Tuesday, July 18, 2017

Menulis Bachelorarbeit

Salah satu syarat kelulusan dari universitas di Jerman adalah menulis Bachelorarbeit (BA) atau Skripsi. BA ini selain menentukan kelulusan, juga berperan besar atas nilai akhir kita, karena jumlah kredit poin yang besar. Di jurusan saya sendiri, BA memiliki 12 kredit poin. Di post kali ini saya ingin membagikan pengalaman langkah-langkah yang saya jalani dari awal hingga selesai menulis BA.

1. Mencari tema

Proses pertama ini gampang-gampang susah. Saya sendiri cukup beruntung karena cukup cepat mendapatkan tema yang saya minati. Untuk mendapatkan tema BA, maka kamu harus rajin-rajin mengunjungi website institut masing-masing untuk melihat apakah ada lowongan tema. Misal di fakultas saya di TUM, setiap professor memiliki Lehrstuhl / Chair yang aktif mengerjakan riset -- baik itu untuk proyek S3 maupun riset umum. Di website Lehrstuhl ini biasanya banyak di posting lowongan tema-tema yang tersedia. Selain itu, bisa juga gabung ke mailing-list fakultas (jika ada). Saya juga menemukan banyak lowongan tema dari mailing ini. Jika dengan metode-metode diatas masih belum ketemu juga tema yang pas, maka kamu bisa mencoba mengkontak calon supervisor kamu secara langsung. Biasanya calon supervisor adalah mahasiswa S3. Jika tema riset mereka cocok dengan minat kamu, maka kamu bisa kirim email atau menghubungi secara langsung dan menanyakan apakah mereka memiliki tema BA untuk kamu.

Banyak perusahaan-perusahaan juga menawarkan tema untuk BA. Untuk mendaftarkan diri, caranya sama dengan jika kamu ingin mendaftar untuk magang / mencari pekerjaan. Tapi karena saya sendiri mengerjakan BA di Uni, maka saya sendiri kurang tahu apa bedanya atau bagaimana formalitasnya jika kamu ingin menulis BA secara extern sehingga tidak akan menjelaskan tentang penulisan BA di luar Uni.

2. Membuat Janji dengan Calon Supervisor

Setelah mengontak beberapa calon supervisor yang memiliki tema yang saya minati, maka mereka akan menyarankan untuk membuat janji untuk bertemu. Di pertemuan ini calon supervisor menjelaskan lebih detil tema yang mereka punya, metode apa saja yang akan digunakan, dimana saya akan mengerjakan. Disini saya juga diberi kesempatan untuk bertanya jika ada yang kurang jelas. Misalnya saat itu saya menanyakan seberapa sering saya harus berada di labor, apakah bisa menulis BA dalam bahasa Inggris, dll. 

Soal penulisan BA dalam bahasa Inggris, bisa coba kamu tanyakan dengan supervisor. Di kasus saya, supervisor saya tidak keberatan saya menulis BA dalam bahasa Inggris.


3. Membuat Keputusan

Setelah pertemuan dengan masing-masing calon supervisor, mereka memberi waktu saya untuk mempertimbangkan lagi. Saya sendiri butuh waktu sekitar 3 hari. Setelah memutuskan, maka saya mengirimkan email ke supervisor yang saya inginkan bahwa saya akan mengambil tema tersebut dan mengkontak supervisor yang lainnya bahwa saya sudah menemukan tema lain. 

4. Masa Awal

Setelah mendapatkan tema, maka saya membuat janji lagi dengan supervisor, mulai kapan saya bisa mulai mengerjakan. Di hari-hari pertama ini supervisor saya memberikan rincian tugas-tugas yang harus diselesaikan di BA ini, menunjukan alat-alat yang dipakai, dan bagaimana memakai alat tersebut. Karena di masa-masa awal ini tugas saya belum terlalu banyak, saya memilih untuk memakai waktu ini untuk sedikit belajar teori. Jadi, saya meminta literatur-literatur dari supervisor yang bsia saya baca untuk lebih mendalami tema. Selain itu, saya juga mendiskusikan ke supervisor, kapan saya harus mendaftarkan BA saya ke fakultas. Setelah mendaftarkan BA ke fakultas, maka fakultas akan menetapkan tanggal deadline pengumpulan BA

5. Masa Percobaan

Di masa percobaan ini maka saya harus sering berada di labor untuk melakukan percobaan. Untuk bisa keep track apa saja yang sudah saya kerjakan dan percobaan apa yang masih perlu saya lakukan, maka saya merencanakan percobaan saya dengan semacam tabel to-do list. Tabel ini berguna bagi saya karena di labor tempat saya percobaan, alat-alat percobaan harus di-booking dulu 1 minggu sebelumnya. Tabelnya kurang lebih seperti ini:
 
Supervisor saya mengharuskan saya mengulang sebuah percobaan sebanyak 3x untuk mendapatkan hasil yang valid. 
Di masa percobaan ini saya belum memiliki data yang lengkap untuk diolah, sehingga setelah pulang dari labor saya tidak memiliki terlalu banyak tugas. Di masa-masa ini saya menyempatkan diri untuk mulai menulis bab teori dan material/metode. Dengan ini saya memiliki lebih banyak waktu untuk meminta supervisor mengkoreksi tulisan saya. 

Dalam penulisan teori maka saya perlu untuk mencari literatur. Biasanya literatur saya dapatkan dengan melakukan search di Google Scholar (scholar.google.com). Akses untuk membaca atau download artikel jurnal saya dapatkan dengan cara login account universitas. Biasa universitas menyediakan akses gratis ke banyak jurnal-jurnal ilmiah. Untuk me-manage artikel-artikel yang pastinya berjumlah banyak sekaligus membantu dalam membuat daftar pustaka, maka saya menggunakan program EndNote. Alternatif lain adalah program Citavi. Tutorial penggunaan EndNote / Citavi saya dapatkan di Youtube dan Web Course perpustakaan universitas. Setelah mendownload suatu artikel, biasanya saya langsung memasukan artikel tersebut ke EndNote dan membaca artikel dari EndNote (darisitu saya bisa memberi highlight kalimat-kalimat penting, memberi note yang berisi kata kunci / kesimpulan artikel sehingga jika misal saya ingin mencari referensi seputar suatu tema, saya tinggal memasukan kata kunci di EndNote)

6. Pengolahan Data

Di saat-saat terakhir masa percobaan, maka data yang saya punya sudah cukup lengkap untuk diolah. Di masa pengolahan data ini, data yang saya peroleh saya rata-rata dan bandingkan satu sama lain, juga saya konsultasikan ke supervisor, apakah hasil yang saya peroleh ini bisa dimasukkan ke BA atau hasilnya masih kurang bagus karena mungkin ada kesalahan dalam percobaan sehingga perlu diulang lagi. Masa-masa ini cukup membuat stress, terutama jika data yang kita peroleh jelek . Dalam pengalaman saya sendiri, mesin yang saya pakai "rewel" sehingga data yang diperoleh jelek dan saya harus bolak-balik mengulang.

7. Menuliskan hasil dan diskusi

Setelah mendapatkan seluruh data yang saya perlukan, maka saya pun tidak perlu datang lagi ke labor. Data-data yang saya peroleh ini saya olah dalam bentuk grafik maupun tabel, kemudian saya jabarkan di BA. Di bagian diskusi, saya membandingkan data yang saya peroleh dengan literatur yang ada dan memberikan alasan mengapa data saya sama / berbeda dengan literatur. 
Di saat yang sama saya juga meminta supervisor untuk beberapa kali mengkoreksi bab teori dan material / metode yang sudah saya tulis dari mulai masa percobaan. Dari koreksi yang diberikan supervisor ini saya memoles bab ini. Jadi, saat saya menulis bab hasil dan diskusi, supervisor mengkoreksi bab teori. Sebaliknya, setelah bab hasil dan diskusi saya selesai, saya merevisi bab teori yang sudah diperiksa supervisor dan supervisor mengkoreksi bab hasil dan diskusi. Dengan cara ini, maka saya bisa menulis BA secara bergantian, tanpa perlu membuang waktu untuk menunggu revisi selesai.

8. Memoles Penulisan / Bahasa

Di hari-hari terakhir sebelum deadline pengumpulan BA, saya membaca BA saya berulang-ulang dan memeriksa apakah ada kesalahan dalam penulisan atau pun kesalahan bahasa. Selain itu, saya juga meminta beberapa teman-teman untuk ikut memeriksa. Jika memang kamu nantinya meminta teman untuk memeriksa (proofreading), pastikan teman yang bersangkutan memang fasih bahasa tersebut, karena pengalaman saya meminta teman yang tidak terlalu fasih untuk memeriksa, malah ada beberapa kata yang sudah benar tata bahasanya mereka anggap salah. 

9. Mencetak BA

Tahap yang kecil tapi krusial. Saya mencetak BA 1 hari sebelum deadline pengumpulan, sehingga saya masih memiliki waktu untuk pergi ke percetakan lain, jika percetakan pertama tutup / ada kerusakan mesin / terlalu mahal. 

10. Mengumpulkan

Setelah mencetak BA sebanyak 2 jilid, maka saya langsung mengumpulkan BA ke supervisor. Setelah itu, saya menunggu tanggal untuk sidang dan setelahnya tinggal menunggu nilai.


Selamat mengerjakan dan semoga sukses :)

Friday, September 16, 2016

Berlangganan Layanan Gratis di Internet

Jadi kisah ini bermula ketika eBook Reader lama saya rusak dan saya membutuhkan eBook reader baru. Setelah melakukan sedikit Googling dan membandingkan berbagai model eBook reader yang ada di Jerman, saya pun memutuskan untuk membeli Kindle Paperwhite. Beruntung, saat membuka website Amazon, sedang ada diskon dalam rangka Prime Day untuk Kindle yang saya mau pada hari itu, tapi diskonnya hanya untuk member Amazon Prime saja.

Dengan modal ingin membeli Kindle murah, saya pun mendaftar program coba gratis Amazon Prime selama 1 bulan (Kostenlose Prime-Probemitgliedschaft). Setelah membeli Kindle tersebut saya langsung melakukan Kündigung terhadap keanggotaan saya. Ternyata proses Kündigungnya cukup mudah, cukup dengan 1 klik saja dan saya bisa tetap memakai servis Amazon Prime selama sebulan penuh, merasakan fasilitas ongkos kirim gratis dan pengiriman cepat. 

Bermula dari situ maka saya pun belakangan giat mendaftar layanan coba gratis untuk berbagai macam layanan. Semuanya gratis, pendaftaran cepat dan Kündigung juga mudah. Berikut beberapa layanan yang sudah saya coba

1. Amazon Prime
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, untuk mendaftar program ini cukup membuka website ini, lalu klik "Jetzt kostenlos testen". Setelah mendapatkan email konfirmasi, kamu bisa langsung Kündigung keanggotaan kamu. Cara Kündigungnya bisa dilihat disini: https://www.amazon.de/gp/help/customer/display.html?nodeId=201910380. Keanggotaan kamu akan ihentikan 1 bulan setelah pendaftaran, jadi kamu masih bisa menikmati layanan Amazon Prime selama sebulan.

2. Amazon Student
Ini juga layanan Amazon Prime tapi dikhususkan untuk Student. Cukup mendaftar dengan email uni kamu, maka kamu bisa mendapatkan layanan Amazon Prime gratis selama 1 tahun. Setelah setahun berakhir, maka kamu bisa menikmati layanan ini dengan harga €24/tahun, setengah dari harga asli keanggotaan Amazon Prime. Cara mendaftarnya bisa lewat sini: http://amzn.eu/3z7iRWB. Cara Kündigungnya juga sama dengan yang ditulis di poin 1.

3. Netflix
Cukup berbahaya bagi saya, karena kenyamanan streaming film dan serial di Netflix membuat saya jadi jarang keluar kamar :D. Netflix juga menawarkan layanan coba gratis selama 1 bulan, setelah 1 bulan kamu bisa berlangganan dengan tarif mulai dari €7 hingga €12 per bulannya. Pendaftaran cukup dengan membuat akun di www.netflix.de, aktivasi akun, Kündigung. Untuk Kündigung, cukup klik "Ihr Konto", kemudian "Mitgliedschaft kündigen" >> "Vollständige Kündigung" (Info lebih lengkap). Setelah Kündigung kamu masih bisa menggunakan Netflix selama 1 bulan penuh.

Beberapa layanan yang belum saya coba:
  • Spotify: gratis selama 1 bulan, kemudian €4,99 per bulan untuk Student
  • Apple Music: gratis selama 3 bulan, kemudian €4,99 per bulan untuk Student
Selamat mencoba! 


Saturday, August 1, 2015

Belanja Online di Jerman

Salah satu keuntungan (sekaligus "bahaya") hidup di Jerman adalah fasilitas kemudahan belanja online-nya. Saya termasuk senang beli barang-barang online karena biasa harganya lebih murah daripada di toko-toko. Dengan beberapa tips-tips yang saya bagikan ini mudah-mudahan experience belanja online kamu jadi menyenangkan! (Disclaimer: The Rookie Advisor tidak bertanggung jawab terhadap kantong kering di akhir bulan :D)

1. Bandingkan Harga
Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam belanja online adalah membandingkan harga, karena kadang ada website-website online shop yang sedang mengadakan sale, harganya bisa jauh lebih murah daripada membeli di toko. Misal saja untuk tas ransel merk Jack Wolfskin jika di toko harganya berkisar €45, jika sedang didiskon kamu bisa mendapatkannya secara online seharga €25 termasuk ongkos kirim! Salah satu website favorit saya untuk ini adalah Idealo. Cukup buka websitenya, search barang yang kamu mau, dan setelah itu kamu bisa melihat list website-website dimana barang ini dijual beserta harganya (jangan lupa untuk mengecek terlebih dahulu, apakah size / warna yang kamu minta tersedia, atau apakah harga yang kamu lihat ini adalah Gesamtpreis, termasuk ongkos kirim, ini bisa kamu lihat dengan memilih pilihan "Gesamtpreis" pada menu Sortierung)

2. Pay with PayPal
Jika online shop yang kamu mau menyediakan layanan untuk membayar dengan PayPal, lebih disarankan untuk menggunakan PayPal, karena dengan ini kamu tidak perlu memberikan nomor rekening atau nomor data kartu kredit kamu lagi. Membuat account di PayPal juga mudah, cukup registrasi, kemudian kamu bisa memasukkan informasi data kartu rekening kamu ke PayPal, dan PayPal tidak akan memberikan informasi ini ke online shop yang kamu tuju saat pembayaran. Nantinya di akhir bulan PayPal akan memberikan kamu semacam tagihan, baru kartu kamu akan dicharge.

3. Perhatikan Return Policy
Keuntungan belanja online yang cukup sering saya pergunakan adalah Rücksenderecht. Jika kamu membeli dari toko online (bukan penjual privat), pada dasarnya kamu mempunyai hak untuk mengembalikan barang kamu (tentunya belum dipakai) dalam jangka waktu 14 hari setelah barang sampai ke kamu. Namun dalam hal ini perlu kamu perhatikan di website, apa mereka mempunyai layanan pengiriman kembali / Rücksendung gratis. Seperti contohnya Amazon, hampir semua barang barang yang verkauft und versandt durch Amazon (bukan oleh toko lain) bisa kamu kirimkan secara gratis. Untuk ini kamu cukup menempelkan label Rücksendung ke paket kamu dan membawa paket ke kantor DHL untuk dikirim, tidak perlu membayar biaya.

4. Ongkos Kirim Gratis
Banyak dari online shop yang juga menawarkan bebas ongkos kirim. Kembali lagi ke Amazon (yang memang menurut saya layanan online shopnya paling memuaskan), kebanyakan dari barang-barang di Amazon bebas ongkos kirim jika kamu membeli lebih dari €30. Jika barang yang kamu mau kurang dari €30, maka dikenakan ongkos kirim sebesar €3,5. Untuk mengatasi hal ini, biasanya saya membeli barang lain sehingga nominal saya mencapai €30, kemudian menggunakan fasilitas Rücksendung gratis dan mengirimkan balik barang yang tidak saya mau, otomatis uang saya nanti akan dikembalikan.

5. Perhatikan Warna dan Size
Tidak seperti toko-toko dimana semua harga dipukul rata untuk segala warna dan size untuk tipe barang yang sama, di toko-toko seperti Amazon biasa perbedaan harga antar warna / ukuran untuk barang yang sama bisa mencapai 10 - 20 €. Jadi dalam membeli barang, lihat dulu semua optionnya, warna apa yang paling murah.

6. Belanja eBay, Extra Hati-Hati!
Saya sendiri lebih senang belanja di Amazon ketimbang di eBay karena pelayanannya yang lebih bagus dan terasa lebih aman. Untuk eBay, saya sarankan untuk membeli dari yang memang Gewerbekäufer atau toko yang sudah terdaftar, bukan pembeli privat, karena biasa transaksi dengan toko yang sudah terdaftar ini dilindungi dari eBay, kamu mempunyai eBay Käuferschutz dimana jika kamu tidak mendapatkan barangnya, uang kamu akan dikembalikan. Schutz ini tidak berlaku jika kamu melakukan transaksi dengan pembeli privat. 

7. Lelang eBay, Perhatikan Ongkos Kirim!
Memang kadang barang-barang lelang di eBay terlihat sangat murah, lelang barang-barang mulai dari 1 Euro. Tapi jangan lupa, perhatikan dulu ongkos kirim yang diminta oleh pembeli. Banyak dari barang-barang ini yang bahkan ongkos kirimnya lebih mahal dari nilai barangnya! (Misal, sepatu €5, ongkos kirim €5,5)

8. Jangan Kalap!
Memang, belanja online bisa jadi sangat menyenangkan karena apa saja bisa kamu temukan secara online. Tapi jangan kalap! Jangan sampai nanti akhirnya jatah Sperrkonto bulan ini habis karena dibuat beli online :)



Selamat Berbelanja!


Sunday, May 17, 2015

Memperpanjang Ijin Tinggal di Jerman

Beberapa waktu lalu masa berlaku paspor saya habis dan saya sudah membuat paspor baru di KJRI Frankfurt. Dengan begitu habis jugalah masa berlaku ijin tinggal (Aufenthaltstitel) saya yang lama sehingga saya juga harus memperpanjang ijin tinggal. Prosesnya sendiri sebenarnya tidak terlalu ribet, hampir sama seperti pembuatan ijin tinggal pertama kali. Post tentang membuat ijin tinggal bisa dilihat disini. 

Tempat pembuatan ijin tinggal baru juga sama, di Ausländerbehörde, kalau di München lebih tepatnya di KVR (U3/U6 Poccistraße), lantai 2 bagian Studenten/Wissenschaftler. 

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk memperpanjang ijin tinggal bisa kamu lihat di website ABH masing-masing, untuk di München bisa dilihat di link ini.

Sama seperti dengan pembuatan ijin tinggal baru, beberapa dokumen yang diperlukan antara lain:
  1. Formulir pendaftaran yang sudah diisi dengan lengkap (bisa didownload di website)
  2. Paspor
  3. Pasfoto 3,5 x 4,5 biometris
  4. Immatrikulationsbescheinigung atau bukti Sprachkurs
  5. Bukti finansial, umumya berupa Kontoauszug dari Deutsche Bank. Ini bisa kamu dapatkan di mesin ATM (cukup masukan kartu ATM kamu, lalu pilih menu untuk print Kontoauszug) atau bisa juga datang ke counter Deutsche Bank dan meminta mereka untuk print dokumen ini.
  6. Bukti asuransi, bisa berupa fotokopi kartu asuransi kamu atau kamu juga bisa minta dokumen "Nachweis der Mitgliedschaft" ke asuransi kamu secara cuma-cuma.
  7. Khusus untuk perpanjangan ijin tinggal: Transkrip nilai selama di Universitas sebagai bukti progress selama studi
Menurut website KVR hanya ini dokumen yang kamu perlukan, tapi untuk jaga-jaga waktu pengajuan saya juga membawa fotokopi Anmeldebestätigung dan fotokopi dari semua dokumen-dokumen diatas.

Dengan membawa dokumen-dokumen yang tadi, kamu bisa datang ke kantor ABH tanpa harus membuat appointment, lalu mengantri sesuai dengan nomor urut. Berdasarkan pengalaman saya sarankan untuk datang ke KVR sepagi mungkin (saya datang kira-kira 30 menit sebelum KVR buka) untuk mendapatkan nomor antrian awal. Proses pengajuan saya sendiri waktu itu hanya makan waktu sekitar 30 menit. 

Hal yang juga perlu disiapkan adalah uang untuk biaya pengajuan. Untuk pembuatan Aufenthaltstitel pertama kali dulu saya dikenakan biaya €110, kemudian untuk perpanjangan €80. Setelah selesai membayar di kasir dan semua dokumen telah diproses, kamu akan diminta untuk memasukkan sidik jari. Terakhir kamu akan diberikan Abholschein yang akan dipakai untuk bukti saat pengambilan Aufenthaltstitel. 

Proses pembuatan Aufenthaltstitel sendiri kira-kira sekitar 6-8 minggu (meskipun di Abholschein ditulis 4-6 minggu). Untuk München kamu bisa mengeceknya secara online. Karena setelah sekitar 8 minggu Aufenthaltstitel saya waktu itu tidak kunjung keluar, maka saya menuliskan Email kepada bagian Ausländerbehörde menanyakan apakah ada masalah dengan Aufenthaltstitel saya. Sehari kemudian saya mendapatkan jawaban bahwa Aufenthaltstitel sudah bisa diambil (tentang pengambilan Aufenthaltstitel bisa kamu lihat di post saya sebelumnya)

Friday, January 23, 2015

Packing ke Jerman: Checklist Barang Bawaan

Kebanyakan calon pelajar yang akan berangkat ke Jerman biasanya memiliki masalah dengan packing. Problem terbesar adalah: bagaimana saya membawa perlengkapan untuk hidup selama 2 atau 3 tahun dalam 1 bagasi 30 kg, 1 koper Hand-Carry, dan 1 Ransel? 

Pengalaman saya dulu pada saat pertama kali akan berangkat ke Jerman adalah saya selalu merasa perlu membawa ini itu karena takut di Jerman tidak ada atau jika ada harganya akan mahal. Padahal, setelah saya tiba di Jerman, barang ini sebenarnya bisa dibeli dengan harga yang cukup reasonable. 

Di post saya kali ini, saya akan mencoba menulis beberapa tips untuk packing ke Jerman, khususnya barang bawaan kamu. Perlu diingat, kebutuhan setiap orang berbeda-beda jadi tentunya tidak bisa sama persis barang bawaan yang saya perlukan dan yang kalian perlukan. Silakan dipertimbangkan sendiri apakah pada akhirnya barang-barang ini perlu kamu bawa :)

Pertama-tama, mari kita klasifikasikan barang-barang bawaan kamu menjadi 3 jenis: WAJIB DIBAWA, BISA DIBAWA/TIDAK, TIDAK PERLU DIBAWA

WAJIB DIBAWA

1. Pakaian

Bawa seperlunya saja, jika kurang kamu bisa beli baju-baju murah di H&M, Pimkie, C&A, dll. Percaya deh, apalagi jika kamu cewek seperti saya, pasti tidak bisa menahan godaan untuk membeli baju-baju murah pada saat masa Schlussverkauf. Saya sendiri dulu membawa sekitar 15-20 potong kaos. Universitas di Jerman sendiri tidak menetapkan dress code tertentu untuk kuliah, maka kamu tidak perlu sedia kemeja berkerah atau sebagainya. Tapi saya sarankan untuk memiliki minimal 1-2 potong kemeja formal dan 1 blazer untuk event-event formal seperti field trip ke perusahaan, kunjungan ke pameran, interview kerja, presentasi skripsi, dll. Saya membawa agak banyak celana jeans, sekitar 4 buah, karena celana ini sangat fleksibel, bisa digunakan di berbagai musim dan tidak gampang kotor. Untuk rok, waktu itu saya bawa 1 rok hitam dan 1 dress untuk jaga-jaga jika ada event formal. Karena saya setiap hari pasti menggunakan boots atau sneakers, maka saya bawa sekitar 10 pasang kaos kaki.

2. Obat

Sangat saya sarankan untuk membawa obat dari Indonesia karena bagi saya pribadi, ada beberapa obat-obat yang dimana saya lebih cocok menggunakan obat dari Indonesia, misal:
  • Obat Batuk. Saya sendiri kurang cocok dengan obat batuk Jerman (khususnya sirup) yang berasa manis / asam yang mengandung semacam tanaman herbal (Kräuter, kurang tahu juga jelasnya) karena terbiasa dengan obat batuk dari Indonesia yang memberikan efek sejuk di tenggorokan yang bisa membuat saya berhenti batuk. 
  • Obat Pilek. Di Jerman sangat jarang obat pilek berbentuk tablet atau pil, kebanyakan dari obat pilek yang dijual di supermarket / apotik berupa nasal spray dimana harus disedot oleh hidung
  • Obat Datang Bulan. Sampai sekarang saya sendiri belum menemukan obat untuk mengatasi sakit saat datang bulan disini. 
  • Minyak Kayu Putih. Berguna untuk mengatasi mual dan belum saya temukan versi Jermannya. 
  • Tolak Angin. Menurut saya ini WAJIB dibawa karena sangat-sangat berguna. Bisa dipakai jika kamu tidak enak badan, masuk angin, apalagi pada musim dingin dimana angin biasanya kencang. 
  • Obat Maag. Karena saya cukup sering sakit maag maka ini wajib untuk saya bawa. 

3. Peralatan Mandi

Penting untuk hari-hari pertama di Jerman dimana kamu mungkin masih mencari Wohnung atau jika kamu tiba pada hari libur dimana toko-toko tutup. Cukup 1 sikat dan pasta gigi, shampoo dan sabun kecil. Selebihnya bisa kamu beli di toko dm (beberapa house mark mereka bahkan harganya lebih murah daripada harga peralatan mandi di Indonesia)

4. Kosmetik

Misal obat jerawat, pembersih muka, pelembab, obat dokter, dll. Penting untuk dibawa sambil mencoba beradaptasi dengan memilih produk-produk serupa yang pas bagi kamu, jika merek barang-barang kamu tidak ada di Jerman. Khususnya obat jerawat, jika kamu memiliki masalah dengan jerawat, ini penting untuk dibawa karena selama ini saya sangat jarang (hampir tidak pernah) melihat produk-produk untuk mengatasi jerawat.

5. Sepatu dan Sandal

Untuk persediaan saya membawa 1 pasang sepatu boots. Selain itu saya juga bawa 2 pasang sneakers untuk dipakai sehari-hari. Dari pengalaman saya, sneakers ini masih tahan kok dipakai saat winter, jika suhu masih diatas 0. Selain itu sandal jepit juga sangat penting, bisa dipakai di rumah, saat traveling di hostel, juga saat summer.

6. Dokumen

Saya sarankan untuk membawa beberapa lembar legalisir dokumen beserta terjemahannya serta dokumennya yang asli. Dokumen ini penting untuk keperluan birokrasi di Jerman seperti lapor diri di KJRI, perpanjangan visa, Bewerbung universitas atau kerja, dll. Selain itu jangan lupa juga untuk membawa cadangan pas foto biometris. Saya sendiri membawa sekitar 20 lembar pas foto untuk berjaga-jaga jika diperlukan karena jasa untuk membuat pasfoto disini cukup mahal.

BISA DIBAWA/TIDAK

1. Jaket dan Barang-Barang Winter

Seperti calon student yang berangkat untuk masuk saat Wintersemester, saya juga takut persediaan barang winter saya kurang atau kurang tebal, khususnya jaket. Dalam pikiran saya membeli jaket disana pastinya mahal. Tapi setelah sampai disini ternyata saya menemukan jaket-jaket yang dijual disini jauh lebih murah ketimbang misal kalau kita beli jaket-jaket merek Korea atau Cina yang dijual di Indonesia. Kualitasnya juga lebih baik dan lebih banyak pilihan modelnya. Untuk berjaga-jaga silakan bawa 1 buah jaket, sisanya bisa kamu beli saat sampai disini, karena jaket termasuk yang paling memakan ruang di bagasi. Jika kamu bisa menahan diri dan tidak terlalu dringend butuh, tunggu sampai masa Winterschlussverkauf yang biasanya mulai berlangsung setelah natal dan tahun baru, sekitar pertengahan Januari hingga pertengahan Februari. Pada masa ini barang-barang winter seperti jaket, sarung tangan, topi, long john, dll. akan didiskon besar-besaran karena toko-toko harus cuci gudang untuk menyiapkan tempat bagi barang-barang musim yang baru. Saya seringkali menemukan jaket bermerek misal Zara/Esprit dengan harga setara dengan H&M jika diskon.
Untuk tipe jaket, saya sarankan membeli jaket outdoor yang sangat fungsional dan bisa dipakai di segala medan. Biasanya jaket ini windproof dan wasserdicht dan hangat karena memiliki layer fleece di dalamnya.

Barang-barang winter lainnya seperti topi, sarung tangan, syal, dll juga bisa kamu beli dengan harga murah di H&M atau C&A.

2. Rice Cooker

Saya sendiri dulu membawa rice cooker mini ukuran 0,3 L karena memang tidak perlu rice cooker terlalu besar untuk makan 1 orang. Tapi disini kamu juga bisa membeli rice cooker secara online di Amazon, harganya tidak terlalu mahal, mulai dari €15 (tergantung merek).

3. Setrika, Hair Dryer

Barang-barang listrik seperti setrika dan hair dryer juga bisa kamu beli di Rossmann dengan harga sekitar €10 hingga €15.

4. Peralatan Makan

Untuk hari-hari pertama di Jerman maka mungkin bisa membawa 1 set alat makan (sendok, garpu). Piring, gelas, mangkok dll bisa kamu beli dengan harga €1 setiap bijinya di 1-Euro-Shop. Di Primark juga banyak dijual botol minum lucu-lucu seharga sekitar €3.

5. Bumbu Masak dan Sambal

Jika kamu seperti saya, tidak bisa masak, maka barang ini sangat berguna sekali. Saya dulu bawa bumbu-bumbu masakan seperti rawon, sapi lada hitam, nasi goreng, dll di supermarket. Tinggal beli daging mentah di supermarket, daging dimasak, dicampur dengan bumbu, maka makanan pun jadi, bisa dibuat untuk beberapa kali makan. Jika kamu kehabisan, bisa juga beli di toko Asia, biasanya mereka menyediakan bumbu-bumbu seperti ini, walaupun bukan merek Indonesia.

Untuk sambal, semua toko Asia di München yang pernah saya kunjungi menjual sambal ABC, jadi saya rasa jika kamu akan tinggal di kota besar di Jerman dimana akan banyak toko Asia maka tidak perlu khawatir masalah sambal. Tapi karena saya sendiri lebih suka sambal merek lain selain ABC yang tidak dijual di toko Asia disini, maka saya membawa sekitar 2 bungkus sambal sachet.

6. Indomie

For some reason setelah tinggal di Jerman keinginan untuk makan Indomie meningkat, padahal di Indonesia sendiri saya hampir tidak pernah makan Indomie. Saran saya sih bawa sedikit saja jika masih ada tempat, mungkin untuk mengobati rasa kangen rumah di hari-hari pertama di Jerman. Selebihnya bisa beli di toko Asia, Indomie (dengan merek Indomie) juga dijual kok disana, dalam berbagai macam rasa dan varian.

7. Laptop

Ini tergantung orang masing-masing. Saya sendiri membawa laptop saya dari Indonesia, tapi ada beberapa teman yang memilih membeli laptop di Jerman. Jika bingung apa mending beli laptop di Indonesia atau di Jerman, bisa coba bandingkan terlebih dulu harganya. Website yang direkomendasi teman-teman untuk membeli laptop adalah http://www.notebooksbilliger.de/

TIDAK PERLU DIBAWA

1. Binder dan Loose Leaf

Saya cukup menyesal juga membawa binder dan loose leaf ini, karena di Jerman hampir tidak pernah dipakai. Hampir semua pelajar menggunakan college block (semacam buku tulis berukuran A4 dengan jilid ring yang sudah memiliki lubang untuk dimasukan ke map) untuk mencatat pelajaran. Setiap lembar college block ini bisa dirobek dan lembarannya dimasukan di Ordner / map. Menurut saya lebih praktis karena kita tidak perlu membeli buku tulis berbeda-beda untuk setiap mata pelajaran.

2. Sprei

Khususnya karena ukuran bantal dan bed di Jerman biasanya berbeda dengan ukuran di Indonesia, jadi menurut saya lebih baik beli di Jerman. Perlu diperhatikan dalam memberi sprei disini adalah istilahnya. "Bettwäsche" biasanya adalah 1 set yang terdiri dari sarung untuk selimut (semacam bed cover) dan 1 sarung bantal besar yang biasa berukuran 80 cm x 80 cm. Sedangkan sprei yang digunakan untuk kasur bernama "Spannbettuch" atau "Spannbettlaken" yang kebanyakan berasal dari bahan Jersey yang hangat. Bettwäsche set biasa dijual dengan harga mulai €10 hingga €20 di Ikea sedangkan Spannbettlaken sekitar €7


Obviously list ini memang tidak lengkap karena untuk list selengkapnya barang-barang apa yang harus kamu bawa tergantung dari kebutuhan pribadi masing-masing. Bisa jadi kamu tidak memerlukan baju sebanyak saya, atau memerlukan obat-obat lainnya untuk alergi, dsb. Semoga checklist ini bisa membantu kamu yang sedang bingung memikirkan barang bawaan. Happy packing!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...