Thursday, June 6, 2013

Pembuatan Rekening Deutsche Bank

Salah satu syarat untuk studi di Jerman adalah siswa mempunyai bukti kemampuan finansial yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan membuka rekening khusus untuk mahasiswa di Deutsche Bank. Siswa membuka blocked account yang diperuntukkan untuk mahasiswa, dan sebelum mengajukan visa mengisinya dengan minimal 8.040 Euro, yang akan dipakai untuk biaya hidup siswa selama satu tahun. Setiap bulan siswa hanya bisa mengambil sebanyak 670 Euro dari blocked account ini (8.040/12 = 670). Untuk mengambil lebih banyak maka siswa perlu mentransfer jumlah yang lebih banyak dari 8.040 Euro. Karena pembuatan rekening di Deutsche Bank ini tidak memerlukan syarat-syarat khusus seperti bukti penerimaan universitas atau bukti kelulusan Studienkolleg, ada baiknya rekening ini dibuat pada masa Studienkolleg di Jakarta (kedutaan Jerman juga di Jakarta jadi bisa menghemat transportasi). Nah, begini step by step cara membuat rekening di Deutsche Bank.
  1. Mengisi formulir. Bisa diperoleh dengan mengirim email ke pihak Deutsche Bank (db.student@db.com), menyatakan akan membuka rekening blocked account, dan meminta formulir pembukaan rekening (bisa dalam bahasa Inggris), atau bisa mendownload formulir ini dalam bentuk pdf di sini atau versi bahasa Inggris di sini. Informasi lebih lanjut tentang pembukaan rekening Deutsche Bank bisa kamu lihat di website Deutsche Bank. Formulir ini HARUS DIISI DENGAN KOMPUTER, bukan dengan tulisan tangan. Setelah itu formulir di print dan ditanda tangan oleh siswa (bukan orang tua).
  2. Menyiapkan dokumen. Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan antara lain fotokopi paspor, formulir permohonan dan paspor asli. Untuk siswa yang masih belum berumur 18 tahun perlu melampirkan fotokopi akte kelahiran, akte kelahiran asli, paspor orang tua dan fotokopinya.
  3. Datang ke Kedutaan. Semua dokumen diatas dibawa ke kedutaan Jerman di Jakarta yang berada di jalan MH Thamrin 1 (Bundaran HI, sebelah Hotel Mandarin) ke bagian konsuler (lantai 1). Untuk bagian konsuler tidak perlu membuat appointment sebelumnya. Nanti saat datang di kedutaan hindari membawa barang yang tidak perlu, karena barang-barang kamu (HP, dompet, dll.) harus dititipkan di satpam kedutaan. Usahakan untuk datang sepagi mungkin untuk menghindari antrian. Perlu diingat, kedutaan Jerman tutup sekitar jam 3 sore. Pembuatan rekening sendiri dikenakan 20 Euro dan untuk anak dibawah umur sekitar Rp 900.000. Beruntung, saat saya membuat rekening DB (20 Maret 2013), saya tidak dikenakan biaya apapun. Namun saya dengar belakangan sudah diberlakukan biaya. Di kedutaan dokumen ini akan ditanda tangan dan disahkan.
  4. Mengirim semua dokumen yang telah disahkan ini per pos (bukan scan / email) ke Deutsche Bank di Leipzig. Setelah kira-kira 2-3 minggu pemohon akan mendapatkan email dari Deutsche Bank yang berisi berita bahwa rekening telah dibukakan, nomor rekening kamu dan beberapa informasi lainnya. Yang perlu kamu lakukan setelah itu adalah mentransfer uang 8.040 Euro tersebut sebagai bukti keuangan untuk mengajukan visa.
 Informasi selengkapnya bisa diperoleh dengan mendownload pdf ini

Feststellungsprüfung

Apa itu Feststellungsprüfung (FSP)?
Ini merupakan ujian kemampuan kita. Jadi dengan ijazah Feststellungsprüfung ini kita dianggap sudah setara dengan lulusan sekolah di Jerman (Abitur). Lain dengan UN di Indonesia, semua ujian di Feststellungsprüfung bentuk pertanyaannya berupa essay, bukan pilihan ganda. FSP ini dilaksanakan di akhir Studienkolleg. Ada dua bagian, yaitu bagian tulis (schriftlich) yang dilakukan pertama, lalu akan dilanjutkan dengan bagian lisan (mündlich). Saya sendiri mengikuti FSP schriftlich pada tanggal 16-18 Maret 2013, kemudian break 2 minggu untuk persiapan mündlich. FSP mündlich saya dimulai tanggal 1-4 April 2013.

Apa saja yang diujikan di FSP?
Untuk hal ini, saya hanya mengetahui tentang T Kurs dan M Kurs, karena pada angkatan saya kebetulan tidak dibuka kelas W Kurs.
  • T Kurs: ujian tulis Bahasa Jerman, Matematika, dan pilihan antara Kimia / Fisika. Sisanya ujian lisan. Jadi jika misal memilih ujian lisan Fisika, maka ujian tulis yang harus diikuti yaitu Bahasa Jerman, Matematika, dan Kimia.
  • M Kurs: ujian tulis Bahasa Jerman, Matematika, Biologi/Kimia dan ujian lisan Fisika dan Biologi / Kimia. Pelajaran yang tidak dipilih untuk ujian tulis akan diikutkan dalam ujian lisan.
Berapa batas kelulusannya?
Nilai rata-rata minimum untuk lulus FSP adalah 4. Untuk pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, nilai terendah adalah 5. Untuk Bahasa Jerman 4 (nilai 5 berarti tidak lulus meskipun rata-rata FSP kurang dari 4). Bagi peserta yang nilai ujian tulisnya kurang memuaskan, bisa memperbaiki nilainya dengan ujian tulis. Nantinya kedua nilai ini akan dirata-rata dan hasilnya menjadi nilai di pelajaran tersebut. Bagi perserta yang tidak lulus ujian lisan, maka tidak bisa mengulang. Perlu diperhatikan bahwa ujian FSP hanya bisa diambil 2 kali. Jadi bila siswa tidak lulus pertama kali, hanya bisa mendapat kesempatan mengulang sekali lagi.

Bagaima mempersiapkan FSP?
  • Deutsch: Tingkat kesulitan FSP Deutsch mirip dengan soal-soal ujian DSH 2. Jadi saya sarankan mendownload contoh soal-soal DSH yang ada di internet. Soal-soal ini bisa dicari dengan keyword google "DSH Muster" "DSH Beispiel" atau bisa dicari di web ini
  • Pelajaran lain: Bisa dicari di Google contoh-contoh soal FSP dengan keyword "FSP Muster". Nantinya akan keluar contoh-contoh soal FSP dari masing-masing Studienkolleg. Untuk pelajaran selain Deutsch memang tingkat kesulitan dan jenis soal yang dikeluarkan berbeda-beda. Menurut pengalaman saya, untuk Matematika, soal yang dikeluarkan biasanya 3 soal, dimana untuk T Kurs 2 soal tentang Kurvendiskussion dan 1 soal tentang Analytische Geometrie, sedangkan untuk M Kurs 3 soal tentang Kurvendiskussion.
  • Satu tips lagi untuk FSP Deutsch: Banyak membaca! Karena tingkat bacaan yang dikeluarkan memang susah dan biasanya ada vocab-vocab sulit yang kurang dimengerti. Meskipun pada bagian reading boleh membawa kamus Jerman-Jerman, tapi waktu yang terbatas membuat kita tidak mungkin membuka kamus untuk setiap kata yang tidak kita mengerti. Demikian juga untuk bagian writing. Selain itu untuk bagian listening, tips yang bisa saya bagikan adalah banyak-banyak latihan merangkum / menulis inti dari sesuatu dengan cepat, karena nantinya dialog akan diperdengarkan 2 kali saja (dimana kali pertama kita tidak diperbolehkan untuk menulis, baru kali kedua boleh mencatat rangkuman). Jadi, biasakan untuk menulis poin-poin yang penting saja, menggunakan singkatan (yang tentunya bisa diingat), sehingga nantinya kita saat mengerjakan tinggal mengembangkan poin-poin tersebut menjadi jawaban yang memiliki makna yang kurang lebih sama dengan apa yang ada di dialog.

Studienkolleg

Seperti yang sudah saya pernah tulis, calon siswa SMA dari Indonesia biasanya belum bisa langsung mendaftar ke universitas namun harus mengikuti program persiapan kuliah selama kurang lebih 9 bulan di Studienkolleg. Saya sendiri mengikuti Studienkolleg di Indonesia yang ditawarkan oleh Studienkolleg Hannover. Tempatnya di daerah BSD, Tangerang, Jakarta. Berikut beberapa informasi tentang Studienkolleg menurut pengalaman saya.

Jika ingin melanjutkan Studienkolleg di Jerman
Karena saya sendiri tidak mengikuti Studienkolleg di Jerman, maka saya hanya bisa memberikan sedikit informasi tentang hal ini. Untuk melanjutkan Studienkolleg di Jerman, kebanyakan universitas memiliki Studienkolleg tersendiri (mis: STK TU Berlin). Ada juga Studienkolleg yang merupakan gabungan dari beberapa universitas (STK FU/HU Berlin). Kebanyakan Studienkolleg ini tidak menerima pendaftaran dari calon mahasiswa secara langsung, melainkan melalui universitas yang akan dituju atau melalui badan perwakilan uni-assist e.V. Jadi misalnya jika ingin mendaftar Studienkolleg di Bonn, bisa mengirimkan aplikasi ke International Office / Immatrikulationsamt di Universität Bonn, yang nantinya akan disampaikan ke Studienkolleg Bonn. Contoh lainnya adalah dengan menggunakan uni-assist, misalnya untuk mendaftar di Studienkolleg TU Berlin. Untuk kasus ini berarti aplikasi harus dikirimkan ke uni-assist e.V. Nantinya uni-assist akan memproses dan memeriksa keaslian dokumen, dan akhirnya akan disampaikan ke Studienkolleg Berlin. Informasi selengkapnya bisa dilihat di website Studienkolleg yang akan dituju.

Studienkolleg Indonesia
Alternatif lain bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Jerman adalah Studienkolleg Indonesia. Studienkolleg ini adalah satu-satunya Studienkolleg yang berada di luar Jerman, dan bekerja sama dengan Leibniz Universität Hannover. Disini siswa akan dibimbing untuk mengikuti Feststellungsprüfung, ujian yang menjadi syarat untuk memasuki perguruan tinggi di Jerman untuk calon mahasiswa dari luar Jerman. Di Studienkolleg Indonesia kelas dibagi menjadi T Kurs (teknik), M Kurs (kedokteran), dan W Kurs (ekonomi). Berdasarkan pengalaman saya selama 9 bulan disini, ada sisi positif dan negatif dari mengikuti Studienkolleg disini.

PLUS
  • Salah satu keuntungan dari mengikuti Studienkolleg Indonesia adalah murid STK Indonesia lebih gampang mendapat Zulassung (letter of acceptance) karena Studienkolleg Indonesia bekerja sama dengan Uni Hannover, sehingga setelah selesai FSP siswa dapat mendaftar Uni Hannover tanpa menggunakan Ijazah / Zeugnis yang keluarnya memang cukup lama. Zulassung ini juga tergolong cepat sekali dikeluarkan sehingga bisa langsung digunakan untuk mengajukan visa studi.
  • Waktu yang diperlukan lebih sedikit, hanya 8-9 bulan, karena tidak terlalu banyak waktu libur. Saya sendiri mengikuti Studienkolleg dari 23 Agustus 2012 - 4 April 2013. Waktu liburan memang sangat minim, yaitu hanya saat hari libur nasional, libur Idul Fitri (sekitar 10 hari), dan libur Natal / Tahun Baru (10 hari).
  • Dekat dengan keluarga. Karena Studienkollegnya masih berada di Indonesia, maka untuk bertemu dengan keluarga / pulang ke rumah masih bisa dilakukan cukup sering. Lain halnya jika mengikuti Studienkolleg di Jerman.
  • Persyaratan masuk yang lebih mudah. Di Studienkolleg Indonesia ini jika nilai ujian B1 kamu 3 atau lebih, maka bisa langsung diterima tanpa harus mengikuti tes masuk. Lain halnya dengan di Jerman, dimana setiap pendaftar harus mengikuti Aufnahmeprüfung atau tes masuk. 
MINUS
  • Biaya. Studienkolleg di Jerman hampir tidak dikenakan biaya (sama halnya dengan universitas di Jerman) sedangkan program Studienkolleg Indonesia ini biayanya 60 juta rupiah untuk 9 bulan (1 semester 30 juta).
  • Lingkungan yang "tidak Jerman". Karena masih berada di Indonesia, tentunya lingkungan kita juga lingkungan Indonesia sehingga kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jerman tentunya masih belum terasah.
  • Jenis kelas yang terbatas. Di Studienkolleg Indonesia, sama halnya dengan Studienkolleg Hannover, hanya ditawarkan 3 kelas, yaitu kelas M, T, dan W. Bagi peserta yang ingin mengambil jurusan misal design, Germanistik, psikologi, dll. tentunya tidak cocok untuk mengambil 3 kelas diatas.
Sekilas tentang pembagian kelas-kelas di Studienkolleg
Kelas di Studienkolleg dibagi menjadi 5, yaitu T Kurs, M Kurs, W Kurs, G Kurs, dan S Kurs sesuai jurusan yang ingin diambil. Berikut link seputar pembagian kelas di Studienkolleg menurut jurusan yang diambil. Perlu diingat, pemilihan kelas ini harus dilakukan secara matang-matang dan sesuai dengan jurusan yang akan diambil, karena beberapa universitas hanya mengijinkan kamu mendaftar jurusan yang berhubungan dengan Kurs yang kamu ambil di Studienkolleg. Jadi misalnya, jika kamu ingin mengambil Medizin (Kedokteran), kamu harus mengambil kelas M. Jika kamu mengambil kelas T (untuk Teknik) maka tidak akan diijinkan untuk mendaftar fakultas kedokteran. Begitu pula sebaliknya. Sebagai contoh, link dari Studienkolleg München ini menerangkan jurusan-jurusan apa yang bisa diambil oleh masing-masing Kurs.

Apa saja yang dipelajari di Studienkolleg?
Pelajaran di Studienkolleg sebenarnya temanya sama dengan yang dipelajari di SMA, tapi bukan berarti Studienkolleg mengulang SMA. Memang materi / tema yang diajarkan sama, namun di Studienkolleg sendiri diajarkan sisi lain dari materi / tema tersebut. Menurut pengalaman saya di Studienkolleg, kita lebih sering mempelajari tentang mengapa dan bagaimana sementara di SMA sendiri lebih berfokus kepada menghafal dan memasukkan rumus. Sementara di Studienkolleg memang menghafal rumus penting, namun tidak terlalu diutamakan. Disini sangat diutamakan bagi siswa untuk bisa mengerti darimana datangnya rumus tersebut, menjelaskan proses terjadinya sesuatu. Saya sendiri masuk di T Kurs dan pelajaran yang dipelajari yaitu Bahasa Jerman, Matematika, Fisika, dan Kimia. Materinya memang sama dengan SMA, tapi lebih banyak pengetahuan yang saya dapat selain hanya rumus dan definisi. Untuk kelas M Kurs pelajarannya Bahasa Jerman, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Mana yang lebih baik, Studienkolleg di Indonesia atau Jerman?
Ini sangat tergantung ke diri kamu masing-masing, karena baik Studkol di Indo atau Jerman ada plus minusnya. Iya memang, di Indo selain mahal juga kurang suasana "Jerman" karena tidak harus bicara bahasa Jerman di kehidupan sehari-hari. Tapi di Jerman juga banyak sekali kasus-kasus mahasiswa yang molor masuk Studkol karena syarat tes masuk Studkol di Jerman yang cukup susah sehingga akhirnya harus menghabiskan waktu cukup lama untuk les bahasa, yang tentunya makin memakan biaya karena murid Sprachkurs belum bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas yang sama seperti Student. Selain itu jika kamu tidak bisa menjaga diri, bisa jadi akan terlalu terlena dengan fasilitas-fasilitas di Jerman seperti kemudahan traveling atau internet cepat yang membuat belajar menjadi kurang maksimal. Tapi wie gesagt, ini tergantung dari pribadi masing-masing dan saya sendiri berpendapat, kesuksesan di Universitas tidak sepenuhnya ditentukan oleh asal Studkol melainkan niat dan kerja keras :)

Memilih Universitas di Jerman

Sedini mungkin diusahakan untuk mencari informasi tentang jurusan yang ingin diambil, dan lebih baik lagi jika mencari informasi tentang universitas yang dituju.

Universitas mana yang menawarkan program jurusan yang saya inginkan?
Untuk mencari jurusan yang diinginkan, bisa mencari di http://www.studieren.de. Disini akan diperlihatkan universitas mana saja yang menawarkan jurusan yang diinginkan. Bisa juga melihat di website DAAD. Kebanyakan program Bachelor yang ada di Jerman hanya menawarkan program studi berbahasa Jerman. Sementara untuk program Master, pilihan International Program (bahasa Inggris) sangat banyak untuk dipilih. Setelah menemukan universitas yang cocok untuk program studi yang dipilih, ada baiknya untuk membuka website universitas tersebut dan mengecek lagi di bagian "Studienangebot", apakah jurusan yang ditawarkan benar-benar ada, karena bisa juga terjadi, bahwa jurusan yang diinginkan sudah tidak lagi ditawarkan di universitas tersebut. 

Universitas mana yang paling bagus di Jerman? Mana yang paling bagus untuk jurusan A?
Pada dasarnya di Jerman tidak diberlakukan ranking untuk universitas, karena universitas merupakan universitas negeri yang standardnya tentunya disamakan oleh pemerintah untuk seluruh Jerman. Namun memang ada beberapa universitas-universitas yang menonjol dalam bidang tertentu dan mendapatkan dukungan / bantuan dana lebih banyak dari pemerintah. Ini berbeda-beda untuk setiap jurusan. Beberapa universitas yang biasanya menjadi favorit mahasiswa antara lain (sejauh yang saya tahu):
  • Teknik/Sains: TU München, RWTH Aachen, Uni Stuttgart
  • Medizin / Kedokteran / Farmasi: Universität Heidelberg, Charité Berlin, Universität Freiburg, Uni Göttingen, Universität Tübingen, LMU München
  • Informatik: Karlsruhe Institute of Technology, TU München
  • Musik: Universität Würzburg
  • Ilmu Sosial / Ekonomi / Humanities: FU Berlin, Humboldt Universität zu Berlin, Universität zu Köln
Ada juga beberapa kumpulan universitas yang membentuk badan universitas elit (seperti Ivy League) antara lain TU9, 9 Universitas Teknik "terbaik" di Jerman (kata terbaik disini saya beri tanda kutip karena memang seperti yang saya tadi bilang, di Jerman rata-rata kualitas universitasnya tidak terlalu berbeda satu sama lain, dan selain itu ada juga universitas teknik yang menurut saya memiliki kualitas yang baik yang tidak tergabung di TU9 ini). Selain TU9, ada juga istilah "11 Eliteuniversitäten Deutschlands" atau 11 universitas elit di Jerman yang dipilih oleh Excelence Initiative, sebuah badan yang bekerja dibawah Departemen Pendidikan Jerman. Info selengkapnya di sini

Uni vs. FH, mana yang lebih baik?
Di Jerman, perguruan tinggi (Hochschule) terdiri dari 2 jenis, yaitu Universitas (Universität) dan University of Applied Science (Fachhochschule / FH). Istilah "Hochschule" sendiri lebih banyak digunakan untuk FH. Dua-duanya memberikan gelar yang sama dan setara, bedanya adalah universitas lebih mengedepankan teori, sedangkan FH lebih banyak ke arah praktek. Mana yang lebih baik? Sebenarnya tergantung dari minat masing-masing. Bila memang lebih suka praktek, bisa memilih FH. Sebaliknya jika bila lebih suka teori, bisa masuk ke Uni. 

Jika sudah menemukan universitas yang ingin dituju, bisa membuka website jurusan yang diinginkan di universitas tersebut untuk membaca tentang modul-modul yang ditawarkan dalam program studi tersebut serta cara-cara pendaftarannya. Lebih baik lagi jika mencoba untuk mengontak Studienberater (konsultan calon mahasiswa) atau International Office di universitas tersebut untuk mendapatkan informasi tentang cara pendaftaran, syarat-syarat yang diminta, dll. Kebanyakan konsultan di International Office ini bisa berbahasa Inggris.

Persiapan Bahasa Jerman

Berbeda dari universitas di Eropa yang lainnya, hampir semua universitas di Jerman hanya menawarkan program Bachelor dalam bahasa Jerman. Untuk itu kemampuan bahasa Jerman memang salah satu syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk siswa yang akan melanjutkan studi S1 di Jerman, paling ideal adalah mulai belajar bahasa Jerman sejak SMA kelas 10 atau kelas 11, supaya tidak terburu-buru dan persiapannya lebih matang. Beberapa alternatif belajar bahasa Jerman (yang saya tahu):
  • Goethe Zentrum Surabaya / Wisma Jerman Surabaya. Menawarkan paket les bahasa Jerman per level, dari A1 sampai C2. Pengalaman saya mengikuti kursus disini, satu kelas berisi sekitar 15-20 orang. Karena saya masih bersekolah, maka saya mulai ikut kursus A1 program ekstensif (2 kali seminggu, 1 kali pertemuan sekitar 2-2,5 jam). Pembayaran dilakukan setiap 3 bulan. Untuk informasi jadwal kursus dan harga bisa dilihat di sini . Alamat Wisma Jerman Surabaya di sini. Di Goethe saya hanya sempat les selama 6 bulan (hingga level A1).
  • Les Privat. Karena mengejar waktu (waktu itu saya baru mulai belajar bahasa Jerman awal kelas 12) dan merasa bahwa di Goethe Institut kemajuan saya terlalu lambat, maka saya pindah ke les privat di Surabaya, tepatnya di Berlin Course Centre (link facebook). Disini saya merasa lebih cocok karena satu kelas hanya berisi 4 orang, meskipun biayanya tentunya lebih mahal daripada di Goethe. Melalui les privat ini saya berhasil menyelesaikan level A2 dan B1 dalam waktu 7 bulan.
Seberapa tinggi kemampuan bahasa Jerman yang diperlukan?
Karena siswa lulusan SMA dari Indonesia (pemegang Ijazah SMA) dianggap belum setara tingkat pendidikannya dengan di Jerman, maka siswa dari Indonesia wajib mengikuti kelas persiapan masuk perguruan tinggi atau semacam foundation (Studienkolleg). Informasi selengkapnya tentang Studienkolleg bisa dilihat di posting tentang Studienkolleg.   

Sebelum masuk Studienkolleg siswa diharuskan sudah memiliki kemampuan dasar bahasa Jerman. Ini juga berbeda-beda, tapi minimal rata-rata Studienkolleg di Jerman meminta level B1. Untuk tingkat bahasa Jerman yang diminta silakan melihat informasi di website Studienkolleg yang akan dituju. Ada beberapa Studienkolleg (misal di Berlin) yang meminta B2, namun ada juga yang meminta A2 di daerah lain. Pada saat pendaftaran Studienkolleg siswa harus bisa membuktikan kemampuan bahasa Jerman dengan menunjukkan sertifikat ujian bahasa Jerman (Goethe Zertifikat atau sejenisnya)

Bagi siswa lulusan sekolah internasional dengan ijazah seperti IB, Cambridge, A Level, ada kalanya tidak perlu mengikuti Studienkolleg. Apakah ijazah kamu dianggap setara dengan ijazah Jerman (Abitur), bisa dilihat di Anabin. Disini akan tertera informasi, apakah Ijazah kamu memungkinkan untuk bisa langsung mendaftar universitas atau kamu harus mengikuti Studienkolleg dulu. 

Bagi kamu yang tidak perlu mengikuti Studienkolleg, maka tetap harus menyertakan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Jerman untuk mendaftar universitas. Untuk masuk ke universitas beberapa sertifikat yang diakui antara lain DSH 2, TestDAF 4x4, Goethe Zertifikat C1, dll. Informasi selengkapnya bisa dilihat di website universitas masing-masing, karena ada beberapa jurusan juga yang meminta kemampuan bahasa DSH 3 atau Goethe Zertifikat C2.

Bagaimana untuk mendaftar ujian bahasa Jerman?
Di Indonesia tempat untuk mengikuti ujian bahasa Jerman adalah Goethe Institut. Saya sendiri mengikuti ujian A1 dan B1 di Goethe Zentrum / Wisma Jerman Surabaya sebelum masuk ke Studienkolleg. Selain A1 dan B1 juga ditawarkan ujian bahasa Jerman untuk setiap level. Ujian A1 dilaksanakan setiap bulan, sedangkan untuk ujian B1 ada jadwal khusus yang bisa ditanyakan sendiri ke pihak tempat ujian. Untuk pendaftarannya mudah, tinggal datang ke kantor Wisma Jerman Surabaya, mengisi formulir pendaftaran dan membawa uang pendaftaran. Nantinya pada hari H kamu tinggal daftar ulang sebelum ujian dimulai.

Apa saja yang diujikan?
Dari pengalaman saya mengikuti ujian A1 dan B1, ujian dibagi menjadi 5 bagian:
  • Hörverstehen (Listening). Sejauh yang saya ingat, kamu akan diperdengarkan sebuah percakapan / dialog sebanyak 2 kali, kemudian memilih jawaban yang benar dari sebuah pertanyaan multiple choice dan memilih jawaban benar/salah.
  • Leseverstehen (Reading). Untuk level B1, bagian pertama adalah memilih judul yang tepat untuk penggalan teks yang diberikan, lalu dilanjutkan dengan sebuah bacaan artikel yang cukup panjang kemudian kamu harus menyelesaikan soal multiple choice seputar artikel tersebut. Terakhir kamu harus memilih iklan yang sesuai dengan apa yang diminta di soal. Untuk level A1 mohon maaf saya agak lupa dengan soalnya karena sudah cukup lama mengikutinya.
  • Grammatik. Pertanyaan seputar grammar, biasanya mengisi titik-titik, melengkapi teks, dll.
  • Textproduktion (Writing). Untuk A1 dan B1 kurang lebih sama, kamu diberi sebuah situasi dimana kamu harus menulis / menjawab surat ke seseorang. Ada poin-poin yang harus dimasukkan ke dalam surat tersebut. Bedanya, untuk A1 suratnya sangat simpel, hanya beberapa kalimat. Sedangkan untuk B1 surat yang diminta harus mengandung sekitar 4-5 poin yang diminta di soal.
  • Sprechen (Speaking). Biasanya dilakukan beberapa jam setelahnya. Jadi setelah Textproduktion, biasanya akan ada waktu istirahat dimana penguji memeriksa hasil ujian kamu, lalu beberapa jam kemudian jika kamu lulus di ujian bagian pertama ini kamu bisa melanjutkan dengan ujian speaking. Pada ujian speaking ini umunya diawali dengan perkenalan diri (kamu memperkenalkan diri ke penguji dalam bahasa Jerman), setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab / dialog dengan partner (sesama peserta ujian) tentang tema yang ditentukan dan hanya diberi waktu persiapan beberapa menit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...