskop, mall (meskipun memang tidak bisa dibandingkan dengan mall di Jakarta), rumah sakit, klinik, supermarket, gereja, masjid, dll. Bagi kamu yang akan ke Studienkolleg Indonesia dan sedang mencari tempat kos, berikut beberapa tempat kos yang saya tahu:

Giri Loka 1 Blok I no 3 
Ini dulu tempat kos saya. Kos ini kos campuran. Tempatnya cukup mudah untuk dicapai. Dari pintu utama BSD (yang ada simbol BSD City, dari arah Alam Sutera) cukup lurus sampai melewati BSD Plaza, nantinya akan ada tulisan "Giri Loka 1". Begitu masuk portal, belok kiri lalu lurus hingga mencapai rumah I/3 yang berada tepat di belakang BSD Plaza. Karena dulu Studienkolleg (Studkol) masih di DIS, jarak tempat kos saya ke Studkol sekitar 10 menit dengan sepeda dan sekitar 25 menit jalan kaki. Biaya kamar kos saya 1,75 jt. Ini termasuk kamar mandi dalam, listrik, cuci baju, air minum, TV, kulkas, tapi tidak termasuk internet. Memang fasilitasnya kurang lengkap (jika melihat harganya yang cukup mahal) tapi yang saya suka dari tempat kos disini adalah akses ke jalan utamanya yang dekat. Di seberang kos (tepat di depan kos) terdapat BSD Plaza. Cukup jalan 1 menit dari kamar kos kita bisa pergi ke BSD Plaza. Mall ini memang tidak terlalu bagus tapi paling tidak kebutuhan sehari-hari seperti Super Indo, Solaria, Holland Bakery, KFC, bahkan Studio XXI ada disini. Dari BSD Plaza kita juga bisa langsung keluar menyegat taksi.

Taman Provence 21
Rumah kos ini dulunya favorit murid-murid Studkol, dan memang isinya khusus untuk anak Studkol, karena sangat dekat dengan DIS, tidak perlu menyebrang jalan besar (tidak seperti jika kos di Giri Loka). Harga kamar sekitar 1,1 sampai 1,5 jt, termasuk internet, listrik, cuci baju, air minum, fasilitas memasak, tapi kamar mandi bersama. Kekurangannya adalah kebersihan rumah kos yang tidak terlalu baik. 

Giri Loka 2 Blok P
Ini juga salah satu tempat kos favorit murid-murid Studkol di masa saya. Harga sewa kamarnya sangat murah (hanya 1 juta per bulan), fasilitasnya lengkap, namun kurang bersih. Salah satu keuntungan di kos ini yaitu penjaga kos juga membuka depot sehingga tidak perlu bingung tentang makanan. 

Puspita Loka Blok G2 no 1 (Puspita House)
Ini tempat kos dari salah satu teman saya. Menurut dia memang tempat kos ini salah satu yang paling baik di BSD. Harganya cukup murah: 1,1 juta per bulan. Kamar mandi di luar, tapi fasilitasnya sangat lengkap, antara lain: air panas, air minum, internet, TV kabel, fasilitas memasak, kulkas, cuci baju, dll. Jarak dari kos ini ke DIS sekitar 5-10 menit dengan sepeda, 30 menit dengan berjalan kaki.

Rumah-rumah kos diatas adalah beberapa tempat yang saya tahu yang dekat dengan Studkol di DIS. Tapi karena Studkol sudah pindah ke German Centre, maka tentu jarak tempat kos diatas lumayan jauh dengan German Centre (jika menggunakan sepeda / jalan kaki). Tapi dengan menggunakan angkot jarak antara tempat kos ke German Centre tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5-10 menit. Berikut beberapa tempat kos yang menurut saya lumayan dekat dari German Centre:

Anggrek Loka AC 15
Salah satu dari teman saya juga pernah menempati kos ini. Kamarnya bisa dibilang cukup mewah untuk ukuran kos, harganya pun tidak terlalu mahal (1,5 juta per bulan). Ini termasuk kamar mandi dalam, internet, air minum, cuci baju, dll. Akses dengan toko seperti Indomaret pun cukup dekat. Di sekitar kompleks Anggrek Loka banyak warung-warung tempat makan. Sayangnya kos ini khusus untuk cewek. 

Casa Vanda
Kos ini tepat bersebelahan dengan Anggrek Loka AC 15. Baru saja selesai dibangun akhir tahun 2012. Menurut saya kos ini juga salah satu kos yang mewah. Untuk keamanan maka penghuni kos masuk dengan menggunakan fingerprint scan. Jumlah kamar kos cukup banyak (3 lantai), tapi juga seingat saya kos ini memang diminati jadi mungkin saja penuh. Harga kamar kos sekitar 1,5 juta (seingat saya), termasuk kamar mandi dalam, internet, air minum, microwave, fasilitas dapur yang lengkap, cuci baju, dll. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik di sini

Untuk tempat kos lainnya, saya kurang tahu menahu. Yang saya tahu, banyak sekali tempat kos di daerah Anggrek Loka ini, dari yang kurang meyakinkan hingga yang memang cukup mewah didirikan khusus untuk tempat kos. Bagi kamu yang memang sedang mencari tempat kos, cukup tanya ke satpam masing-masing kompleks tentang ada tidaknya tempat kos di daerah itu. Saya sendiri pernah menjelajahi tempat-tempat kos di daerah Anggrek Loka untuk menemani teman yang sedang mencari kos dan menemukan cukup banyak tempat kos di daerah ini.

Update!

Boulevard Residence
Baru-baru ini saya mendapat info dari teman saya yang sekarang sedang belajar di Studienkolleg di German Centre. Dia sendiri kos di daerah Boulevard Residence dan menurut saya tempat kosnya sangat strategis. Letaknya persis di belakang Alfa Midi (Ada gang kecil dengan tulisan "Boulevard Residence"). Cukup masuk di gang ini dan kamu akan menemukan banyak sekali tempat kos yang bisa dipilih. Harganya memang relatif mahal, sekitar 2 juta per bulan. Tapi fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap (bahkan ada TV di dalam kamar) dan lokasi Boulevard lebih strategis daripada Anggrek Loka karena cukup keluar dari kompleks Boulevard, anda akan langsung bisa menuju perempatan utama Anggrek Loka (dimana di seberang kamu bisa melihat Eka Hospital). Karena daerah perempatan, maka untuk menyebrang jalan lebih mudah dengan adanya lampu lalu lintas. Cukup menunggu lampu merah dan kamu bisa menyebrang dengan nyaman. Beda sekali dengan saat saya di daerah Giri Loka dulu, harus menyebrang di jalan besar dimana tidak ada lampu merah atau lampu pejalan kaki dan mobil-mobil sering melaju dengan kecepatan tinggi. Untuk menuju German Centre dari perempatan utama Anggrek Loka, cukup menyebrang ke Eka Hospital, lalu jalan ke arah kiri sampai pojok trotoar (akan ada perempatan lagi dimana kamu akan menemukan Giant). Sampai di perempatan ini, belok kanan ke arah Teraskota. 

Beberapa tips dalam mencari tempat kos:
  • Pastikan lingkungan tempat kos tidak terlalu ramai. Ini sangat penting!!! Lingkungan yang ramai (misal, banyak anak kecil, banyak penghuni yang suka ribut) akan membuat kamu susah untuk belajar / mengerjakan tugas
  • Jika memang tidak ada kendaraan pribadi, pastikan tempat kos dilalui oleh angkot & transportasi umum lainnya serta taksi, sehingga mempermudah jika inin bepergian
  • Tips memilih kamar di sebuah tempat kos: Jangan lupa untuk menguji apakah kamar kos yang akan kamu tempati memiliki koneksi sinyal telepon dan internet yang baik. Meskipun misal tempat kos tersebut mengatakan bahwa memiliki fasilitas internet namun jika kamar jauh dari modem maka bisa terjadi bahwa koneksi internet di kamar akan menjadi lambat atau bahkan sering terputus. Pengalaman saya saat kos, kamar kos saya terletak di lantai 2 sehingga sinyal telepon dan internet selalu penuh. Jauh berbeda dengan saat saya membawa telepon saya ke lantai bawah kos-kosan dimana sinyal telepon langsung hilang.
  • Jangan terlalu terburu-buru dalam mencari kos. Jika memang tidak sreg dengan satu kamar kos, jangan buru-buru mengambilnya karena murah. Suasana kos yang tenang dan nyaman menurut pengalaman saya adalah faktor yang paling penting dalam kenyamanan hidup di kos

Thursday, June 6, 2013

Feststellungsprüfung

Apa itu Feststellungsprüfung (FSP)?
Ini merupakan ujian kemampuan kita. Jadi dengan ijazah Feststellungsprüfung ini kita dianggap sudah setara dengan lulusan sekolah di Jerman (Abitur). Lain dengan UN di Indonesia, semua ujian di Feststellungsprüfung bentuk pertanyaannya berupa essay, bukan pilihan ganda. FSP ini dilaksanakan di akhir Studienkolleg. Ada dua bagian, yaitu bagian tulis (schriftlich) yang dilakukan pertama, lalu akan dilanjutkan dengan bagian lisan (mündlich). Saya sendiri mengikuti FSP schriftlich pada tanggal 16-18 Maret 2013, kemudian break 2 minggu untuk persiapan mündlich. FSP mündlich saya dimulai tanggal 1-4 April 2013.

Apa saja yang diujikan di FSP?
Untuk hal ini, saya hanya mengetahui tentang T Kurs dan M Kurs, karena pada angkatan saya kebetulan tidak dibuka kelas W Kurs.
  • T Kurs: ujian tulis Bahasa Jerman, Matematika, dan pilihan antara Kimia / Fisika. Sisanya ujian lisan. Jadi jika misal memilih ujian lisan Fisika, maka ujian tulis yang harus diikuti yaitu Bahasa Jerman, Matematika, dan Kimia.
  • M Kurs: ujian tulis Bahasa Jerman, Matematika, Biologi/Kimia dan ujian lisan Fisika dan Biologi / Kimia. Pelajaran yang tidak dipilih untuk ujian tulis akan diikutkan dalam ujian lisan.
Berapa batas kelulusannya?
Nilai rata-rata minimum untuk lulus FSP adalah 4. Untuk pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, nilai terendah adalah 5. Untuk Bahasa Jerman 4 (nilai 5 berarti tidak lulus meskipun rata-rata FSP kurang dari 4). Bagi peserta yang nilai ujian tulisnya kurang memuaskan, bisa memperbaiki nilainya dengan ujian tulis. Nantinya kedua nilai ini akan dirata-rata dan hasilnya menjadi nilai di pelajaran tersebut. Bagi perserta yang tidak lulus ujian lisan, maka tidak bisa mengulang. Perlu diperhatikan bahwa ujian FSP hanya bisa diambil 2 kali. Jadi bila siswa tidak lulus pertama kali, hanya bisa mendapat kesempatan mengulang sekali lagi.

Bagaima mempersiapkan FSP?
  • Deutsch: Tingkat kesulitan FSP Deutsch mirip dengan soal-soal ujian DSH 2. Jadi saya sarankan mendownload contoh soal-soal DSH yang ada di internet. Soal-soal ini bisa dicari dengan keyword google "DSH Muster" "DSH Beispiel" atau bisa dicari di web ini
  • Pelajaran lain: Bisa dicari di Google contoh-contoh soal FSP dengan keyword "FSP Muster". Nantinya akan keluar contoh-contoh soal FSP dari masing-masing Studienkolleg. Untuk pelajaran selain Deutsch memang tingkat kesulitan dan jenis soal yang dikeluarkan berbeda-beda. Menurut pengalaman saya, untuk Matematika, soal yang dikeluarkan biasanya 3 soal, dimana untuk T Kurs 2 soal tentang Kurvendiskussion dan 1 soal tentang Analytische Geometrie, sedangkan untuk M Kurs 3 soal tentang Kurvendiskussion.
  • Satu tips lagi untuk FSP Deutsch: Banyak membaca! Karena tingkat bacaan yang dikeluarkan memang susah dan biasanya ada vocab-vocab sulit yang kurang dimengerti. Meskipun pada bagian reading boleh membawa kamus Jerman-Jerman, tapi waktu yang terbatas membuat kita tidak mungkin membuka kamus untuk setiap kata yang tidak kita mengerti. Demikian juga untuk bagian writing. Selain itu untuk bagian listening, tips yang bisa saya bagikan adalah banyak-banyak latihan merangkum / menulis inti dari sesuatu dengan cepat, karena nantinya dialog akan diperdengarkan 2 kali saja (dimana kali pertama kita tidak diperbolehkan untuk menulis, baru kali kedua boleh mencatat rangkuman). Jadi, biasakan untuk menulis poin-poin yang penting saja, menggunakan singkatan (yang tentunya bisa diingat), sehingga nantinya kita saat mengerjakan tinggal mengembangkan poin-poin tersebut menjadi jawaban yang memiliki makna yang kurang lebih sama dengan apa yang ada di dialog.

Studienkolleg

Seperti yang sudah saya pernah tulis, calon siswa SMA dari Indonesia biasanya belum bisa langsung mendaftar ke universitas namun harus mengikuti program persiapan kuliah selama kurang lebih 9 bulan di Studienkolleg. Saya sendiri mengikuti Studienkolleg di Indonesia yang ditawarkan oleh Studienkolleg Hannover. Tempatnya di daerah BSD, Tangerang, Jakarta. Berikut beberapa informasi tentang Studienkolleg menurut pengalaman saya.

Jika ingin melanjutkan Studienkolleg di Jerman
Karena saya sendiri tidak mengikuti Studienkolleg di Jerman, maka saya hanya bisa memberikan sedikit informasi tentang hal ini. Untuk melanjutkan Studienkolleg di Jerman, kebanyakan universitas memiliki Studienkolleg tersendiri (mis: STK TU Berlin). Ada juga Studienkolleg yang merupakan gabungan dari beberapa universitas (STK FU/HU Berlin). Kebanyakan Studienkolleg ini tidak menerima pendaftaran dari calon mahasiswa secara langsung, melainkan melalui universitas yang akan dituju atau melalui badan perwakilan uni-assist e.V. Jadi misalnya jika ingin mendaftar Studienkolleg di Bonn, bisa mengirimkan aplikasi ke International Office / Immatrikulationsamt di Universität Bonn, yang nantinya akan disampaikan ke Studienkolleg Bonn. Contoh lainnya adalah dengan menggunakan uni-assist, misalnya untuk mendaftar di Studienkolleg TU Berlin. Untuk kasus ini berarti aplikasi harus dikirimkan ke uni-assist e.V. Nantinya uni-assist akan memproses dan memeriksa keaslian dokumen, dan akhirnya akan disampaikan ke Studienkolleg Berlin. Informasi selengkapnya bisa dilihat di website Studienkolleg yang akan dituju.

Studienkolleg Indonesia
Alternatif lain bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Jerman adalah Studienkolleg Indonesia. Studienkolleg ini adalah satu-satunya Studienkolleg yang berada di luar Jerman, dan bekerja sama dengan Leibniz Universität Hannover. Disini siswa akan dibimbing untuk mengikuti Feststellungsprüfung, ujian yang menjadi syarat untuk memasuki perguruan tinggi di Jerman untuk calon mahasiswa dari luar Jerman. Di Studienkolleg Indonesia kelas dibagi menjadi T Kurs (teknik), M Kurs (kedokteran), dan W Kurs (ekonomi). Berdasarkan pengalaman saya selama 9 bulan disini, ada sisi positif dan negatif dari mengikuti Studienkolleg disini.

PLUS
  • Salah satu keuntungan dari mengikuti Studienkolleg Indonesia adalah murid STK Indonesia lebih gampang mendapat Zulassung (letter of acceptance) karena Studienkolleg Indonesia bekerja sama dengan Uni Hannover, sehingga setelah selesai FSP siswa dapat mendaftar Uni Hannover tanpa menggunakan Ijazah / Zeugnis yang keluarnya memang cukup lama. Zulassung ini juga tergolong cepat sekali dikeluarkan sehingga bisa langsung digunakan untuk mengajukan visa studi.
  • Waktu yang diperlukan lebih sedikit, hanya 8-9 bulan, karena tidak terlalu banyak waktu libur. Saya sendiri mengikuti Studienkolleg dari 23 Agustus 2012 - 4 April 2013. Waktu liburan memang sangat minim, yaitu hanya saat hari libur nasional, libur Idul Fitri (sekitar 10 hari), dan libur Natal / Tahun Baru (10 hari).
  • Dekat dengan keluarga. Karena Studienkollegnya masih berada di Indonesia, maka untuk bertemu dengan keluarga / pulang ke rumah masih bisa dilakukan cukup sering. Lain halnya jika mengikuti Studienkolleg di Jerman.
  • Persyaratan masuk yang lebih mudah. Di Studienkolleg Indonesia ini jika nilai ujian B1 kamu 3 atau lebih, maka bisa langsung diterima tanpa harus mengikuti tes masuk. Lain halnya dengan di Jerman, dimana setiap pendaftar harus mengikuti Aufnahmeprüfung atau tes masuk. 
MINUS
  • Biaya. Studienkolleg di Jerman hampir tidak dikenakan biaya (sama halnya dengan universitas di Jerman) sedangkan program Studienkolleg Indonesia ini biayanya 60 juta rupiah untuk 9 bulan (1 semester 30 juta).
  • Lingkungan yang "tidak Jerman". Karena masih berada di Indonesia, tentunya lingkungan kita juga lingkungan Indonesia sehingga kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jerman tentunya masih belum terasah.
  • Jenis kelas yang terbatas. Di Studienkolleg Indonesia, sama halnya dengan Studienkolleg Hannover, hanya ditawarkan 3 kelas, yaitu kelas M, T, dan W. Bagi peserta yang ingin mengambil jurusan misal design, Germanistik, psikologi, dll. tentunya tidak cocok untuk mengambil 3 kelas diatas.
Sekilas tentang pembagian kelas-kelas di Studienkolleg
Kelas di Studienkolleg dibagi menjadi 5, yaitu T Kurs, M Kurs, W Kurs, G Kurs, dan S Kurs sesuai jurusan yang ingin diambil. Berikut link seputar pembagian kelas di Studienkolleg menurut jurusan yang diambil. Perlu diingat, pemilihan kelas ini harus dilakukan secara matang-matang dan sesuai dengan jurusan yang akan diambil, karena beberapa universitas hanya mengijinkan kamu mendaftar jurusan yang berhubungan dengan Kurs yang kamu ambil di Studienkolleg. Jadi misalnya, jika kamu ingin mengambil Medizin (Kedokteran), kamu harus mengambil kelas M. Jika kamu mengambil kelas T (untuk Teknik) maka tidak akan diijinkan untuk mendaftar fakultas kedokteran. Begitu pula sebaliknya. Sebagai contoh, link dari Studienkolleg München ini menerangkan jurusan-jurusan apa yang bisa diambil oleh masing-masing Kurs.

Apa saja yang dipelajari di Studienkolleg?
Pelajaran di Studienkolleg sebenarnya temanya sama dengan yang dipelajari di SMA, tapi bukan berarti Studienkolleg mengulang SMA. Memang materi / tema yang diajarkan sama, namun di Studienkolleg sendiri diajarkan sisi lain dari materi / tema tersebut. Menurut pengalaman saya di Studienkolleg, kita lebih sering mempelajari tentang mengapa dan bagaimana sementara di SMA sendiri lebih berfokus kepada menghafal dan memasukkan rumus. Sementara di Studienkolleg memang menghafal rumus penting, namun tidak terlalu diutamakan. Disini sangat diutamakan bagi siswa untuk bisa mengerti darimana datangnya rumus tersebut, menjelaskan proses terjadinya sesuatu. Saya sendiri masuk di T Kurs dan pelajaran yang dipelajari yaitu Bahasa Jerman, Matematika, Fisika, dan Kimia. Materinya memang sama dengan SMA, tapi lebih banyak pengetahuan yang saya dapat selain hanya rumus dan definisi. Untuk kelas M Kurs pelajarannya Bahasa Jerman, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Mana yang lebih baik, Studienkolleg di Indonesia atau Jerman?
Ini sangat tergantung ke diri kamu masing-masing, karena baik Studkol di Indo atau Jerman ada plus minusnya. Iya memang, di Indo selain mahal juga kurang suasana "Jerman" karena tidak harus bicara bahasa Jerman di kehidupan sehari-hari. Tapi di Jerman juga banyak sekali kasus-kasus mahasiswa yang molor masuk Studkol karena syarat tes masuk Studkol di Jerman yang cukup susah sehingga akhirnya harus menghabiskan waktu cukup lama untuk les bahasa, yang tentunya makin memakan biaya karena murid Sprachkurs belum bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas yang sama seperti Student. Selain itu jika kamu tidak bisa menjaga diri, bisa jadi akan terlalu terlena dengan fasilitas-fasilitas di Jerman seperti kemudahan traveling atau internet cepat yang membuat belajar menjadi kurang maksimal. Tapi wie gesagt, ini tergantung dari pribadi masing-masing dan saya sendiri berpendapat, kesuksesan di Universitas tidak sepenuhnya ditentukan oleh asal Studkol melainkan niat dan kerja keras :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...