Showing posts with label Administrasi & Formalitas. Show all posts
Showing posts with label Administrasi & Formalitas. Show all posts

Sunday, May 17, 2015

Memperpanjang Ijin Tinggal di Jerman

Beberapa waktu lalu masa berlaku paspor saya habis dan saya sudah membuat paspor baru di KJRI Frankfurt. Dengan begitu habis jugalah masa berlaku ijin tinggal (Aufenthaltstitel) saya yang lama sehingga saya juga harus memperpanjang ijin tinggal. Prosesnya sendiri sebenarnya tidak terlalu ribet, hampir sama seperti pembuatan ijin tinggal pertama kali. Post tentang membuat ijin tinggal bisa dilihat disini

Tempat pembuatan ijin tinggal baru juga sama, di Ausländerbehörde, kalau di München lebih tepatnya di KVR (U3/U6 Poccistraße), lantai 2 bagian Studenten/Wissenschaftler. 

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk memperpanjang ijin tinggal bisa kamu lihat di website ABH masing-masing, untuk di München bisa dilihat di link ini.

Sama seperti dengan pembuatan ijin tinggal baru, beberapa dokumen yang diperlukan antara lain:
  1. Formulir pendaftaran yang sudah diisi dengan lengkap (bisa didownload di website)
  2. Paspor
  3. Pasfoto 3,5 x 4,5 biometris
  4. Immatrikulationsbescheinigung atau bukti Sprachkurs
  5. Bukti finansial, umumya berupa Kontoauszug dari Deutsche Bank. Ini bisa kamu dapatkan di mesin ATM (cukup masukan kartu ATM kamu, lalu pilih menu untuk print Kontoauszug) atau bisa juga datang ke counter Deutsche Bank dan meminta mereka untuk print dokumen ini.
  6. Bukti asuransi, bisa berupa fotokopi kartu asuransi kamu atau kamu juga bisa minta dokumen "Nachweis der Mitgliedschaft" ke asuransi kamu secara cuma-cuma.
  7. Khusus untuk perpanjangan ijin tinggal: Transkrip nilai selama di Universitas sebagai bukti progress selama studi
Menurut website KVR hanya ini dokumen yang kamu perlukan, tapi untuk jaga-jaga waktu pengajuan saya juga membawa fotokopi Anmeldebestätigung dan fotokopi dari semua dokumen-dokumen diatas.

Dengan membawa dokumen-dokumen yang tadi, kamu bisa datang ke kantor ABH tanpa harus membuat appointment, lalu mengantri sesuai dengan nomor urut. Berdasarkan pengalaman saya sarankan untuk datang ke KVR sepagi mungkin (saya datang kira-kira 30 menit sebelum KVR buka) untuk mendapatkan nomor antrian awal. Proses pengajuan saya sendiri waktu itu hanya makan waktu sekitar 30 menit. 

Hal yang juga perlu disiapkan adalah uang untuk biaya pengajuan. Untuk pembuatan Aufenthaltstitel pertama kali dulu saya dikenakan biaya €110, kemudian untuk perpanjangan €80. Setelah selesai membayar di kasir dan semua dokumen telah diproses, kamu akan diminta untuk memasukkan sidik jari. Terakhir kamu akan diberikan Abholschein yang akan dipakai untuk bukti saat pengambilan Aufenthaltstitel. 

Proses pembuatan Aufenthaltstitel sendiri kira-kira sekitar 6-8 minggu (meskipun di Abholschein ditulis 4-6 minggu). Untuk München kamu bisa mengeceknya secara online. Karena setelah sekitar 8 minggu Aufenthaltstitel saya waktu itu tidak kunjung keluar, maka saya menuliskan Email kepada bagian Ausländerbehörde menanyakan apakah ada masalah dengan Aufenthaltstitel saya. Sehari kemudian saya mendapatkan jawaban bahwa Aufenthaltstitel sudah bisa diambil (tentang pengambilan Aufenthaltstitel bisa kamu lihat di post saya sebelumnya)

Wednesday, January 14, 2015

Membuat Paspor Baru di Jerman

Karena dalam waktu dekat paspor saya akan habis masa berlakunya, maka saat ini saya sedang dalam proses mengurus pembuatan paspor baru saya. Berikut sedikit pengalaman saya dalam mengurus paspor baru:

Kemana saya harus mengurus paspor baru saya?
Tergantung tempat tinggal kamu di Jerman masuk di wilayah kerja KJRI / KBRI yang mana. Perwakilan RI di Jerman memiliki 3 kantor dengan wilayah kerja sebagai berikut:
  • KBRI Berlin: Berlin, Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommen, Sachsen, Sachsen-Anhalt, Thüringen
  • KJRI Hamburg: Bremen, Hamburg, Niedersachsen, Schleswig-Holstein
  • KJRI Frankfurt: Baden-Württemberg, Bayern, Hessen, Nordrhein Westfalen, Rheinland-Pfalz, Saarland
Karena saya saat ini berada di Bayern, maka pengalaman saya mengurus paspor adalah pengalaman di KJRI Frankfurt.

Bagaimana proses membuat paspor baru?
Karena saya tidak tinggal di Frankfurt / lingkungan Hessen, maka saya mengirimkan berkas-berkas saya lewat pos. Singkatnya, proses pembuatan paspor saya seperti ini.
  1. Membaca prosedur permohonan paspor baru di sini
  2. Mendownload formulir permohonan paspor baru
  3. Mengisi formulir
  4. Mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan
  5. Mentransfer biaya pembuatan paspor sebesar €20 ke nomor rekening ini
  6. Mengirim dokumen-dokumen, formulir, serta paspor asli ke KJRI Frankfurt (An: INDONESISCHES GENERALKONSULAT, Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt am Main)
  7. Mendapat konfirmasi bahwa paspor bisa diambil

Dokumen apakah yang saya perlukan?
Dari website ini sudah cukup jelas dan rinci dokumen apa yang diperlukan. Berikut list dokumen yang saya kirimkan:
  • Formulir permohonan paspor baru
  • Paspor lama asli, masa berlaku maksimal 6 bulan dan sudah memiliki nomor registrasi diri di KJRI Frankfurt
  • Fotokopi ijin tinggal (kartu Aufenthaltstitel)
  • Fotokopi Meldebestätitung dari Bürgerbüro (saat kamu pertama kali mendaftarkan diri di Bürgerbüro)
  • Pasfoto biometris 2 lembar, dan 1 lembar pasfoto lagi saya tempel di formulir permohonan
  • Bukti pembayaran biaya pembuatan paspor, €20.
Setelah menunggu sekitar 5 hari kerja, dua hari lalu saya mendapat kabar bahwa dokumen saya sudah lengkap paspor baru saya sudah bisa diambil. Oh ya, untuk mengambil paspor baru ini kamu harus pergi ke KJRI Frankfurt untuk menandatangani paspor dan membawa Aufenthaltstitel kamu yang asli untuk bukti identitas. Saya sendiri akan berangkat ke Frankfurt dalam waktu dekat. Jika sudah mengambil paspor saya maka post ini akan saya update lagi.


[UPDATE 22.01.2015]
Minggu lalu akhirnya saya berangkat ke Frankfurt untuk mengambil paspor saya. Perlu diingat: pengambilan paspor hanya bisa dilakukan pada jam kerja bidang konsuler, Senin - Jumat 09.30 - 12.30. Pengambilannya sendiri hanya memakan waktu 5 menit. Saya datang ke kantor KJRI, pergi ke bagian konsuler, karena saat itu tidak ada yang mengantri maka saya langsung datang ke loket, menunjukkan identitas diri, lalu paspor saya yang baru diambil untuk saya tanda tangani. Setelah selesai tanda tangan maka paspor yang lama pun dikembalikan bersama dengan paspor baru.

Saturday, October 18, 2014

ARD ZDF Rundfunkbeitrag

Salah satu topik yang membuat saya sempat bingung pada saat pertama kali datang ke Jerman adalah mengenai Rundfunkbeitrag. Sekitar 1 bulan setelah daftar diri di München tiba-tiba saya mendapatkan surat yang meminta saya untuk membayar pajak Rundfunk sebesar sekitar €17 per bulannya. Tentu saja saya kaget, karena di kamar saya tidak ada TV maupun radio. 

Jadi, apa itu Rundfunkbeitrag?
Rundfunkbeitrag adalah semacam pajak wajib yang diberlakukan oleh pemerintah Jerman untuk pemakaian alat-alat yang bisa menerima dan memancarkan sinyal, seperti TV, radio, smartphone, computer, jadi tidak hanya TV saja.
Dulu memang Rundfunkbeitrag hanya dibayar oleh orang yang memiliki TV atau radio, tapi mengingat sekarang kamu bisa melakukan streaming lewat hampir semua alat komunikasi, maka sejak Januari 2013 model pembayaran bukan lagi berdasarkan jumlah alat yang kamu punya melainkan setiap orang / setiap Wohnung. 

Apa saya harus membayar Rundfunkbeitrag?
Topik ini sering menjadi perdebatan diantara mahasiswa Indonesia, karena memang jumlah pajak yang harus dibayar cukup besar dan memberatkan. Banyak dari mahasiswa yang memilih untuk mendiamkan surat yang dikirim dan tidak membayar pajak dan sampai sekarang tidak mengalami konsekuensi apa-apa. Tapi balik lagi, pilihan ditangan kamu, apa memilih mau membayar atau mendiamkan. Yang pasti, jika kamu tidak membayar, harus juga siap dengan resikonya (misal dikirim denda, dll.)

Saya mendapatkan surat dari ARD ZDF Deutschlandradio, apa itu asli atau penipuan?
Kasus yang marak terjadi di Jerman adalah adanya oknum yang mengatasnamakan diri sebagai ARD ZDF Deutschlandradio dan mengirimkan kamu tagihan Rundfunkbeitrag. Jika kamu mendapatkan tagihan ini, ada baiknya cermati dulu surat yang kamu dapat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Apakah nama kamu benar-benar tertera dalam surat? Gambar dibawah adalah contoh surat Rundfunkbeitrag palsu. Perhatikan bagian alamat yang dituju, hanya tertulis "An alle privaten Haushalte im Beitragsgebiet, Deutschland". Pada surat yang benar akan tertera secara jelas nama dan alamat kamu. 
  • Periksa lagi nomor rekening penerima yang dicantumkan di surat, apakah memang sudah cocok dengan nomor rekening milik ARD ZDF Radio. Silakan buka halaman ini untuk melihat daftar nomor rekening yang asli.
  • Jika kamu baru saja datang ke Jerman / belum pernah membayar Rundfunkbeitrag sebelumnya, maka pertama-tama kamu akan diminta untuk mendaftarkan diri, tidak langsung membayar. Daftarkan diri secara online ke www.rundfunkbeitrag.de
  • Jika kamu yakin surat yang kamu dapat adalah penipuan, laporkan ke pihak Rundfunkbeitrag untuk ditangani lebih lanjut. Jika masih ragu, tanyakan ke pihak Rundfunkbeitrag untuk memastikan keaslian tagihan kamu.
     

Wednesday, September 18, 2013

StudentCard, Semesterticket, dan Makan di Mensa

Sebagai mahasiswa / pelajar di Jerman biasanya kita mendapat diskon untuk berbagai macam hal. Misal untuk masuk ke museum, biaya kontrak nomor HP, dll. Untuk membuktikan status kita sebagai mahasiswa, maka kita perlu menunjukan Student Card (Studentenausweis). Untuk pelajar TUM, kamu bisa mengambil kartu mahasiswa di SSZ (Immatrikulationsamt) di kampus utama TUM di Arcisstraße 21 (U2 Theresienstraße). Untuk informasi lebih lengkap bisa kamu baca di sini. Sementara di universitas lainnya saya kurang tahu, tapi yang pasti setiap universitas selalu memberikan Student Card ini. 

Ohya, mulai Wintersemester 2013/2014 sudah ada Semesterticket di München. Semesterticket ini memungkinkan kamu untuk memakai segala jenis transportasi umum di München (U-Bahn, S-Bahn, Tram, Bus, Regional Zug) selama 1 semester. Jika kamu sudah membayar Studentenbeitrag kamu sebesar 111 Euro maka kamu akan mendapat Semesterticket standar. Cukup dengan menunjukkan StudentCard kamu (Student Card yang baru terdapat logo Studentenwerk München serta MVV, ini berlaku sebagai Semesterticket dasar) maka kamu bisa bebas menaiki transportasi umum di München dari jam 18.00 hingga 06.00 untuk hari biasa, serta kapan saja untuk weekend. Tentunya bagi mahasiswa yang tinggalnya agak jauh dari kampus ini tidak cukup. Untuk itu kamu bisa membeli IsarCard Semester dengan harga 141 Euro per semester. IsarCard Semester ini memungkinkan kamu untuk memakai semua transportasi umum kapan saja setiap hari selama 1 semester. Kamu bisa membelinya di mesin-mesin tiket di stasiun U-Bahn atau S-Bahn yang sudah ditandai Semesterticket erhältlich (hampir semua mesin bisa kamu pakai untuk beli). Membelinya pun cukup mudah, tinggal memasukkan nomor Immatrikulasi kamu yang tertera di StudentCard.

Dengan Student Card kamu bisa makan di Mensa (kantin) dengan harga mahasiswa. Sebelumnya kamu tapi harus mengisi Student Card kamu terlebih dahulu, karena makanan yang kamu beli di Mensa dibayar dengan cara men-scan Student Card kamu. Caranya cukup mudah, di Mensa ada banyak mesin pengisi kartu, cukup scan kartu kamu di tempat yang tersedia lalu isi dengan uang / kartu ATM sesuai dengan jumlah yang kamu butuhkan.

Di halaman ini kamu bisa melihat lokasi-lokasi Mensa yang ada di München, menu yang disediakan, serta harganya. Saya sendiri waktu itu memesan semacam steak babi hanya dengan harga 2.40 Euro, dimana untuk non-Student harganya 3.30 Euro. Menu makanan di Mensa juga bermacam-macam, tidak melulu babi saja. Ada yang bisa dimakan untuk vegetarian seperti pasta, sup, dll. Untuk informasi Mensa di kota-kota lainnya kamu bisa melihatnya di website Studentenwerk kota kamu masing-masing.

Friday, September 13, 2013

Mengurus Ijin Tinggal (Aufenthaltserlaubnis) di München

Ketika kita mengapply visa studi ke Jerman maka yang diberikan oleh kedutaan Jerman adalah visa ijin tinggal dengan batas waktu 3 bulan. Visa ini nantinya akan kamu ubah menjadi ijin tinggal selama di Jerman, batas berlakunya bisa 1 tahun atau 2 tahun, nanti setelah itu harus kamu perpanjang lagi. Ijin tinggal yang diberikan berupa sebuah kartu seperti KTP, namun bedanya di kartu ini terdapat semacam chip yang berisi data diri kamu, sidik jari, dll. Perlu diingat, bahwa ijin tinggal ini hanya bisa dibuat setelah kamu melakukan Immatrikulation di Universitas kamu.

Berhubung saya tinggal di München, maka saya akan membagikan sedikit pengalaman membuat ijin tinggal di München. Untuk di kota lain saya kurang tahu, mestinya prosedurnya hampir sama tapi untuk lebih pastinya bisa kamu lihat di internet.

Dimana saya bisa memperpanjang visa?
Perpanjangan visa / pengurusan ijin tinggal di München dilakukan di Kreisverwaltungsreferat di Rupertstraße, sama seperti tempat untuk Stadtanmeldung. Kamu turun di halte U6 Poccistraße, keluar di pintu keluar "Kreisverwaltungsreferat". Jangan lupa untuk memperhatikan jam buka kantornya. Untuk hari Senin, Selasa, dan Kamis seingat saya mereka buka pukul 8.30, hari Rabu libur dan hari Jumat mulai pukul 7.30 - 12.00. Sebisa mungkin datang sebelum mereka buka karena pengalaman saya datang sekitar pukul 9.30 antriannya sudah sangat panjang dan akhirnya saya baru dipanggil masuk menemui petugas sekitar pukul 14.00

Salah satu yang membuat saya terkejut adalah tidak seperti saat membuat visa di kedutaan Jerman di Jakarta, proses pembuatan ijin tinggal disini tidak memakai appointment dan kamu juga tidak bisa booking sebelumnya. Jadi benar-benar harus datang secara langsung dan mengantri. Maka dari itu pastikan untuk datang sepagi mungkin. Jika kamu datang terlalu siang bahkan mereka sudah tidak membagikan nomor antrian jadi kamu harus datang lagi keesokan harinya.

Apa prosedur pembuatan ijin tinggal?
Untuk membuat ijin tinggal, kamu harus sudah menyelesaikan langkah-langkah disini terlebih dahulu dan sudah Immatrikulation. Setelah itu kamu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu:
  1. Formulir Aplikasi yang sudah diisi secara lengkap
  2. Bukti Anmeldung (Meldebestätigung)
  3. Bukti Immatrikulation (Immatrikulationbescheinigung)
  4. Bukti Asuransi, bisa dalam bentuk kartu asuransi atau Versicherungsbescheinigung
  5. Bukti Finansial, dalam bentuk Verpflichtungserklärung atau keterangan adanya uang sebesar minimal 7.908 Euro di dalam account Deutsche Bank kamu (sama seperti yang kamu butuhkan untuk apply visa) 
  6. Paspor
  7. Foto 3,5 x 4,5 sesuai ketentuan visa Eropa
Formulis aplikasi ijin tinggal bisa didapatkan disini. Untuk pengisiannya, saya rasa cukup jelas karena saya sendiri tidak terlalu menemukan masalah saat pengisian. Bagian yang belum kamu isi bisa kamu kosongi dan nanti ditanyakan kepada petugasnya. 

Setelah kamu melengkapi semua dokumen diatas, kamu bisa datang ke gedung Kreisverwaltungsreferat dan ke bagian Ausländerbehörde khusus untuk Student, letaknya di 2.OG (lantai 3, tapi karena sistem lantai di Jerman lantai dasar berarti lantai 0/Erdgeschoss maka letaknya di lantai 2) di Wartezone 8. Disana nanti ada petunjuk jalannya juga, cari yang untuk Studenten/Wissenschaftler. 

Sampai di Wartezone 8, kamu harus mengantri dulu untuk mengambil nomor antrian di Service Point. Saat mengantri waktu itu ada seorang petugas juga yang menanyai pengantri apakah mereka sudah memiliki dokumen secara lengkap. Di Service Point ini kamu cukup bilang "Ich möchte eine Aufenthalterlaubnis beantragen", kemudian mereka akan menanyakan dokumen-dokumen kamu dan memberikan kamu semacam checklist. Dokumen yang kamu bawa akan dicentang oleh petugas ini. Setelah selesai maka kamu akan diberi nomor antrian. 

Nah disini kamu harus menunggu lagi di Wartezone tersebut, hingga nomor antrian kamu muncul di layar yang ada disana dan kamu akan ditunjukkan harus pergi ke ruangan nomor berapa.

Sampai di ruangan tersebut kamu akan menemui petugas yang akan memproses permintaan ijin tinggal kamu. Petugasnya cukup ramah dan disana dia akan menjelaskan bahwa proses keluarnya ijin tinggal ini sekitar 4-6 minggu karena semua diproses di Berlin. Selain itu nanti kamu juga akan mendapatkan kiriman PIN lewat pos, dimana dengan PIN ini kamu bisa melihat status pengerjaan ijin tinggal kamu secara online. Jika ijin tinggal kamu sudah selesai, maka kamu bisa mengambilnya sendiri di KVR. Disini kamu akan diminta juga untuk memberikan sidik jari.

Setelah selesai, kamu akan diberi 2 lembar kertas: yang pertama berupa perintah untuk membayar biaya Aufenthalterlaubnis di kasir, ruangan nomor 1047. Ohya untuk pembuatan ijin tinggal ini dikenakan biaya sebesar 110 Euro. Sedangkan di kertas satu lagi adalah petunjuk untuk pergi ke ruangan tertentu dimana kamu harus mengisi semacam kuesioner / kumpulan pertanyaan. 

Nah saya sendiri belum mengisi kuesioner tersebut karena saat saya selesai membayar, kantor tempat pengisian rupanya sudah tutup. Nanti setelah saya mengisi akan saya update lagi blog ini!

Pertanyaan yang ditanyakan di kuesioner ini pada dasarnya adalah pertanyaan yang berhubungan dengan keamanan seperti apakah kita pernah mengikuti organisasi keagamaan yang menjurus ke teroris dan sebagainya. Jumlah pertanyaannya cukup banyak juga, namun tidak usah khawatir karena cukup mengisi "Tidak" pada kebanyakan pertanyaan.

Setelah selesai mengisi pertanyaan ini kamu akan diberikan Abholschein, yaitu tanda terima yang berisi nomor resi kamu. Dengan nomor resi ini kamu bisa mengecek status pengerjaan ijin tinggal kamu secara online di www.auslaenderbehoerde-muenchen.de.

Saya mengajukan visa awal menggunakan Zulassung dari Universitas di kota lain, apa bisa?
Saya sendiri pada saat mengajukan visa di kedutaan Jerman di Jakarta menggunakan Zulassung dari Universitas Hannover, dan membuat ijin tinggal di München. Pada dasarnya proses aplikasinya sama, namun perbedaan terletak pada waktu pengerjaannya yang memakan waktu lebih lama, karena dokumen-dokumen saya harus dikirim terlebih dahulu dari Hannover ke München. Proses pengerjaan yang memakan waktu normalnya 4-6 minggu, menjadi 9 minggu untuk saya.

Selain itu selesai mengisi kuesioner saya tidak diberi Abholschein terlebih dahulu, melainkan Abholschein saya dikirim lewat pos, sekitar 6-7 minggu setelah saya mengajukan permohonan ijin tinggal. Jadi saran saya, jika kamu mengalami kasus yang sama seperti saya, usahakan untuk sedini mungkin melakukan aplikasi ijin tinggal (saya sendiri apply tanggal 12 September dan baru selesai 21 November) sehingga nantinya kamu tidak harus membuat Fiktionsbescheinigung atau visa sementara.

Apa yang perlu dilakukan saat pengambilan ijin tinggal?
Jika ijin tinggal kamu sudah selesai, kamu bisa langsung mengambilnya di kantor imigrasi tanpa harus melakukan janji sebelumnya. Dokumen yang harus dibawa saat pengambilan yaitu Abholschein kamu dan paspor kamu.

Untuk München, pengambilan bisa dilakukan di kantor KVR di lantai 2, Wartezone 6 untuk Ausgabe eAT (Elektronischer Aufenthaltstitel). Disini kamu cukup mengambil nomor antrian dari mesin, kemudian beberapa menit kemudian kamu akan diarahkan untuk menuju ruangan mana dimana kamu akan bertemu dengan salah seorang petugas KVR yang akan menyerahkan ijin tinggal kamu.

Apa saya bisa menyuruh orang lain mengambil ijin tinggal saya?
Bisa. Dokumen-dokumen yang perlu dibawa:
  • Abholschein
  • Vollmacht (surat kuasa) yang sudah kamu tanda tangan, menyatakan bahwa kamu memberikan kuasa bagi orang yang kamu tunjuk ini untuk mengambil ijin tinggal kamu. (Sudah diberikan oleh Ausländerbehörde bersamaan dengan Abholschein)
  • Paspor kamu
  • Paspor orang yang akan mengambil ijin tinggal kamu
  • Ijin tinggal kamu yang lama (jika memperpanjang)

Apa itu Fiktionsbescheinigung?
Fiktionsbescheinigung ini adalah visa sementara yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi di kota kamu, jika visa kamu terlanjur sudah habis dan ijin tinggal kamu belum keluar. Sebisa mungkin menghindari jangan sampai harus membuat Fiktionsbescheinigung, karena harganya saya dengar sekitar 30 Euro dan ini biasanya hanya untuk beberapa minggu.

Wednesday, September 11, 2013

Mengurus Asuransi

Seperti yang sudah saya tulis di post tentang Immatrikulation, kamu bisa mengurus asuransi sebelum kamu tiba di Jerman, asal kamu memiliki alamat di Jerman. Saya sendiri mendaftar asuransi pertama-tama menggunakan alamat teman, dan setelah saya mendapatkan Immatrikulationsbescheinigung, saya mengirimkan bukti ini kepada kontak saya di AOK. Setelah saya tiba di Jerman, saya tinggal mengambil kartu asuransi sementara. 

Apa itu kartu asuransi sementara?
Kartu asuransi sementara ini berlaku layaknya kartu asuransi yang asli. Kartu asuransi yang asli milik kamu belum selesai dibuat, dan kamu bisa sebelumnya meminta kartu sementara (vorläufige Versicherten Karte) sampai kamu mendapat kartu asuransi yang asli.

Jika saya ingin mengurus asuransi setelah sampai di Jerman, apa yang harus saya lakukan?

  1. Pergi ke salah satu cabang dari perusahaan asuransi yang kamu pilih (AOK / TK / Barmer GEK / DAK)
  2. Katakan bahwa kamu ingin mengurus asuransi student (Studentische Krankenversicherung)
  3. Mengisi formulir yang ada (termasuk data-data bank kamu karena pembayaran dilakukan dengan cara autodebit)
  4. Nantinya kamu akan mendapatkan bukti asuransi Versicherungsbescheinigung
  5. Menyerahkan Versicherungsbescheinigung kepada pihak universitas saat Immatrikulation
  6. Menyerahkan Immatrikulationsbescheinigung kepada pihak asuransi beserta pasfoto untuk foto di kartu asuransi
  7. Meminta kartu asuransi sementara
Update (20.09.2013)

Selang 2 minggu setelah saya mendapatkan kartu asuransi sementara saya, akhirnya saya menerima kiriman via pos dari pihak AOK berisi kartu asuransi saya. Kartu ini bentuknya seperti kartu kredit dan memiliki chip. Di kartu ini juga terdapat foto beserta data-data saya.

Aktivasi Rekening di Deutsche Bank

Walaupun kamu sudah memiliki rekening dan mentransfer uang sejumlah 8040 Euro, maka kamu tidak bisa mengakses uang ini sebelum kamu mengaktivasi rekening kamu. 

Untuk melakukan aktivasi, beberapa hal yang diperlukan antara lain:
  • Bukti Stadtsanmeldung
  • Keterangan rekening kamu (bisa dilihat di bukti pembukaan rekening yang kamu terima saat pertama kali membuka rekening)
  • Paspor
  • Nomor telepon di Jerman yang bisa dihubungi
Aktivasi bisa kamu lakukan di cabang Deutsche Bank terdekat di kota kamu. Saya sendiri melakukannya di cabang Deutsche Bank di Marienplatz di München (kamu bisa naik U6 / U3 atau S-Bahn dan berhenti di halte Marienplatz. Cabang Deutsche Bank terletak persis di depan Rathaus (gambar dibawah) dan dekat dengan salah satu pintu keluar halte Marienplatz


Sampai di cabang Deutsche Bank kamu bisa bilang "Ich möchte mein Sperrkonto aktivieren" dan nanti petugas disana akan mengurus aktivasi kamu. Oh ya, perlu sekitar 1-2 minggu sampai kamu mendapatkan kartu ATM (EC Karte) kamu. Nanti kartu ini akan dikirim ke alamat kamu.

Update (18.09.2013)

Kira-kira 1 minggu setelah saya mengaktivasi rekening di Deutsche Bank, akhirnya dikirim juga kartu ATM saya ke tempat tinggal saya lewat pos. Bersamaan dengan kartu ATM ini saya juga mendapat 1 surat lagi, yaitu online PIN saya untuk layanan online banking. Beberapa hal yang perlu diperhatikan masalah kartu ATM dan Online Banking:
  • Kartu ATM ini masih tidak bisa kamu pakai, kamu harus menunggu nomor PIN kamu dikirim. Ini akan dikirim juga per pos tapi secara terpisah, sekitar 5 hari setelah kamu mendapatkan kartu ATM. Setelah kamu mendapatkan nomor PIN ini, baru kamu bisa melakukan transaksi di ATM (mengambil uang, transfer, dll.). Kamu juga bisa mengganti PIN ini sesuai dengan keinginan kamu.
  • Untuk Online Banking, pertama kamu akan mendapatkan online PIN. Dengan online PIN ini kamu sudah bisa login ke layanan Online Banking Deutsche Bank. Tapi kamu masih belum bisa melakukan transaksi misal transfer uang, dll. Untuk login ke online banking Deutsche Bank, kamu membutuhkan nomor cabang Deutsche Bank kamu (3 digit), nomor rekening (7 digit) dan online PIN kamu. Info tentang nomor cabang dan nomor rekening bisa kamu lihat di file yang dikirimkan oleh Deutsche Bank saat kamu membuka rekening pertama kali.
  • Sekitar 2-3 hari kemudian kamu akan mendapat satu surat lagi dari Deutsche Bank yang berisi daftar nomor TAN kamu. Di surat ini berisi 100 buah nomor TAN. Nomor ini kamu masukkan bila kamu akan melakukan transaksi. Nanti setiap transaksi (misal transfer) kamu akan diminta memasukkan TAN tertentu, kamu bisa melihatnya di daftar nomor TAN ini. 
  • Sekitar 1 minggu setelah kamu mendapat kartu ATM (EC Karte) dari Deutsche Bank, kamu akan mendapat nomor PIN kamu per pos. Dengan nomor PIN ini kamu sudah bisa melakukan transaksi seperti menyetor uang, mengambil uang, transfer di mesin ATM Deutsche Bank.
Apa yang terjadi bila uang saya lebih dari jumlah minimum yang diminta?
Untuk mengajukan visa ke Jerman dibutuhkan jumlah uang di rekening sebesar 8.040 Euro sementara untuk memperpanjang visa / aplikasi ijin tinggal di München dibutuhkan uang sekitar 7.908 Euro di rekening. Bila saldo rekening kamu melebihi jumlah ini, maka kamu bisa mengambil jumlah lebihnya kapan saja. (Info ini saya dapat dari petugas di Deutsche Bank setelah saya tanyakan mengenai hal ini)

Stadtsanmeldung

Setelah kamu sudah mendapatkan akomodasi di Jerman, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mendaftarakan tempat tinggal kamu ini (Stadtsanmeldung). Stadtsanmeldung ini harus dilakukan maksimal 8 hari setelah kamu datang di Jerman (atau setelah mendapat akomodasi) dan jika lebih dari itu maka akan dikenakan denda. 

Apa saja yang perlu dibawa saat Stadtsanmeldung?
Cukup mudah sih, kamu hanya perlu Paspor kamu dan alamat kamu di Jerman. Tapi untuk berjaga-jaga, ada baiknya juga membawa:
  • Formulir Anmeldung (jika ada)
  • Fotokopi Paspor
  • Mietvertrag
  • Immatrikulationsbescheinigung
Dimana saya bisa melakukan Stadtsanmeldung?
Stadtsanmeldung dilakukan di Bürgerbüro. Untuk München bisa dilihat di sini. Di website itu kamu pertama-tama harus memasukkan nama marga kamu, nanti akan dipandu oleh website tersebut dimana tepatnya kamu bisa melakukan Anmeldung. Karena untuk berbagai inisial nama marga ada Wartezone (waiting room) yang berbeda-beda. 

Untuk melakukan Anmeldung sangat sangat disarankan untuk datang pagi hari, kalau bisa sebelum kantor Bürgerbüro buka. Sehingga nantinya saat mengantri kamu bisa mendapat nomor antrian awal-awal dan cepat selesai. Saya sendiri waktu itu datang sekitar pukul 8.00, dimana kantor buka pukul 8.30 dan mendapat nomor antrian 10. Semakin siang kamu datang maka tentunya nomor antriannya makin besar. Setelah kamu mendapat nomor antrian, nantinya kamu akan dipanggil ke ruangan tertentu. Disitu kamu cukup mengatakan kepada orang yang bersakutan "Ich möchte mich anmelden". Mereka juga kebanyakan bisa berbahasa Inggris. Nantinya kamu akan diminta untuk menyerahkan paspor serta mereka juga akan menanyakan alamat kamu disini. Petugasnya biasanya cukup ramah dan bersahabat. Setelah selesai kamu akan diminta untuk mengecek kembali data kamu, dan kemudian mendapatkan Bestätigung atau bukti bahwa kamu telah mendaftarkan diri di kota kamu.

Dimana letak Bürgerbüro?
Kamu bisa mencari alamat Bürgerbüro kota kamu di google (Bürgerbüro "kota kamu"). Untuk di München tempat ini terletak di Ruperstraße (U6 Poccistraße, keluar di pintu keluar dengan tulisan Kreisverwaltungsreferat)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...