Tuesday, September 10, 2013

Setelah Mendapat Zulassung: Persiapan untuk Immatrikulation

Hari yang ditunggu ternyata sudah tiba, akhirnya kamu mendapat Zulassung (surat penerimaan) dari universitas yang dituju. Tapi tunggu dulu, Zulassung ini bukan berarti kamu bisa langsung belajar di universitas tersebut. Kamu harus memenuhi beberapa syarat-syarat yang diminta untuk bisa melakukan Immatrikulation (daftar ulang) untuk benar-benar terdaftar di universitas tersebut.

Jika jurusan kamu zulassungsfrei:
Ini berarti kamu tinggal datang pada tanggal yang ditentukan (tanggal Immatrikulation tertera di Zulassung) untuk melakukan Immatrikulation. Biasanya bersamaan dengan Zulassung akan ditulis juga apa saja yang harus dibawa pada saat Immatrikulation.

Jika jurusan kamu zulassungsbeschränkt (ada NC):
Biasanya dikarenakan jumlah Studienplatz yang terbatas maka kamu diminta untuk memberikan kabar kepada pihak universitas secepatnya, apakah kamu jadi mengambil tempat ini atau tidak. Bersamaan dengan Zulassung biasanya akan dikirimkan juga Annahmeerklärung, semacam dokumen yang menyatakan bahwa kamu menerima Studienplatz ini. Jika kamu masih kurang yakin ingin mengambil tempat di universitas tersebut dan masih menunggu Zulassung dari universitas lain, saran saya tetap ambil saja Studienplatz yang telah ditawarkan, karena sebelum kamu melakukan Immatrikulation biasanya masih bisa kamu tolak lagi. Saya sendiri sebelum mendapatkan Zulassung dari TUM terlebih dulu mengambil Studienplatz dari Uni Bonn, dan setelah saya mendapatkan Zulassung dari TUM saya kembali mengabarkan bahwa saya harus kembali menolak Studienplatz tersebut karena sudah melakukan Immatrikulation di universitas lain.

Setelah kamu mendapatkan Zulassung, ada beberapa hal yang harus kamu penuhi untuk bisa melakukan Immatrikulation (daftar ulang), yaitu:
  • Membayar Studienbeitrag.
    Untuk masalah Studienbeitrag, saya sarankan untuk mentransfer biaya ini dari Indonesia, jika kamu tidak ada kenalan yang bisa diminta tolong untuk mentransfer dari rekening Jerman, karena aktivasi rekening di Deutsche Bank sendiri (setelah nanti kamu sampai di Jerman) butuh beberapa minggu sehingga lebih baik melakukan transfer ini dari Indonesia untuk menghindari kerepotan masalah transfer biaya.
  • Menyelesaikan masalah asuransi.
    Asuransi yang dimaksud adalah asuransi pemerintah di Jerman (gesetzliche Krankenversicherung) bukan asuransi swasta. Biaya asuransi pemerintah di Jerman sama untuk semua perusahaan asuransi pemerintah, yaitu sekitar 79 Euro per bulan untuk mahasiswa. Beberapa perusahaan asuransi pemerintah di Jerman antara lain AOK, TK, Barmer GEK, DAK, dll. Kebanyakan mahasiswa disini memakai TK atau AOK. Untuk mendaftar asuransi, kamu harus punya alamat di Jerman. Alamat ini bisa kamu tuliskan alamat teman kamu yang telah tinggal di Jerman jika kamu belum punya tempat tinggal disini. Nanti kartu asuransi akan diantarkan ke alamat tersebut. Untuk mendaftar asuransi mahasiwa, cukup tuliskan email kepada pihak asuransi yang kamu tuju, biasanya mereka akan mengirimkan sebuah formulir pendaftaran yang bisa kamu isi. Formulir ini tinggal kamu isi, tanda tangan, kemudian kirimkan juga bukti Zulassung (surat penerimaan) kamu dari universitas serta fotokopi Paspor kamu. Semua dokumen ini dikirimkan kembali lewat email ke kontak kamu tersebut, dan beberapa waktu kemudian kamu akan mendapatkan dokumen tentang Versicherungsbescheinigung yang intinya mengatakan bahwa kamu telah terasuransi di perusahaan tersebut. Bukti ini kamu print dan serahkan kepada universitas kamu untuk bisa melakukan Immatrikulasi.
Di TUM sendiri proses Immatrikulasi dilakukan secara online di account TUM kamu, jadi setelah kamu menyelesaikan 2 syarat diatas, maka kamu akan otomatis langsung terimmatrikulasi dan bisa mendownload beberapa dokumen-dokumen seperti Immatrikulationsbescheinigung, dll. Selain itu kamu juga sudah bisa mengambil Student Card (Studentenausweis) kamu setelah nanti sampai di Jerman.

Wednesday, August 14, 2013

TestAS

TestAS (Test für Ausländische Studierende) merupakan semacam tes kemampuan akademik atau tes IQ untuk mahasiswa asing. Untuk saat ini partisipasi dalam TestAS tahun 2013 ini masih gratis tapi rumornya dalam waktu dekat akan mulai dikenakan biaya.

Apa saja yang dijadikan bahan TestAS?
TestAS dibagi dua, yaitu Kerntest dan tes berdasarkan modul pilihan. Kerntest (Core test) berisi pertanyaan secara umum, seperti Matematika, bahasa, dll. (seperti halnya dalam tes IQ). Selain itu kamu juga diberi kesempatan untuk memilih satu dari 4 modul yang ada. Pilihlah modul yang sesuai dengan jurusan yang akan kamu tuju. 4 modul yang ada, yaitu:
  • Geistes- , Kultur- und Gesellschaftswissenschaften (Humanities, Cultural Studies, and Social Sciences)
  • Ingenieurwissenschaften (Engineering)
  • Mathematik, Informatik, und Naturwissenschaften (Mathematics, Computer Science, and Natural Sciences)
  • Wirtschaftswissenschaften (Economics)
Bagaimana caranya berpartisipasi dalam TestAS?
Pertama-tama yang kamu butuhkan adalah nomor TAN untuk mendaftar TestAS. Nomor TAN ini bisa kamu peroleh di Testzentrum (test centre) TestAS. Link ini berisi daftar test centre TestAS di Indonesia dan di seluruh dunia. Untuk Testzentrum di Jerman, klik di sini

Setelah mendapatkan nomor TAN, buka link ini (for test takers / Teilnehmer) kemudian klik menu "Anmeldung zur Prüfung". Disini kamu bisa memilih dimana kamu akan mengikuti testAS. Nantinya kamu akan diberi pilihan modul apa yang akan kamu pilih serta bahasa tes yang kamu mau. Tes ini bisa dilakukan dalam bahasa Inggris atau Jerman. Setelah itu, kamu akan diminta mengisi data untuk account pribadi kamu di testas.de. Account ini akan kamu gunakan untuk mendownload bukti pendaftaran yang harus kamu bawa pada saat hari H, serta mendownload sertifikat hasil testAS kamu. 

Setelah kamu berhasil membuka account di testas.de dan mendaftar testnya, dalam beberapa hari kamu akan mendapatkan bukti pendaftaran yang harus kamu bawa pada saat hari berlangsungnya tes. Tes berlangsung sekitar 6 jam (3 jam untuk Kerntest dan 3 Jam untuk tes modul). Hasil dari testAS bisa kamu dapatkan kurang lebih 1 bulan setelah tes, dan bisa didownload di account kamu.

Apa keuntungan TestAS?
Jika kamu memiliki hasil TestAS yang bagus maka ini akan membawa keuntungan pada saat aplikasi universitas. Beberapa universitas akan menurunkan nilai kamu jika testAS kamu baik. Misal nilai FSP kamu 1,7, di beberapa universitas jika nilai TestAS kamu mencapai standar tertentu akan mendapat potongan nilai yang cukup besar, misal 0,4. Jadi di universitas ini nilai kamu dianggap 1,3. Namun memang tidak semua universitas menawarkan keuntungan untuk peserta TestAS. Untuk mengetahui apakah ada keuntungan bagi peserta TestAS, hubungi universitas masing-masing. Dalam pengiriman aplikasi, saya sarankan untuk selalu mengirim hasil TestAS jika memang hasilnya bagus, siapa tahu bisa jadi bahan pertimbangan untuk diterima di universitas tersebut.

Tuesday, August 13, 2013

Mengisi Antrag auf Zulassung untuk Pendaftaran Universitas

Seperti yang sudah saya tulis di post ini, ada berbagai macam jenis Antrag auf Zulassung yang diminta oleh universitas. Antrag mana yang diminta oleh universitas, tergantung universitas itu sendiri. Nah, berikut akan saya coba tuliskan cara pengisian Antrag auf Zulassung ini. Antrag yang saya pakai dalam contoh ini adalah Antrag standar dari DAAD. Sebenarnya sih pertanyaan / yang harus diisi di Antrag DAAD dan Antrag lain dari universitas tidak terlalu beda jauh.

Antragnya sendiri bisa didapatkan disini

Sedikit petunjuk sebelum pengisian: Yang disii disini adalah kotak dengan border warna biru. Untuk kotak berwarna abu-abu di sebelah kanan, itu jangan diisi. Ini akan diisi oleh Sachbearbeiter (bagian dari Universitas yang mengurus pendaftaran kamu)

  • Wintersemester / Sommersemester (pilih semester yang akan kamu ikuti)
  • an der (tuliskan nama universitas kamu)
Angaben zum beabsichtigten Studium
  • Studiengang 1. Wahl: Umumnya yang perlu diisi hanyalah 1. Hauptfach oder Kernfach (kotak pertama). Jika misal kamu memilih jurusan yang memang 2 Fächer (double degree) maka isi juga kotak kedua. Saya sendiri hanya mengisi kotak pertama, karena saya hanya berniat melanjutkan studi S1 untuk 1 jurusan saja. Untuk Fachsemester, tulis 1 jika kamu ingin melanjutkan studi mulai dari semester pertama.
  • Angestrebter Studienabschluss in Deutschland: untuk Bachelor dan Master saya rasa cukup jelas. Promotion ini maksudnya Doktor (S3). Sedangkan perlu diperhatikan untuk Staatsexamen, ada beberapa jurusan S1 di Jerman misal Lebensmittelchemie, Medizin, Zahnmedizin, dll. dimana kamu akan harus mengikuti Staatsexamen. Jadi untuk ini pilih Staatsexamen. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Studienabschluss (gelar) yang kamu dapat, coba lihat di website universitas yang akan dituju.
  • Studiengang 2. Wahl: Ini maksudnya jurusan cadangan. Jika kamu tidak diterima di jurusan pertama, maka kamu akan dimasukkan di jurusan kedua. Tapi syaratnya jurusan yang kamu pilih di 2. Wahl ini tidak boleh jurusan yang zulassungsbeschränkt.
 Angaben zur Person (harus ditulis sesuai dengan paspor)
  • Familienname: Nama belakang
  • Vorname und Namenszusätze: Nama depan dan nama tengah
  • Staatsangehörigkeiten: INDONESIEN

Korrespondenzadresse
Alamat ini akan menjadi tujuan dari pengiriman dokumen kamu. Bisa ditulis alamat rumah kamu di Indonesia atau alamat saudara / teman di Jerman yang kamu minta untuk menerima dokumen-dokumen dari Jerman bagi kamu
  • c/o: ini maksudnya nama dari penerima yang dituju (jika akan dikirimkan ke tempat tinggal kamu, maka tulis nama kamu. Jika akan dikirimkan ke orang lain yang kamu tuju, misal sanak saudara atau teman di Jerman, tuliskan nama mereka)
Angaben zur Vorbildung
  • Schulausbildung: 
    • untuk bagian von-bis, cukup tuliskan tahunnya saja. Nanti bisa kamu perjelas dengan bulannya di Lebenslauf kamu. Tuliskan secara rinci riwayat sekolah kamu dari SD hingga SMA.
  • Schulabschlusszeugnis: (untuk SMA di Indonesia berarti Ijazah)
    • Datum: tanggal dibuatnya Ijazah kamu, ini akan tertera di Ijazah. Tulis sesuai apa yang tertera disana. 
    • Originalbezeichnung: Jika Schulabschluss kamu berupa Ijazah, tulis IJAZAH (SMA).
    • Staat: Negara yang mengeluarkan, berarti INDONESIEN
  • Haben Sie eine Hochschulaufnameprüfung gemacht? Ini maksudnya tes masuk universitas (semacam SNMPTN. Jika kamu pernah mengikuti, tulis tanggal tepatnya kamu mengikuti, dan jenis tes yang kamu ikuti. Saya mengosongi bagian ini karena saya tidak pernah mengikutinya
  • Studienkolleg / Feststellungsprüfung. Beberapa hal yang harus diisi di kolom ini antara lain:
    •  Untuk kolom von-bis, tulis bulan dan tahun kamu mengikuti Studienkolleg (tidak perlu di satu kotak, bisa menggunakan kotak berikutnya jika tidak cukup)
    • Di kolom Ihre Angaben, tuliskan Nama Studienkolleg kamu, kota dimana kamu mengikuti Studienkolleg tersebut, kemudian dibawahnya tuliskan tanggal kamu memperoleh Ijazah Feststellungsprüfung (tertera di Ijazah FSP) dan berapa kali kamu mengikuti Feststellungsprüfung.
  • Studium, weiterführende ausbildung, Praktika...: Isilah dengan kegiatan Vorpraktikum / Praktikum (magang) yang pernah kamu lakukan yang sudah selesai. Tuliskan kapan kamu mengikuti kegiatan ini (von-bis), kemudian apa jabatan kamu, di bagian apa kamu melakukannya, nama perusahaan tempat kamu melakukannya. 
  • Tätigkeiten bis zur Antragsstellung: Apa yang kamu lakukan sampai pada saat kamu mengisi Antrag ini, yang relevan dengan universitas. Misalnya: Vorpraktikum yang masih berjalan, les bahasa Jerman, menjadi voluntir di sebuah organisasi, dll.
Sprachkenntnisse
  • Deutschkenntnisse
    • Haben Sie Deutsch gelernt: pastinya, ja.
    • Wenn Ja, wo? Tuliskan kota/negara dimana kamu terakhir belajar bahasa Jerman. Untuk saya, saya menulis Jakarta, Indonesien
    • Welches Niveau? Tingkatan terakhir bahasa Jerman kamu. Untuk lulusan Studienkolleg berarti C1
    • Wie viele Stunden? Karena saya menuliskan C1, saya tuliskan 800 jam. Ini hanya perkiraan saja sih, karena di internet tertulis bahwa lulusan C1 sudah mengikuti pelajaran bahasa Jerman kira-kira 800 jam. Untuk lulusan B1 sekitar 480 jam.
    • Genaue Bezeichnung der Institution: Nama institut / tempat dimana kamu terakhir belajar bahasa Jerman. Ini saya tulis Studienkolleg Indonesien. Bisa juga ditulis misal Goethe Institut Jakarta.
    • Genaue Bezeichnung erworbener Sprachzeugnisse: Ijazah terakhir yang kamu dapatkan. Karena saya lulusan Studienkolleg, maka bukti kemampuan bahasa Jerman saya adalah Feststellungsprüfung. Saya tulis Feststellungsprüfung, Fach Deutsch. Untuk yang lainnya bisa ditulis misal tes DSH-2, testDAF, Goethe Institut C1
    • Ort und Datum des Erwerbs angeben: Tuliskan tempat dan tanggal yang tertera di Ijazah.
    • Untuk kolom-kolom Haben Sie, pilih Ja / Nein. Jika semua kamu isi Nein, maka pilih Ja di Sonstige Nachweise. Pada kotak Genaue Bezeichnung tuliskan lagi Genaue Bezeichnung erworbener Sprachzeugnisse (untuk saya, Feststellungsprüfung, Fach Deutsch)
    • Note, Niveaustufe: Nilai yang tertera pada sertifikat kamu, kemudian tingkatan yang tertera pada sertifikat (apakah B1, B2, atau C1)
    • Befinden Sie sich zur Zeit in einem Deutschkurs, Genaue Bezeichnung der Institution: Jika kamu saat ini masih les bahasa, pilih Ja dan tuliskan tempat lesnya. Jika tidak, cukup pilih Nein.
  • Englischkenntnisse: Jika kamu memang pernah mengikuti tes bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS, tuliskan juga hasilnya dan jangan lupa menyertakan legalisir dari sertifikatnya pada saat pengiriman dokumen. Untuk S1 dimana pelajaran kebanyakan semua dalam bahasa Jerman, tidak perlu menyertakan dokumen ini / mengisi bagian ini jika memang tidak pernah mengikuti.
  • Weiter Sprachkenntnisse: Yang dimaksud disini adalah kemampuan bahasa yang bisa dibuktikan dengan sertifikat. Jadi, misal saya selain bahasa Inggris bisa bahasa Mandarin, tapi karena saya belum pernah mengikuti tes bahasa ini (tidak ada bukti konkret) maka saya tidak melampirkannya dalam formulir. Untuk Note dan Niveaustufe, sesuaikan dengan standar Jerman (Nilai 1-5, Stufe A1 - C2)
Weitere zulassungsrelevante Fragen
  • Studienfinanzierung: Jika kamu mendapatkan beasiswa, pilih Ja pada pertanyaan Erhalten Sie ein Stipendium, tuliskan juga siapa yang memberikan kamu beasiswa. Jika tidak (kuliah dibiayai sendiri), tuliskan "Familie" atau "Eltern" pada Andere Finanzierungsquellen
  • Ist Ihnen...Asylrecht gewährt worden: Nein
  • Kann der beantragte Studiengang im Heimatland studiert werden? Ada tidak jurusan ini di Indonesia. Jika ada pilih Ja, jika tidak Nein. Isi pertanyaan ini dengan jujur. Misal, tidak mungkin kan jika anda menuliskan akan kuliah di jurusan Informatik lalu mengaku bahwa jurusan ini tidak ada di Indonesia?
  • Gehören Sie...Minderheit im Ausland an? Nein
  • Nehmen Sie an einem Austauschprogram mit unserer Hochschule teil? Jika kamu mengikuti program exchange, pilih Ja. Tulis jenis program yang kamu ikuti pada bagian "An Welchem?" dan universitas asal kamu pada bagian "Heimathochschule". Jika tidak, pilih Nein. 
Ablegen dest TestAS
  •  Haben Sie den TestAS abgelegt? Pilih Ja jika kamu pernah mengikuti TestAS. Di pertanyaan selanjutnya, tuliskan hasil TestAS kamu sesuai yang tertera di sertifikat. Sertifikat TestASnya juga harus kamu sertakan pada saat pengiriman aplikasi. Sebagai info: Standardwert maksudnya "Standard Score" dan Prozentrang maksudnya "Percentile Rank". Ini juga ditulis secara jelas di sertifikat.
  • Jika kamu tidak mengikuti TestAS atau kamu mengikuti semacam test IQ yang sejenis, bisa juga disertakan di pertanyaan nomor 7.2, tentunya dengan menyertakan bukti keikutsertaan kamu. 
Andere Bewerbungen
  • Haben Sie sich bereits in früheren Semester an unserer Hochschule beworben? Jika kamu baru pertama kali mendaftar, pilih nein. Jika Ja, tuliskan kapan kamu mendaftar (Wintersemester atau Sommersemester, berikut tahunnya). 
  • Nennen Sie alle weiteren deutschen Hochschulen...haben. Tuliskan 3 universitas lainnya dimana kamu mendaftar saat ini atau yang pernah kamu daftar.
Besondere Gründe für die Wahl der Hochschule
Disini kamu menulis sedikit alasan kenapa kamu ingin mendaftar di universitas ini, semacam versi singkat dari Motivationsschreiben. Tidak perlu terlalu lengkap, asal memenuhi tempat yang ada. Untuk versi yang lebih panjangnya nanti bisa kamu tambahkan di Motivationsschreiben kamu.

Antrag auf Zulassung zur Feststellungsprüfung
  • Beantragen Sie zum kommenden Semester die Aufnahme in ein Studienkolleg...Feststellungsprüfung? Untuk lulusan Studienkolleg atau untuk kamu yang tidak memerlukan Studienkolleg, pilih Nein.
  • Haben Sie bereits an einer Aufnahmeprüfung zum Studienkolleg teilgenommen? Jika kamu lulusan Studienkolleg pastinya pernah mengikuti Aufnahmeprüfung. Pilih "Ja" dan jika kamu mengikuti Prüfung sekali, tulis "1" pada pertanyaan Wie oft. Tuliskan juga tempat dan tanggal kamu mengikuti ujian ini.
Untuk pertanyaan lainnya saya rasa cukup jelas, namun untuk lebih memperjelas berikut saya sertakan contoh Antrag yang diberikan oleh inobis

Friday, July 26, 2013

What to do after Visa Application: Proses Menunggu Visa sampai Keluar

Pada post beberapa waktu lalu (klik di sini) saya telah menuliskan prosedur pembuatan visa. Nah setelah kita mengajukan visa, maka kita masuk ke fase yang menurut saya paling nggak enak, menunggu visa keluar.

Berapa lama proses pengerjaan visa?
Proses pengerjaan visa sendiri sangat berbeda-beda. Ada beberapa teman saya yang mendapat visa hanya dalam waktu 2 minggu atau 3 minggu. Saya sendiri memerlukan waktu 5 minggu untuk mendapatkan visa, padahal saya dan teman-teman sama-sama mengajukan ke kota yang sama, Hannover.

Karena merasa was-was dengan visa yang tidak kunjung keluar, maka saya pun menelepon kedutaan menanyakan status visa saya. Sayangnya jawaban kedutaan kurang memuaskan. Saya hanya disuru menunggu telefon. Pada saat itu saya agak takut ditolak, karena memang proses aplikasi saya agak 'beda'. Oleh petugas loket visa ijazah SMA saya beserta terjemahannya dikembalikan karena menurut petugas tersebut cukup memakai ijazah Studienkolleg dan Zulassung dari Uni Hannover, sementara hampir semua teman saya yang mengajukan visa memerlukan ijazah SMA. 

Apa yang bisa dilakukan jika visa tak kunjung keluar?
Karena penasaran kenapa visa saya membutuhkan waktu yang cukup lama (dibandingkan teman-teman yang lain yang hanya membutuhkan 2-3 minggu) maka saya pun memutuskan untuk mengontak pihak Ausländerbehörde (ABH) Hannover. ABH ini yang memutuskan apakah visa kamu disetujui atau tidak. Pada saat itu saya megirimkan email ke ABH Hannover, yang saya dapat dari website ini. Untuk kota selain hannover bisa kamu cari di Google dengan keyword Ausländerbehörde (kota yang dituju). Email yang saya kirim cukup simpel, seperti ini:

Sehr geehrte(r) Damen und Herren,

mein Name ist Felicia. Ich bin Absolventin des Studienkollegs und werde an der Uni Hannover studieren. Ich habe vor einem Monat ein Visum beantragt. Bis jetzt habe ich leider keine Rückmeldung. Vielleicht wissen Sie, ob mein Antrag Ihnen erreicht hat?

Ich warte auf Ihre Antwort. Vielen Dank für Ihre Aufmerksamkeit.

Mit freundlichen Grüßen,
Felicia

Hanya dalam selang waktu kurang dari 30 menit saya sudah mendapat jawaban dari ABH Hannover yang menanyakan data diri saya (Tanggal lahir, Kewarganegaraan, Kota yang akan dituju di Jerman). Setelah memberikan data ini email saya pun langsung disalurkan ke pihak yang berwenang untuk masalah visa. Beberapa menit kemudian, saya mendapat kejelasan tentang masalah visa saya.

Die deutsche Auslandsvertretung hat Ihren Antrag unter Verschweigefrist ab dem 20.06.13 angekündigt.

Das heißt, dass sie in eigener Zuständigkeit nach Ablauf von 3 Wochen und 2 Arbeitstagen über das Visum entscheiden wird, sofern wir die Verschweigefrist nicht unterbrechen. Die Frist ist von uns nicht unterbrochen worden.

Wir dürfen Sie daher bitten direkt mit der Auslandsvertretung in Kontakt zu treten, da wir in der Visaangelegenheit nicht weiter tätig werden.

Apa maksud dari Verschweigefrist?
Pertama kali membaca ini saya jujur merasa bingung apa yang dimaksud dengan Verschweigefrist dan Versweigefrist nicht unterbrechen.  Setelah melakukan sedikit research di internet, saya baru menemukan jawaban tentang ini. 
Dari sini saya sedikit lebih mengerti tentang proses pengajuan visa. Setelah kamu mengajukan di kedutaan Jerman di Jakarta, maka dokumen kamu akan dikirimkan ke pihak ABH kota yang dituju. Verschweigefrist ini bisa dikatakan sebagai 'period of silence'. Jadi jika selama Verschweigefrist ini pihak ABH di Jerman tidak merespon apa-apa (tidak mengajukan keberatan), maka ini dianggap bahwa pengajuan visa kamu disetujui. 
Dalam kasus saya, dari ABH Hannover mengatakan bahwa mereka tidak mengajukan keberatan selama Verschweigefrist 3 minggu dan 2 hari. Jadi masalah visa yang tidak kunjung keluar disebabkan oleh kedutaan Jerman. Mereka pun menyarankan agar saya menanyakan tentang hal ini ke kedutaan Jerman. 

Sekali lagi saya mengontak kedutaan Jerman, kali ini dengan email untuk memperjelas masalah saya. Saya lampirkan juga jawaban dari ABH Hannover. Akhirnya pihak kedutaan baru memberikan jawaban, bahwa visa saya dalam beberapa 2 hingga 3 hari akan dikirim. Beruntung, setelah 3 hari menunggu akhirnya visa saya bisa keluar juga.

Untuk setiap kota di Jerman saya sendiri kurang tahu apakah Verschweigefristnya sama atau beda, khususnya untuk kota-kota besar yang ramai seperti Berlin, yang menurut banyak orang bisa memakan waktu 2 hingga 3 bulan untuk pengerjaan visa. Namun jika memang sudah merasa menunggu lebih dari 1 bulan dan visa belum kunjung keluar, bisa juga mengontak ABH di kota yang akan dituju untuk menanyakan keadaannya.

 

Friday, July 5, 2013

Mendapatkan Bukti Finansial untuk Visa Studi

Salah satu syarat untuk pengajuan visa studi adalah melampirkan bukti finansial untuk membiayai studi kita selama di Jerman. Ini berupa surat bukti bahwa account pelajar kita di Deutsche Bank sudah diisi uang sebanyak minimal 8.040 Euro. Untuk petunjuk pembukaan account dengan Deutsche Bank klik link ini.

Untuk mendapatkan surat dari Deutsche Bank ini yang perlu dilakukan adalah:
  • Mentransfer uang sebanyak 8.040 Euro. Jumlahnya bisa lebih dari jumlah ini tapi pastinya tidak boleh kurang dari jumlah ini. Perlu diperhatikan bahwa proses transfer antar bank luar negeri biasanya dikenakan biaya administrasi dsb sehingga lebih baik menambahi sedikit jumlah uang yang akan ditransfer. 
  • Setelah mentransfer tulis email ke db.student@db.com yang isinya menyampaikan bahwa kamu sudah mentransfer uang. Contoh email saya seperti ini:
Subject: Bestätigung zur Beantragung des Visums

Sehr geehrte(r) Damen und Herren,

meine Daten:

(disini saya mengisi data-data sebagai berikut:)
(nama), geb. 01.01.01 (tanggal lahir)
Filialnummer
Kontonummer
Bankleitzahl
IBAN
Bank ID Code
(informasi ini bisa didapat dari bukti pembukaan rekening yang dikirimkan oleh Deutsche Bank)

ich habe die Geldsumme ... Euro für die Finanzierung meines Studiums in Deutschland überweisen. Ich brauche einen Nachweis / eine Bestätigung von Ihnen, um das Visum zu beantragen. Wann kann ich die Bestätigung erhalten?

Anbei schicke ich Ihnen den Zahlungsbeleg.

Sertakan juga scan dari bukti transfer kamu.
  • Sekitar 2 hari setelah saya melakukan transfer saya mendapatkan email dari Deutsche Bank, yang berisi bukti bahwa uang yang saya transfer sudah diterima. Bukti ini di print sebanyak 2 lembar dan dibawa untuk mengajukan visa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...