Showing posts with label Hidup di Jerman. Show all posts
Showing posts with label Hidup di Jerman. Show all posts

Friday, September 16, 2016

Berlangganan Layanan Gratis di Internet

Jadi kisah ini bermula ketika eBook Reader lama saya rusak dan saya membutuhkan eBook reader baru. Setelah melakukan sedikit Googling dan membandingkan berbagai model eBook reader yang ada di Jerman, saya pun memutuskan untuk membeli Kindle Paperwhite. Beruntung, saat membuka website Amazon, sedang ada diskon dalam rangka Prime Day untuk Kindle yang saya mau pada hari itu, tapi diskonnya hanya untuk member Amazon Prime saja.

Dengan modal ingin membeli Kindle murah, saya pun mendaftar program coba gratis Amazon Prime selama 1 bulan (Kostenlose Prime-Probemitgliedschaft). Setelah membeli Kindle tersebut saya langsung melakukan Kündigung terhadap keanggotaan saya. Ternyata proses Kündigungnya cukup mudah, cukup dengan 1 klik saja dan saya bisa tetap memakai servis Amazon Prime selama sebulan penuh, merasakan fasilitas ongkos kirim gratis dan pengiriman cepat. 

Bermula dari situ maka saya pun belakangan giat mendaftar layanan coba gratis untuk berbagai macam layanan. Semuanya gratis, pendaftaran cepat dan Kündigung juga mudah. Berikut beberapa layanan yang sudah saya coba

1. Amazon Prime
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, untuk mendaftar program ini cukup membuka website ini, lalu klik "Jetzt kostenlos testen". Setelah mendapatkan email konfirmasi, kamu bisa langsung Kündigung keanggotaan kamu. Cara Kündigungnya bisa dilihat disini: https://www.amazon.de/gp/help/customer/display.html?nodeId=201910380. Keanggotaan kamu akan ihentikan 1 bulan setelah pendaftaran, jadi kamu masih bisa menikmati layanan Amazon Prime selama sebulan.

2. Amazon Student
Ini juga layanan Amazon Prime tapi dikhususkan untuk Student. Cukup mendaftar dengan email uni kamu, maka kamu bisa mendapatkan layanan Amazon Prime gratis selama 1 tahun. Setelah setahun berakhir, maka kamu bisa menikmati layanan ini dengan harga €24/tahun, setengah dari harga asli keanggotaan Amazon Prime. Cara mendaftarnya bisa lewat sini: http://amzn.eu/3z7iRWB. Cara Kündigungnya juga sama dengan yang ditulis di poin 1.

3. Netflix
Cukup berbahaya bagi saya, karena kenyamanan streaming film dan serial di Netflix membuat saya jadi jarang keluar kamar :D. Netflix juga menawarkan layanan coba gratis selama 1 bulan, setelah 1 bulan kamu bisa berlangganan dengan tarif mulai dari €7 hingga €12 per bulannya. Pendaftaran cukup dengan membuat akun di www.netflix.de, aktivasi akun, Kündigung. Untuk Kündigung, cukup klik "Ihr Konto", kemudian "Mitgliedschaft kündigen" >> "Vollständige Kündigung" (Info lebih lengkap). Setelah Kündigung kamu masih bisa menggunakan Netflix selama 1 bulan penuh.

Beberapa layanan yang belum saya coba:
  • Spotify: gratis selama 1 bulan, kemudian €4,99 per bulan untuk Student
  • Apple Music: gratis selama 3 bulan, kemudian €4,99 per bulan untuk Student
Selamat mencoba! 


Saturday, August 1, 2015

Belanja Online di Jerman

Salah satu keuntungan (sekaligus "bahaya") hidup di Jerman adalah fasilitas kemudahan belanja online-nya. Saya termasuk senang beli barang-barang online karena biasa harganya lebih murah daripada di toko-toko. Dengan beberapa tips-tips yang saya bagikan ini mudah-mudahan experience belanja online kamu jadi menyenangkan! (Disclaimer: The Rookie Advisor tidak bertanggung jawab terhadap kantong kering di akhir bulan :D)

1. Bandingkan Harga
Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam belanja online adalah membandingkan harga, karena kadang ada website-website online shop yang sedang mengadakan sale, harganya bisa jauh lebih murah daripada membeli di toko. Misal saja untuk tas ransel merk Jack Wolfskin jika di toko harganya berkisar €45, jika sedang didiskon kamu bisa mendapatkannya secara online seharga €25 termasuk ongkos kirim! Salah satu website favorit saya untuk ini adalah Idealo. Cukup buka websitenya, search barang yang kamu mau, dan setelah itu kamu bisa melihat list website-website dimana barang ini dijual beserta harganya (jangan lupa untuk mengecek terlebih dahulu, apakah size / warna yang kamu minta tersedia, atau apakah harga yang kamu lihat ini adalah Gesamtpreis, termasuk ongkos kirim, ini bisa kamu lihat dengan memilih pilihan "Gesamtpreis" pada menu Sortierung)

2. Pay with PayPal
Jika online shop yang kamu mau menyediakan layanan untuk membayar dengan PayPal, lebih disarankan untuk menggunakan PayPal, karena dengan ini kamu tidak perlu memberikan nomor rekening atau nomor data kartu kredit kamu lagi. Membuat account di PayPal juga mudah, cukup registrasi, kemudian kamu bisa memasukkan informasi data kartu rekening kamu ke PayPal, dan PayPal tidak akan memberikan informasi ini ke online shop yang kamu tuju saat pembayaran. Nantinya di akhir bulan PayPal akan memberikan kamu semacam tagihan, baru kartu kamu akan dicharge.

3. Perhatikan Return Policy
Keuntungan belanja online yang cukup sering saya pergunakan adalah Rücksenderecht. Jika kamu membeli dari toko online (bukan penjual privat), pada dasarnya kamu mempunyai hak untuk mengembalikan barang kamu (tentunya belum dipakai) dalam jangka waktu 14 hari setelah barang sampai ke kamu. Namun dalam hal ini perlu kamu perhatikan di website, apa mereka mempunyai layanan pengiriman kembali / Rücksendung gratis. Seperti contohnya Amazon, hampir semua barang barang yang verkauft und versandt durch Amazon (bukan oleh toko lain) bisa kamu kirimkan secara gratis. Untuk ini kamu cukup menempelkan label Rücksendung ke paket kamu dan membawa paket ke kantor DHL untuk dikirim, tidak perlu membayar biaya.

4. Ongkos Kirim Gratis
Banyak dari online shop yang juga menawarkan bebas ongkos kirim. Kembali lagi ke Amazon (yang memang menurut saya layanan online shopnya paling memuaskan), kebanyakan dari barang-barang di Amazon bebas ongkos kirim jika kamu membeli lebih dari €30. Jika barang yang kamu mau kurang dari €30, maka dikenakan ongkos kirim sebesar €3,5. Untuk mengatasi hal ini, biasanya saya membeli barang lain sehingga nominal saya mencapai €30, kemudian menggunakan fasilitas Rücksendung gratis dan mengirimkan balik barang yang tidak saya mau, otomatis uang saya nanti akan dikembalikan.

5. Perhatikan Warna dan Size
Tidak seperti toko-toko dimana semua harga dipukul rata untuk segala warna dan size untuk tipe barang yang sama, di toko-toko seperti Amazon biasa perbedaan harga antar warna / ukuran untuk barang yang sama bisa mencapai 10 - 20 €. Jadi dalam membeli barang, lihat dulu semua optionnya, warna apa yang paling murah.

6. Belanja eBay, Extra Hati-Hati!
Saya sendiri lebih senang belanja di Amazon ketimbang di eBay karena pelayanannya yang lebih bagus dan terasa lebih aman. Untuk eBay, saya sarankan untuk membeli dari yang memang Gewerbekäufer atau toko yang sudah terdaftar, bukan pembeli privat, karena biasa transaksi dengan toko yang sudah terdaftar ini dilindungi dari eBay, kamu mempunyai eBay Käuferschutz dimana jika kamu tidak mendapatkan barangnya, uang kamu akan dikembalikan. Schutz ini tidak berlaku jika kamu melakukan transaksi dengan pembeli privat. 

7. Lelang eBay, Perhatikan Ongkos Kirim!
Memang kadang barang-barang lelang di eBay terlihat sangat murah, lelang barang-barang mulai dari 1 Euro. Tapi jangan lupa, perhatikan dulu ongkos kirim yang diminta oleh pembeli. Banyak dari barang-barang ini yang bahkan ongkos kirimnya lebih mahal dari nilai barangnya! (Misal, sepatu €5, ongkos kirim €5,5)

8. Jangan Kalap!
Memang, belanja online bisa jadi sangat menyenangkan karena apa saja bisa kamu temukan secara online. Tapi jangan kalap! Jangan sampai nanti akhirnya jatah Sperrkonto bulan ini habis karena dibuat beli online :)



Selamat Berbelanja!


Friday, January 23, 2015

Packing ke Jerman: Checklist Barang Bawaan

Kebanyakan calon pelajar yang akan berangkat ke Jerman biasanya memiliki masalah dengan packing. Problem terbesar adalah: bagaimana saya membawa perlengkapan untuk hidup selama 2 atau 3 tahun dalam 1 bagasi 30 kg, 1 koper Hand-Carry, dan 1 Ransel? 

Pengalaman saya dulu pada saat pertama kali akan berangkat ke Jerman adalah saya selalu merasa perlu membawa ini itu karena takut di Jerman tidak ada atau jika ada harganya akan mahal. Padahal, setelah saya tiba di Jerman, barang ini sebenarnya bisa dibeli dengan harga yang cukup reasonable. 

Di post saya kali ini, saya akan mencoba menulis beberapa tips untuk packing ke Jerman, khususnya barang bawaan kamu. Perlu diingat, kebutuhan setiap orang berbeda-beda jadi tentunya tidak bisa sama persis barang bawaan yang saya perlukan dan yang kalian perlukan. Silakan dipertimbangkan sendiri apakah pada akhirnya barang-barang ini perlu kamu bawa :)

Pertama-tama, mari kita klasifikasikan barang-barang bawaan kamu menjadi 3 jenis: WAJIB DIBAWA, BISA DIBAWA/TIDAK, TIDAK PERLU DIBAWA

WAJIB DIBAWA

1. Pakaian

Bawa seperlunya saja, jika kurang kamu bisa beli baju-baju murah di H&M, Pimkie, C&A, dll. Percaya deh, apalagi jika kamu cewek seperti saya, pasti tidak bisa menahan godaan untuk membeli baju-baju murah pada saat masa Schlussverkauf. Saya sendiri dulu membawa sekitar 15-20 potong kaos. Universitas di Jerman sendiri tidak menetapkan dress code tertentu untuk kuliah, maka kamu tidak perlu sedia kemeja berkerah atau sebagainya. Tapi saya sarankan untuk memiliki minimal 1-2 potong kemeja formal dan 1 blazer untuk event-event formal seperti field trip ke perusahaan, kunjungan ke pameran, interview kerja, presentasi skripsi, dll. Saya membawa agak banyak celana jeans, sekitar 4 buah, karena celana ini sangat fleksibel, bisa digunakan di berbagai musim dan tidak gampang kotor. Untuk rok, waktu itu saya bawa 1 rok hitam dan 1 dress untuk jaga-jaga jika ada event formal. Karena saya setiap hari pasti menggunakan boots atau sneakers, maka saya bawa sekitar 10 pasang kaos kaki.

2. Obat

Sangat saya sarankan untuk membawa obat dari Indonesia karena bagi saya pribadi, ada beberapa obat-obat yang dimana saya lebih cocok menggunakan obat dari Indonesia, misal:
  • Obat Batuk. Saya sendiri kurang cocok dengan obat batuk Jerman (khususnya sirup) yang berasa manis / asam yang mengandung semacam tanaman herbal (Kräuter, kurang tahu juga jelasnya) karena terbiasa dengan obat batuk dari Indonesia yang memberikan efek sejuk di tenggorokan yang bisa membuat saya berhenti batuk. 
  • Obat Pilek. Di Jerman sangat jarang obat pilek berbentuk tablet atau pil, kebanyakan dari obat pilek yang dijual di supermarket / apotik berupa nasal spray dimana harus disedot oleh hidung
  • Obat Datang Bulan. Sampai sekarang saya sendiri belum menemukan obat untuk mengatasi sakit saat datang bulan disini. 
  • Minyak Kayu Putih. Berguna untuk mengatasi mual dan belum saya temukan versi Jermannya. 
  • Tolak Angin. Menurut saya ini WAJIB dibawa karena sangat-sangat berguna. Bisa dipakai jika kamu tidak enak badan, masuk angin, apalagi pada musim dingin dimana angin biasanya kencang. 
  • Obat Maag. Karena saya cukup sering sakit maag maka ini wajib untuk saya bawa. 

3. Peralatan Mandi

Penting untuk hari-hari pertama di Jerman dimana kamu mungkin masih mencari Wohnung atau jika kamu tiba pada hari libur dimana toko-toko tutup. Cukup 1 sikat dan pasta gigi, shampoo dan sabun kecil. Selebihnya bisa kamu beli di toko dm (beberapa house mark mereka bahkan harganya lebih murah daripada harga peralatan mandi di Indonesia)

4. Kosmetik

Misal obat jerawat, pembersih muka, pelembab, obat dokter, dll. Penting untuk dibawa sambil mencoba beradaptasi dengan memilih produk-produk serupa yang pas bagi kamu, jika merek barang-barang kamu tidak ada di Jerman. Khususnya obat jerawat, jika kamu memiliki masalah dengan jerawat, ini penting untuk dibawa karena selama ini saya sangat jarang (hampir tidak pernah) melihat produk-produk untuk mengatasi jerawat.

5. Sepatu dan Sandal

Untuk persediaan saya membawa 1 pasang sepatu boots. Selain itu saya juga bawa 2 pasang sneakers untuk dipakai sehari-hari. Dari pengalaman saya, sneakers ini masih tahan kok dipakai saat winter, jika suhu masih diatas 0. Selain itu sandal jepit juga sangat penting, bisa dipakai di rumah, saat traveling di hostel, juga saat summer.

6. Dokumen

Saya sarankan untuk membawa beberapa lembar legalisir dokumen beserta terjemahannya serta dokumennya yang asli. Dokumen ini penting untuk keperluan birokrasi di Jerman seperti lapor diri di KJRI, perpanjangan visa, Bewerbung universitas atau kerja, dll. Selain itu jangan lupa juga untuk membawa cadangan pas foto biometris. Saya sendiri membawa sekitar 20 lembar pas foto untuk berjaga-jaga jika diperlukan karena jasa untuk membuat pasfoto disini cukup mahal.

BISA DIBAWA/TIDAK

1. Jaket dan Barang-Barang Winter

Seperti calon student yang berangkat untuk masuk saat Wintersemester, saya juga takut persediaan barang winter saya kurang atau kurang tebal, khususnya jaket. Dalam pikiran saya membeli jaket disana pastinya mahal. Tapi setelah sampai disini ternyata saya menemukan jaket-jaket yang dijual disini jauh lebih murah ketimbang misal kalau kita beli jaket-jaket merek Korea atau Cina yang dijual di Indonesia. Kualitasnya juga lebih baik dan lebih banyak pilihan modelnya. Untuk berjaga-jaga silakan bawa 1 buah jaket, sisanya bisa kamu beli saat sampai disini, karena jaket termasuk yang paling memakan ruang di bagasi. Jika kamu bisa menahan diri dan tidak terlalu dringend butuh, tunggu sampai masa Winterschlussverkauf yang biasanya mulai berlangsung setelah natal dan tahun baru, sekitar pertengahan Januari hingga pertengahan Februari. Pada masa ini barang-barang winter seperti jaket, sarung tangan, topi, long john, dll. akan didiskon besar-besaran karena toko-toko harus cuci gudang untuk menyiapkan tempat bagi barang-barang musim yang baru. Saya seringkali menemukan jaket bermerek misal Zara/Esprit dengan harga setara dengan H&M jika diskon.
Untuk tipe jaket, saya sarankan membeli jaket outdoor yang sangat fungsional dan bisa dipakai di segala medan. Biasanya jaket ini windproof dan wasserdicht dan hangat karena memiliki layer fleece di dalamnya.

Barang-barang winter lainnya seperti topi, sarung tangan, syal, dll juga bisa kamu beli dengan harga murah di H&M atau C&A.

2. Rice Cooker

Saya sendiri dulu membawa rice cooker mini ukuran 0,3 L karena memang tidak perlu rice cooker terlalu besar untuk makan 1 orang. Tapi disini kamu juga bisa membeli rice cooker secara online di Amazon, harganya tidak terlalu mahal, mulai dari €15 (tergantung merek).

3. Setrika, Hair Dryer

Barang-barang listrik seperti setrika dan hair dryer juga bisa kamu beli di Rossmann dengan harga sekitar €10 hingga €15.

4. Peralatan Makan

Untuk hari-hari pertama di Jerman maka mungkin bisa membawa 1 set alat makan (sendok, garpu). Piring, gelas, mangkok dll bisa kamu beli dengan harga €1 setiap bijinya di 1-Euro-Shop. Di Primark juga banyak dijual botol minum lucu-lucu seharga sekitar €3.

5. Bumbu Masak dan Sambal

Jika kamu seperti saya, tidak bisa masak, maka barang ini sangat berguna sekali. Saya dulu bawa bumbu-bumbu masakan seperti rawon, sapi lada hitam, nasi goreng, dll di supermarket. Tinggal beli daging mentah di supermarket, daging dimasak, dicampur dengan bumbu, maka makanan pun jadi, bisa dibuat untuk beberapa kali makan. Jika kamu kehabisan, bisa juga beli di toko Asia, biasanya mereka menyediakan bumbu-bumbu seperti ini, walaupun bukan merek Indonesia.

Untuk sambal, semua toko Asia di München yang pernah saya kunjungi menjual sambal ABC, jadi saya rasa jika kamu akan tinggal di kota besar di Jerman dimana akan banyak toko Asia maka tidak perlu khawatir masalah sambal. Tapi karena saya sendiri lebih suka sambal merek lain selain ABC yang tidak dijual di toko Asia disini, maka saya membawa sekitar 2 bungkus sambal sachet.

6. Indomie

For some reason setelah tinggal di Jerman keinginan untuk makan Indomie meningkat, padahal di Indonesia sendiri saya hampir tidak pernah makan Indomie. Saran saya sih bawa sedikit saja jika masih ada tempat, mungkin untuk mengobati rasa kangen rumah di hari-hari pertama di Jerman. Selebihnya bisa beli di toko Asia, Indomie (dengan merek Indomie) juga dijual kok disana, dalam berbagai macam rasa dan varian.

7. Laptop

Ini tergantung orang masing-masing. Saya sendiri membawa laptop saya dari Indonesia, tapi ada beberapa teman yang memilih membeli laptop di Jerman. Jika bingung apa mending beli laptop di Indonesia atau di Jerman, bisa coba bandingkan terlebih dulu harganya. Website yang direkomendasi teman-teman untuk membeli laptop adalah http://www.notebooksbilliger.de/

TIDAK PERLU DIBAWA

1. Binder dan Loose Leaf

Saya cukup menyesal juga membawa binder dan loose leaf ini, karena di Jerman hampir tidak pernah dipakai. Hampir semua pelajar menggunakan college block (semacam buku tulis berukuran A4 dengan jilid ring yang sudah memiliki lubang untuk dimasukan ke map) untuk mencatat pelajaran. Setiap lembar college block ini bisa dirobek dan lembarannya dimasukan di Ordner / map. Menurut saya lebih praktis karena kita tidak perlu membeli buku tulis berbeda-beda untuk setiap mata pelajaran.

2. Sprei

Khususnya karena ukuran bantal dan bed di Jerman biasanya berbeda dengan ukuran di Indonesia, jadi menurut saya lebih baik beli di Jerman. Perlu diperhatikan dalam memberi sprei disini adalah istilahnya. "Bettwäsche" biasanya adalah 1 set yang terdiri dari sarung untuk selimut (semacam bed cover) dan 1 sarung bantal besar yang biasa berukuran 80 cm x 80 cm. Sedangkan sprei yang digunakan untuk kasur bernama "Spannbettuch" atau "Spannbettlaken" yang kebanyakan berasal dari bahan Jersey yang hangat. Bettwäsche set biasa dijual dengan harga mulai €10 hingga €20 di Ikea sedangkan Spannbettlaken sekitar €7


Obviously list ini memang tidak lengkap karena untuk list selengkapnya barang-barang apa yang harus kamu bawa tergantung dari kebutuhan pribadi masing-masing. Bisa jadi kamu tidak memerlukan baju sebanyak saya, atau memerlukan obat-obat lainnya untuk alergi, dsb. Semoga checklist ini bisa membantu kamu yang sedang bingung memikirkan barang bawaan. Happy packing!

Saturday, October 18, 2014

ARD ZDF Rundfunkbeitrag

Salah satu topik yang membuat saya sempat bingung pada saat pertama kali datang ke Jerman adalah mengenai Rundfunkbeitrag. Sekitar 1 bulan setelah daftar diri di München tiba-tiba saya mendapatkan surat yang meminta saya untuk membayar pajak Rundfunk sebesar sekitar €17 per bulannya. Tentu saja saya kaget, karena di kamar saya tidak ada TV maupun radio. 

Jadi, apa itu Rundfunkbeitrag?
Rundfunkbeitrag adalah semacam pajak wajib yang diberlakukan oleh pemerintah Jerman untuk pemakaian alat-alat yang bisa menerima dan memancarkan sinyal, seperti TV, radio, smartphone, computer, jadi tidak hanya TV saja.
Dulu memang Rundfunkbeitrag hanya dibayar oleh orang yang memiliki TV atau radio, tapi mengingat sekarang kamu bisa melakukan streaming lewat hampir semua alat komunikasi, maka sejak Januari 2013 model pembayaran bukan lagi berdasarkan jumlah alat yang kamu punya melainkan setiap orang / setiap Wohnung. 

Apa saya harus membayar Rundfunkbeitrag?
Topik ini sering menjadi perdebatan diantara mahasiswa Indonesia, karena memang jumlah pajak yang harus dibayar cukup besar dan memberatkan. Banyak dari mahasiswa yang memilih untuk mendiamkan surat yang dikirim dan tidak membayar pajak dan sampai sekarang tidak mengalami konsekuensi apa-apa. Tapi balik lagi, pilihan ditangan kamu, apa memilih mau membayar atau mendiamkan. Yang pasti, jika kamu tidak membayar, harus juga siap dengan resikonya (misal dikirim denda, dll.)

Saya mendapatkan surat dari ARD ZDF Deutschlandradio, apa itu asli atau penipuan?
Kasus yang marak terjadi di Jerman adalah adanya oknum yang mengatasnamakan diri sebagai ARD ZDF Deutschlandradio dan mengirimkan kamu tagihan Rundfunkbeitrag. Jika kamu mendapatkan tagihan ini, ada baiknya cermati dulu surat yang kamu dapat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Apakah nama kamu benar-benar tertera dalam surat? Gambar dibawah adalah contoh surat Rundfunkbeitrag palsu. Perhatikan bagian alamat yang dituju, hanya tertulis "An alle privaten Haushalte im Beitragsgebiet, Deutschland". Pada surat yang benar akan tertera secara jelas nama dan alamat kamu. 
  • Periksa lagi nomor rekening penerima yang dicantumkan di surat, apakah memang sudah cocok dengan nomor rekening milik ARD ZDF Radio. Silakan buka halaman ini untuk melihat daftar nomor rekening yang asli.
  • Jika kamu baru saja datang ke Jerman / belum pernah membayar Rundfunkbeitrag sebelumnya, maka pertama-tama kamu akan diminta untuk mendaftarkan diri, tidak langsung membayar. Daftarkan diri secara online ke www.rundfunkbeitrag.de
  • Jika kamu yakin surat yang kamu dapat adalah penipuan, laporkan ke pihak Rundfunkbeitrag untuk ditangani lebih lanjut. Jika masih ragu, tanyakan ke pihak Rundfunkbeitrag untuk memastikan keaslian tagihan kamu.
     

Friday, September 5, 2014

Internet dan Streaming di Jerman

Salah satu keuntungan (dan bisa dibilang kerugian) kuliah di Jerman adalah sambungan internet yang super cepat. Sayangnya, ketatnya pengawasan pemakaian internet membuat kita harus lebih hati-hati dalam surfing di internet.

Torrent
Seperti kalian-kalian, saya juga sangat hobi menonton serial-serial barat / Korea dan langganan memakai torrent. Tapi di Jerman JANGAN COBA-COBA MEMAKAI TORRENT. Karena penggunaan Internet disini diawasi dengan cukup ketat jadi jika kamu ketahuan mendownload / memakai Torrent maka kamu bisa dikenakan denda hingga ribuan Euro karena melanggar hak cipta.

Alternatif Torrent: STREAMING
Di Jerman sendiri saya lebih sering menggunakan jasa streaming untuk menonton serial-serial kesukaan saya. Justru menurut saya layanan streaming ini lebih nyaman karena kamu bisa langsung menonton serial yang kamu mau, tanpa perlu mendownload terlebih dahulu dan juga tidak membuat hard disk di komputer penuh.

PERLU DIINGAT: seperti Torrent, streaming juga beresiko mengundang virus ke dalam komputer kamu, jadi do it at your own risk. Tentunya saya tidak bertanggung jawab jika komputer kamu kemasukan virus dsb. (sampai sekarang sih saya masih belum memiliki masalah dengan hal ini)

Beberapa website yang sering saya pakai:
  • Serial Korea: dramacool (dot) com, drama (dot) net, viki (dot) com
  • Serial Barat: watchseries (dot) ag, watchseries-online (dot) ch
  • Variety Show, mis. Running Man: myksn (dot) net, isubs-squad (dot) com
  • Film: movie4k (dot) to
  • Lagu: biasanya untuk lagu saya cukup search di google dengan keyword "(lagu yang dicari) mp3" atau kalau bisa juga memakai Spotify untuk mendengarkan lagu tanpa perlu download dulu, dengan Spotify kamu juga bisa membuat playlist/radio sesuai lagu kesukaan.
  • eBook: untuk eBook bahasa Inggris di epubbud atau tuebl, eBook bahasa Jerman di boerze (dot) bz atau mygully, atau bisa langsung search di google dengan keyword "(judul buku) pdf" atau "(judul buku) epub"
  • Komik/Manga: onemanga (dot) me atau mangafox (dot) me

GEMA Block di Youtube
Bagi yang sering menonton video Youtube di Jerman pasti tahu istilah ini. Video-video Youtube di Jerman banyak sekali yang tidak bisa ditonton karena di block dengan alasan yang berhubungan dengan belum adanya ijin dari GEMA (saya juga kurang tahu menahu GEMA ini, juga ga pernah cari tahu sih). Untuk menonton video-video Youtube yang diblock oleh GEMA, kamu bisa download Youtube Unblocker di unblocker (dot) yt, semacam extension / add-on untuk browser kamu. Instruksi intalasi bisa kamu lihat di website mereka.



Thursday, August 28, 2014

Mengurus kartu ATM yang hilang di Deutsche Bank

Kartu ATM merupakan salah satu barang yang terpenting bagi kita pelajar di Jerman. Namun ada kalanya kartu ATM ini bisa hilang, baik karena keteledoran kita atau hal lain. Tapi jangan panik, dengan langkah-langkah dibawah kamu bisa mengatasi masalah ini:
  1. SEGERA (and I mean SE-GE-RA, ga pake nunggu) laporkan kehilangan kamu ini ke kantor Deutsche Bank terdekat. Bilang bahwa kartu ATM kamu hilang dan minta untuk diblokir. Dengan begini pihak ketiga yang menemukan kartu ATM kamu tidak bisa memakai kartu ini untuk transaksi dan jika mereka memakainya di mesin ATM maka kartu akan "dimakan" oleh mesin ATM.
  2. Minta untuk mengurus pembuatan kartu ATM baru di Deutsche Bank
  3. Kartu ATM dan PIN-Brief (berisi PIN ATM kamu) akan dikirimkan secara terpisah dalam waktu sekitar 1-2 minggu.
  4. Untuk keamanan, setelah berhasil menggunakan ATM dengan PIN ATM dari PIN-Brief, ganti PIN dengan nomor pilihan kamu.
PS: Penggantian kartu ini dikenakan biaya, tanyakan terlebih dahulu berapa biaya yang harus kamu bayar untuk mengeluarkan kartu ATM baru.

Terbang ke Jerman (dari Indonesia)

Mengingat jauhnya jarak Indonesia-Jerman tentu satu-satunya metode untuk berangkat ke negara tujuan kuliah kita ini adalah dengan pesawat. Setelah beberapa kali terbang pulang-pergi Jerman-Indonesia ada beberapa info yang bisa saya tulis.

1. Waktu Pembelian Tiket
Salah satu faktor penting bagi kita yang akan terbang pertama kali ke Jerman. Apakah membeli tiket pesawat sebelum atau sesudah mendapat visa? Jawabannya, tergantung! Jika kamu:
  • Membeli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum mendapat visa: maka keuntungannya adalah harga tiket yang dibeli tentunya lebih murah, tapi resikonya adalah pada saat hari H keberangkatan visa belum ada atau visa ditolak. Jadi, pintar-pintarlah menentukan tanggal keberangkatan dan jarak tanggal keberangkatan dengan proses pengajuan visa.
  • Membeli tiket pesawat setelah mendapat visa: opsi yang lebih aman, dengan resiko harga yang tidak bersahabat, apalagi calon mahasiswa biasanya berangkat ke Jerman pada bulan Agustus / September / Oktober (high season).
2. Memilih Maskapai Penerbangan
Ini juga tak kalah penting, karena kita akan menghabiskan waktu sekitar 12 jam di pesawat dan beberapa jam untuk transit. Sejauh pengalaman saya, maskapai penerbangan yang paling diminati adalah maskapai-maskapai penerbangan dari Timur Tengah, karena mereka menawarkan harga yang murah dengan kualitas bintang 5, antara lain Qatar Airways, Etihad, dan Emirates. Dari ketiga maskapai tersebut, saya sendiri lebih prefer Emirates, karena fasilitasnya yang nyaman, makanan yang enak, dan ada fasilitas Rail + Fly (link) dimana dengan membeli tiket pesawat Emirates kamu juga mendapatkan fasilitas untuk naik kereta (termasuk ICE) secara gratis dari tempat kamu ke kota airport tujuan. Untuk harganya, Emirates memang biasanya sedikit lebih mahal (beda sekitar 20-30 Euro) tapi ini juga tidak mutlak, tergantung dengan jam terbang dan tanggal terbang. Selain 3 maskapai diatas, masih banyak lagi airline yang bisa kamu gunakan, seperti KLM, Korean Air, Singapore Airlines, dll. (Bisa dicek di website airline tersebut apakah mereka melayani rute yang kamu inginkan)

3. Memilih Tempat Mendarat
Tidak semua kota di Jerman memiliki bandara. Jikalau ada, tidak semua melayani pesawat terbang jarak-jauh. Hampir semua pesawat jarak jauh akan mendarat di 4 bandara besar di Jerman:
  • Berlin (Tegel Airport)
  • München (Franz Joseph Strauß Airport)
  • Frankfurt (Rhein-Main Internationaler Flughafen)
  • Düsseldorf (Düsseldorf Flughafen)
  • Hamburg (Hamburg Flughafen)
Silakan lihat peta Jerman untuk mengecek, kota tempat tinggal kamu lebih dekat dengan kota mana.

4. Mendapatkan Tiket Murah
Untuk mendapatkan tiket murah, usahakan untuk terbang di masa low season (Januari-Maret, Mei, Juni, November). Kamu bisa mengecek dan membandingkan harga-harga tiket pesawat di skyscanner.com

5. Tiket Student
Bagi pemilik visa student ke Jerman, kebanyakan maskapai penerbangan menawarkan tiket student. Tiket ini biasanya lebih murah dan sebagai student kamu mendapat tambahan bagasi, jadi total bagasi yang diperbolehkan mencapai 40 kg (dari yang biasanya 23-30kg). Namun untuk membeli tiket student kamu harus melakukan reservasi secara langsung, baik dengan telpon atau mendatangi kantor maskapai tersebut, tidak bisa membeli secara online. Caranya:
  1. Cari tahu nomor telpon / alamat kantor ticketing maskapai penerbangan yang dituju
  2. Hubungi bagian reservasi
  3. Tanyakan apakah bisa reservasi student ticket
  4. Bayar biaya tiket dan kirimkan fotokopi / scan visa student kamu
  5. Tiket biasanya akan dikirim lewat fax / email
6. Memilih Jam Terbang
Sejauh pengalaman saya terbang dengan Qatar Airways, Emirates, dan Etihad, ketiga maskapai penerbangan ini menawarkan 2 jam keberangkatan setiap harinya, yaitu pagi/siang dan sore/subuh. Karena saya sendiri tidak tinggal di Jakarta, maka dalam membeli tiket pesawat juga harus saya perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk terbang dari kota asal saya ke Jakarta, kemudian check in lagi ke penerbangan ke Jerman. 
  • Jam terbang pagi/siang hari (dari Jakarta): akan sampai di Jerman pada malam hari. Jadi dari pengalaman saya, maka saya harus terbang pada hari sebelumnya, menginap 1 hari di Jakarta, pagi berangkat ke airport, dan sampai sekitar pukul 10 malam. Biasa harga tiket lebih murah, tapi tidak disarankan bagi yang baru pertama kali berangkat ke Jerman karena transportasi penghubung di Jerman lebih jarang di malam hari (misal, jika harus pindah kota).
  • Jam terbang sore/subuh: akan sampai di Jerman pada siang hari. Jadi saya berangkat dari kota saya pada hari H pagi dengan Garuda Indonesia (agar tidak perlu pindah terminal, karena dengan maskapai lainnya kamu harus pindah dari Terminal 1 / 3 Soekarno Hatta ke Terminal 2 tempat keberangkatan internasional), check in lagi ke tempat check in penerbangan internasional. Sesampainya di Jerman, kamu bisa langsung naik kereta / bus ke kota tujuan, jadi tidak perlu menginap ekstra 1 hari lagi.
Tips: untuk menghindari antrian yang panjang saat check in, jangan lupa untuk terlebih dulu melakukan web check-in paling awal 24 jam sebelum terbang dan print boarding pass. Jadi saat tiba di bandara kamu cukup datang ke counter BAGGAGE DROP, tanpa perlu mengantri untuk check in (antrian di baggage drop biasanya lebih sedikit). Dengan web check-in kamu juga bisa memilih tempat duduk kamu.

Saturday, June 21, 2014

Biaya Hidup di Jerman (khususnya München)

Biaya hidup di Jerman memang beda di setiap kota. Misal di kota bekas Jerman Timur atau Berlin biaya hidupnya tentu lebih murah jika dibandingkan di kota-kota bekas Jerman Barat. Saya banyak mendapat pertanyaan, "München biaya hidupnya mahal banget ya?". Biaya hidup di München yang mahal juga menjadi salah satu alasan yang membuat beberapa mahasiswa mengurungkan niat untuk studi di kota dengan 2 universitas yang termasuk terbaik se-Jerman ini. Di halaman FAQ saya sudah menulis sedikit jawaban tentang topik ini, tapi sekarang saya bakal menulis perincian singkat tentang biaya hidup di München.

Perlu diingat terlebih dahulu: 
  • Biaya ini bisa lebih / kurang setiap bulannya (jadi bukan berarti setiap bulan pasti sebesar itu, ini hanya perkiraan biaya rata-rata
  • Biaya ini adalah biaya hidup saya setiap bulan, jadi bukan berarti semua orang yang tinggal di München mengeluarkan biaya sejumlah ini, bisa jadi jika mereka hidup lebih hemat atau lebih banyak bekerja sambilan pengeluarannya tidak sebanyak ini. Gaya hidup setiap orang berbeda
  • Untuk yang baru pindah ke München biasanya pengeluarannya tentunya lebih banyak karena harus membeli barang-barang kebutuhan lainnya seperti mebel, dll.
Oke, kita mulai dengan pengeluaran terbanyak setiap bulan:

1. Miete / Sewa Apartemen
Pengeluaran wajib yang memakan sebagian besar biaya hidup kita di Jerman. Tinggi rendahnya biaya hidup di Jerman bisa dibilang ditentukan oleh harga sewa apartemen kamu. Salah satu alasan kenapa München dianggap memiliki biaya hidup paling besar adalah karena Miete / harga sewa rata-rata di kota ini memang paling mahal se-Jerman (tapi memang masih termasuk murah dibandingkan kota-kota lain di Eropa seperti Paris, Roma, Zurich). Besarnya Miete juga tergantung dengan tipe tempat tinggal kamu. Berikut biaya sewa rata-rata di München:
  • Studentenwohnheim / Dorm, Privat maupun dari Studentenwerk:
    • Einzelzimmer (WC, Dapur dipakai bersama):     €200 - 275
    • Einzelapartment:                                                   €300 - 350
  • WG (flat share):                                                              €250 - 500
  • Einzelapartment (privat):                                                €300 - 700
Note: untuk WG dan Einzelapartment privat memang range harganya sangat bervariasi, karena ini tergantung dari besar kamar kamu, lokasi Wohnung, dll. Keuntungan dari Studentenwohnheim adalah selain murah, biasanya harga sewa sudah all inclusive, jadi termasuk biaya air, listrik, dan Heizung (di beberapa Studentenwohnheim malah juga termasuk internet). Untuk WG dan Einzelapartment privat, biaya ini biasanya belum termasuk biaya tambahan diatas.

2. Asuransi
Biaya asuransi gesetzlich setiap bulan untuk student, apapun perusahaan asuransinya, sebesar €78. Dengan biaya asuransi ini kamu bisa ke kebanyakan dokter tanpa perlu membayar biaya dokter, hanya membayar biaya obat

3. Makan
Biaya makan ini juga tergantung dari gaya hidup kamu, apakah kamu sering makan di luar atau masak sendiri. Let's say gaya hidup kamu seperti saya, standar-standar saja, tidak terlalu boros tapi juga nggak hemat-hemat amat (makan di luar seminggu sekali, siang makan di Mensa, masak pada hari-hari lainnya), berikut rinciannya:
  • Makan di luar:                                                               €5 - 8
  • Makan di Mensa:                                                          €2 - 4 per hari
  • Belanja:                                                                         €10 - 15 per minggu
Sebagai info: beberapa harga-harga barang kebutuhan sehari-hari di supermarket (jika membeli merk discounter seperti di Aldi / Lidl)
  • Susu:                                                                             € 0.55 / L
  • Telur:                                                                            € 0.99 / 10 butir
  • Roti Tawar:                                                                   € 0.55 
  • Cappucino bubuk:                                                        € 2.49 / 500 gr
  • Nasi:                                                                             € 0.99 / kg
  • Daging Ayam:                                                              € 2.79 / 400 gr
  • Air Mineral:                                                                 € 0.19 / 1,5 L (+ Pfand €0.25)
  • Bir (kaleng):                                                                 € 0.99 / 500 ml
  • Kentang:                                                                       € 0.90 / kg
  • Chicken Nugget:                                                          € 2.79 / 500 gr
  • Shampoo / Sabun                                                         € 1 - 3 
  • Spaghetti:                                                                     € 0.55 / 500 gr
 
4. Pulsa HP & Internet
Kebanyakan student Indonesia menggunakan kartu prabayar, jadi kamu tinggal mengisi pulsa setiap bulannya. Ini memang lebih murah dibandingkan jika menggunakan Vertrag, meskipun kamu hanya mendapat kuota internet terbatas. Tapi kebanyakan handphone sekarang juga dilengkapi fasilitas wifi jadi kamu bisa memakai internet wifi di rumah, tanpa harus memerlukan banyak kuota internet. Rata-rata orang-orang disini menghabiskan sekitar €10 hingga 15 sebulan untuk pulsa prabayar. 
Sedangkan untuk internet, ini juga tergantung dimana kamu tinggal. Jika kamu beruntung mendapatkan tempat di Studentenwohnheim milik pemerintah, maka kamu mendapatkan internet secara gratis (alias sudah termasuk dengan harga sewa). Tetapi jika kamu tidak mendapatkan internet di tempat tinggal kamu, maka kamu perlu mengurus Vertrag internet, biasanya harganya sekitar €15 - 25 sebulan.

5. Lain-Lain
Biaya lain-lain ini maksudnya biaya untuk hiburan, sedikit belanja, biaya tidak terduga, dll. Berikut sedikit rincian contoh biaya lain-lain:
  • Nonton bioskop:                                                            € 5.5 - 8
  • Museum:                                                                        € 3 - 4
  • Wohnheim Party:                                                           € 3
  • Harga Baju di H&M:                                                     € 10 - 20
  • Obat:                                                                              € 6 - 10 

Dalam kasus saya, rincian biaya hidup saya tiap bulan seperti ini:
  • Miete:                                                                            €  254
  • Asuransi:                                                                       €    78
  • Makan di Mensa:                                                           €   60
  • Makan di Luar:                                                              €   30
  • Belanja kebutuhan hidup:                                              €   60
  • Pulsa:                                                                             €   15
  • Internet:                                                                          €  25
  • Lain-Lain:                                                                      €   50
  • Total:                                                                              € 572                                            
Selain biaya bulanan, ada juga biaya hidup yang harus kamu keluarkan per semester atau per 3 bulan, seperti:

1. Biaya Kuliah
Kuliah di Jerman tidak 100% gratis. Biaya kuliah (Studiengebühr) memang sudah dihapus, tapi kamu masih tetap harus membayar sumbangan wajib untuk biaya administrasi dan sebagainya. Untuk di München biaya ini sebesar €111 per semester.

2. Semesterticket
Jika kamu misal punya sepeda, maka kamu tidak perlu membayar semesterticket (di München) tapi jika kamu sering menggunakan transportasi umum untuk kuliah, maka kamu perlu membeli semesterticket sebesar €141 per semester

3. ZHS Membership (optional)
Dengan membership ZHS (Zentral Hochschulsport) kamu bisa memakai sarana olahraga yang dimiliki di universitas secara bebas dalam 1 semester. Saya sendiri memiliki member ZHS untuk renang, biayanya €15 per semester. Untuk olahraga lainnya (selain renang) malah lebih murah lagi, hanya €7,5 per semester.

4. GEZ
GEZ adalah pajak untuk Rundfunk, mencakup radio, laptop, TV, smartphone, dll. Pajak ini jumlahnya €19 per bulan dan dibayar setiap 3 bulan sekali, sejumlah €57. Banyak juga orang yang tidak bayar pajak ini, tapi saya sendiri bayar karena kewajiban membayar sudah dimasukkan ke dalam Mietvertrag.

Total: € 111 + €141 + €15 + (2 * €57) =  €381 per semester

Tentunya ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa biaya hidup di Jerman / München untuk semua orang sebesar ini karena seperti yang sudah saya tulis tadi, saya sendiri tidak terlalu boros tapi juga nggak hemat-hemat amat jadi tentunya ada yang biaya hidupnya lebih kecil ataupun lebih besar dari saya. Biaya hidup saya juga tidak setiap bulan pasti sejumlah ini, karena ada saatnya misal saya mengeluarkan uang lebih (untuk liburan, belanja baju jika musim diskon, beli oleh-oleh jika akan pulang ke Indonesia, dll.) tapi sebagai gambaran saja, dengan modal awal €8.040 di account Deutsche Bank kamu (dengan maksimal pengambilan sekitar €670 per bulan), jumlah itu masih cukup untuk hidup di München.

Apa bisa menutup biaya hidup kamu ini dengan kerja sambilan?
Jika kamu masih Sprachkurs / belajar bahasa, dimana kamu memiliki banyak waktu luang untuk bekerja sambilan, maka mungkin masih bisa, tapi dari pengalaman saya, gaji yang saya dapat dari bekerja sambilan tidak cukup untuk menutupi biaya hidup, karena saya sendiri tidak memiliki banyak waktu untuk bekerja sambilan, terlebih jika memasuki masa-masa ujian. Untuk topik seputar kerja sambilan bisa dilihat di sini

Kerja Sambilan di Jerman

Bisa dibilang ini adalah salah satu topik yang paling sering ditanyakan ke saya. Salah satu keuntungan menjadi pelajar di Jerman adalah kita bisa kerja sambilan selama beberapa hari dalam satu tahun dan ini semua legal. Gaji yang didapat juga tidak sedikit jika dirupiahkan.

Apa mencari kerja sambilan di Jerman susah?
Ini tergantung dari kota dimana kamu tinggal. Biasanya di kota-kota yang lebih besar maka kesempatan kamu untuk mendapatkan kerja lebih banyak. Di München misalnya, banyak sekali lowongan kerja untuk Aushilfe / Student di toko-toko.

Kita bisa bekerja di Jerman sebagai posisi apa saja?
Kebanyakan dari pelajar di Jerman bekerja sebagai Aushilfe atau pekerja sambilan. Aushilfe ini biasanya bekerja sekitar 10 - 20 jam per minggu dan gaji yang didapat maksimal €450 (karena lebih dari ini akan dikenakan wajib pajak). Kamu bisa bekerja di bagian Service (melayani pembeli, mengambil order) seperti di McDonald's, Burger King, KFC, etc. Atau bisa juga di museum, bioskop, perpustakaan, pabrik, hingga asisten peneliti di laboratorium.

Berapa hari kita bisa bekerja di Jerman?
Standarnya untuk student asing kamu dibatasi maksimal 120 hari kerja full time ATAU 240 hari kerja part time. Untuk lebih pastinya bisa kamu lihat di Nebenbestimmungen (Kertas kecil panjang yang kamu terima bersamaan dengan kartu ijin tinggal kamu)

Berapa gaji yang diterima?
Untuk Aushilfe, gajinya dihitung per jam dan tingginya gaji tergantung kota kamu. Misalnya di München, karena biaya hidup cukup tinggi, maka gaji minimal untuk Aushilfe sekitar €8 per jam, tapi di kota lain seperti Berlin sekitar €5 - €7 per jam. Jika gaji kamu tidak melebih €450 maka kamu tidak harus membayar pajak.

Apa saja syarat yang diperlukan untuk mendaftar kerja?
Secara umum syarat yang diperlukan antara lain fotokopi paspor, ijin tinggal, Arbeitserlaubnis (kertas panjang kecil yang kamu dapat bersama dengan kartu ijin tinggal), Immatrikulationsbescheinigung, bukti asuransi. Untuk kamu yang akan bekerja di bagian Gastronomie / makanan, maka kamu perlu Gesundheitszeugnis atau sertifikat kesehatan. Ini bisa dibuat di kantor departemen kesehatan atau di dokter-dokter yang sudah memiliki ijin untuk mengeluarkan ini (Google: Gesundheitszeugnis "nama kota")

Bagaimana mengetahui lowongan kerja yang ada?
Banyak caranya! Bisa melalui internet di kimeta.de, jobmensa.de, dll. Atau melihat di website masing-masing perusahaan, misal: di McDonald's atau KFC selalu ada bagian Karriere dimana akan ditulis lowongan-lowongan di cabang-cabang mereka di Jerman. Atau cukup jalan-jalan ke Hauptbahnhof atau pusat kota kamu, dimana ada banyak toko-toko. Biasanya disana sering ditempel lowongan kerja (misal: Verstärker gesucht! Stellenangebote, etc.)

Apakah kerja part time di Jerman dianjurkan?
Ini juga kembali lagi ke tiap orang masing-masing, bagaimana mereka bisa mengatur waktu. Intinya: jangan lupa, kamu kesini buat belajar bukan buat kerja. Jangan jadikan kerja part time sebagai cara untuk membiayai kuliah / biaya hidup kamu disini (karena nggak akan cukup) tapi jadikan kerja part time sebagai sarana untuk mendapatkan sedikit uang saku, memperbaiki bahasa Jerman kamu, dan memberi pengalaman di dunia kerja. Jika memang kerja part time kamu mengganggu studi kamu, maka kamu juga harus bisa mengambil keputusan untuk berhenti. Selamat belajar sambil bekerja :)

Wednesday, May 21, 2014

Makan Luar Murah di München

Sebagai mahasiswa dengan uang jajan pas-pasan makan luar di restoran atau cafe memang sesuatu yang jarang saya lakukan. Apalagi harga makanan restoran di München juga cukup tinggi, rata-rata sekitar 8 Euro, karena itu saya lebih memilih untuk memasak makanan sendiri, enak nggak enak yang penting kenyang :) 

Tapi terkadang juga ada saatnya keinginan untuk makan di luar muncul, apalagi ditambah dengan cuaca sekarang yang hangat dan sangat mengundang untuk keluar rumah. Selama hampir setahun tinggal disini, saya menemukan beberapa alternatif untuk makan murah di luar.

1. Gunakan Gutschein
Ini khususnya untuk makanan-makanan fast food seperti McDonalds, KFC, Subway, Burger King, dll. Hampir setiap bulan atau beberapa bulan sekali mereka akan menerbitkan kupon-kupon diskon untuk berbagai macam menu. KFC contohnya, dengan memakai Gutschein KFC kamu bisa memesan menu bucket berisi 6 ayam, 2 soft drink, dan 2 french fries ukuran large dengan harga €13.99 saja. Tanpa kupon harga menu ini bisa sekitar €20 atau lebih. Sangat cocok bila sedang pergi makan diluar dengan teman. Gimana caranya mendapatkan Gutschein? Cukup Google saja: Gutschein "nama restoran" "nama bulan dan tahun". Setelah mendownload Gutscheinnya, kamu tinggal menunjukkan Gutschein ke pegawai restoran pada saat memesan. Selain itu, ada beberapa lokasi KFC-KFC tertentu yang bahkan menawarkan free refill untuk minuman.

2. Mittagsmenu
Hampir semua restoran menawarkan Mittagsmenu. Harganya bisa jauh berbeda dengan harga malam hari atau harga normal. Misal di salah satu restoran India favorit saya, dengan Mittagsmenu saya bisa mendapatkan 1 main course + 1 porsi nasi + 1 chai tea dengan harga €5,50 dimana pada malam hari main course ini dijual dengan harga sekitar €7. 

3. Take Away
Banyak restoran memasang harga lebih mahal jika kamu makan di tempat, semacam service charge. Harga menu take away biasanya lebih murah untuk masakan yang sama, bahkan terkadang porsinya lebih banyak. Restoran pasta favorit saya contohnya, seporsi Spaghetti Marinara harganya €4,5 jika take away, porsinya benar-benar banyak (cukup untuk 3x makan). Harga untuk makan di tempat sekitar €7.

4. Makan di IKEA
Berbeda dari kebanyakan orang yang pergi ke IKEA untuk membeli mebel, saya justru sangat suka pergi ke IKEA Restaurant. Makanan di Ikea termasuk murah, dan yang paling menarik lagi, jika kamu mempunyai kartu IKEA Family maka kamu bisa mendapat gratis hot chocolate, kopi, teh dan gratis refill! Membuat kartu IKEA Family ini juga tidak dipungut biaya. Menu favorit saya tentunya swedish meatball atau Köttbular. Harganya sekitar €4-5 tergantung ukuran.

Jika kamu mungkin punya tambahan tips-tips atau tempat makanan murah, bisa juga menambahkan di bagian komentar di bawah!

Friday, March 14, 2014

Jenis Tempat Tinggal di Jerman

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis post tentang cara mencari akomodasi di Jerman, tapi setelah saya baca lagi post tersebut saya sadar bahwa saya belum menulis tentang bagaimana model tempat tinggal di Jerman itu sendiri. Di Jerman ada beberapa pilihan tempat tinggal, antara lain:

1. Studentenwohnheim (dormitory / asrama)
Ini merupakan pilihan favorit para mahasiswa di Jerman karena harganya yang sangat miring, serta hampir semua kamar di Studentenwohnheim ini sudah all inclusive, yang berarti sudah dilengkapi dengan mobel, sambungan internet, listrik, pemanas, dll. Biasanya ada Studentenwohnheim yang berjenis WG, dimana di setiap lantai terdapat beberapa apartemen, dan di dalam apartemen tersebut terdapat beberapa kamar lagi. Kamu menempati salah satu diantara kamar tersebut. Namun ada juga Studentenwohnheim dengan model seperti kamar hotel, dimana di satu lantai langsung terbagi menjadi kamar-kamar.
Keuntungan tinggal di Asrama: selain harga murah, kamu akan tinggal bersama banyak orang dari berbagai macam negara, tentunya ini bagus untuk bisa melatih bahasa Jerman kamu dan juga memperluas pergaulan.
Kerugian tinggal di Asrama: berdasarkan cerita dari beberapa teman, ada beberapa dari mereka yang mengaku cukup sering terganggu karena di asrama mereka sering diadakan party. Selain itu, jika kamu tinggal di asrama dimana kamu harus berbagi kamar mandi / dapur, terkadang ada juga tetangga yang kurang bersih dalam memakai dapur / kamar mandi.

2. WG (Flatshare)
Sebagian besar dari mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat di Studentenwohnheim kebanyakan tinggal di WG / flatshare, dimana beberapa orang mahasiswa (misal 2-5 orang) menyewa sebuah apartemen, dan setiap orang mendapat satu kamar. Biasanya mereka berbagi daput, kamar mandi, biaya internet dan listrik, dll. 
Keuntungan tinggal di WG: Jika kamu menemukan flatmate yang cocok dengan kamu, maka tinggal di WG bisa menjadi sangat seru, dimana kamu bisa melakukan kegiatan bersama dengan flatmate kamu. 
Kerugian tinggal di WG: Harga kamar WG biasanya lebih mahal dari harga Studentenwohnheim, dan seringkali tidak all inclusive, dimana kamu harus membayar listrik dan telefon secaa patungan. Selain itu ada kemungkinan kamu kurang cocok dengan flatmate di WG.

3. Einzelapartment (studio apartment)
Alternatif lainnya adalah memiliki apartemen sendiri berupa Einzelapartment. Layaknya studio apartment, kamu mendapat 1 kamar dengan kamar mandi dan dapur sendiri.
Keuntungan tinggal di Einzelapartment: Pastinya kamu lebih memiliki kebebasan jika tinggal di apartment, karena kamu tinggal sendiri. Selain itu kamu juga tidak perlu share kamar mandi dan dapur dengan orang lain.
Kerugian tinggal di Einzelapartment: Segala sesuatu harus kamu urus sendiri, kebanyakan Einzelapartment bahkan tidak möbliert, jadi kamu harus membeli mebel sendiri, mendaftarkan paket internet, dll. Ini akan menjadi repot jika kamu misal harus pindah dari apartemen kamu dan harus mengangkut semua mebel. Tinggal sendiri juga kadang bisa membuat kamu merasa kesepian. 

Dari 3 jenis tempat tinggal ini, tentunya tergantung kamu masing-masing, mana yang lebih cocok. Tapi bagi mahasiswa-mahasiswa baru, saya sarankan untuk tidak berpatok pada satu jenis tempat tinggal saja dalam mencari tempat tinggal, karena mencari akomodasi di Jerman bukan hal mudah, sehingga untuk bisa mendapat tempat tinggal sendiri saja sudah merupakan suatu keberuntungan.

Friday, November 22, 2013

Traveling Keliling Jerman

Salah satu keuntungan melanjutkan studi di Jerman yaitu kita bisa dengan mudah traveling ke kota-kota lain, mengingat Jerman memiliki sistem transportasi yang sangat baik. Di dalam Jerman sendiri juga sangat banyak kota-kota yang cantik yang patut dikunjungi. 

Metode traveling di Jerman sendiri ada bermacam-macam, yang saya ketahui antara lain:

TRAVELING DENGAN KERETA (DEUTSCHE BAHN)
Jaringan kereta api yang dimiliki Deutsche Bahn (DB) sangat luas dan secara umum kereta disini sangat terjaga kebersihan dan keamannya. Keterlambatan memang kadang terjadi, tapi kebanyakan maksimal hanya 30 menit, hampir tidak pernah melebihi 1 jam, karena contohnya untuk negara bagian Bayern, jika kereta terlambat lebih dari 1 jam maka pihak DB wajib memberikan kompensasi bagi penumpang. Menurut saya traveling dengan kereta paling nyaman, karena selain kereta yang memiliki fasilitas bagus, kita tidak perlu datang berjam-jam sebelumnya untuk check in seperti jika kita menggunakan pesawat. DB juga menyediakan banyak sekali jenis tiket yang bisa kita pilih, antara lain:
  1. Ländertickets: Tiket harian untuk memakai alat transportasi Nahverkehr (semua jenis alat transportasi kecuali ICE, IC, EC) dalam satu Bundesland. Jadi misal kita berada di Bayern, maka kita bisa membeli Bayern Ticket. Cukup dengan membayar 22 Euro, kita bisa keliling Bayern dengan memakai alat transportasi Nahverkehr dalam sehari. Biasanya lebih banyak orang (max. 5) harganya akan lebih murah.
  2. Schönes Wochenende Ticket: Tiket harian untuk memakai alat transportasi Nahverkehr di seluruh Jerman, namun hanya berlaku untuk hari Sabtu dan Minggu. Harganya 42 Euro untuk maksimal 5 orang.
  3. Tiket ICE: Khusus untuk kereta cepat ICE dan IC, kamu harus membeli tiketnya terlebih dulu dengan tujuan yang jelas (seperti jika membeli tiket pesawat). Kamu bisa membelinya di www.bahn.de. Harganya bervariasi, tergantung jarak tempuh dan kereta yang digunakan. Perlu diingat untuk membooking tiket ICE jauh-jauh hari sehingga bisa mendapatkan Sparpreis (harga promo) karena jika sudah dekat dengan hari keberangkatan biasanya hanya ada harga normal yang bisa 3x lipat dari harga promo.
Jika kamu termasuk yang cukup sering traveling menggunakan ICE, saya sarankan untuk membuat BahnCard. Dengan BahnCard kamu bisa mendapatkan diskon dalam pembelian tiket kereta, tergantung tipe BahnCard yang kamu pilih (BahnCard 25, 50, atau 100). Untuk pelajar seperti saya yang biasanya hanya bepergian sebulan sekali atau beberapa bulan sekali, saya anjurkan untuk membuat BahnCard 25. Harganya 41 Euro untuk setahun, dan dengan BahnCard ini kamu bisa mendapatkan diskon 25 persen untuk berbagai tiket kereta DB, dan juga pada setiap tiket yang kamu beli kamu akan mendapatkan tambahan City Ticket. Jadi misalnya, kamu akan pergi dari München ke Frankfurt, maka dengan tiket yang dibeli menggunakan BahnCard kamu bisa hanya pada hari itu menaiki transportasi umum di München dan Frankfurt secara gratis. 

TRAVELING DENGAN BUS
Ada kalanya jarak kota yang kita tuju tidak terlalu jauh dan masih bisa dicapai dengan bus, sedangkan dengan kereta mungkin harganya lebih mahal. Bus yang saya naiki sendiri menurut pengalaman saya sangat bersih dan bagus, juga ada toilet di dalam bus. Untuk bus, kamu bisa mencoba melihat apakah ada rute bus dari dan ke kota yang kamu inginkan, di:
Tiket bus harganya jauh lebih murah dari kereta (biasanya), tapi ingat juga untuk membookingnya jauh-jauh hari untuk mendapat harga lebih murah.

TRAVELING DENGAN MITFAHR

Apa itu Mitfahr? Pada dasarnya Mitfahr ini sama dengan menebeng mobil orang lain. Jadi misal ada orang yang ingin pergi dari satu tempat ke tempat lain, dia bisa menuliskan iklan di website Mitfahr, dan jika misal kamu memiliki tujuan yang sama dengan orang ini kamu bisa mengajukan request untuk menebeng mobil orang tersebut untuk sama-sama ke kota yang ingin dituju. Si pengemudi berhak memutuskan apakah kamu diperbolehkan menumpang atau tidak. Harganya jauh lebih murah dibandingkan bus atau kereta, ada yang 3 Euro hingga 15 Euro. Apakah Mitfahr ini aman? Sejauh pengalaman beberapa teman yang menggunakan Mitfahr ini, cara traveling ini cukup aman dan murah. Untuk websitenya kamu bisa mengunjungi www.mitfahrgelegenheit.de

Sunday, November 10, 2013

Buku dan Perpustakaan

Beberapa waktu sebelum mulai kuliah saya sempat bingung, bagaimana dengan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan untuk kuliah, apa saya harus membelinya? Setelah saya mencoba mengecek harga buku-buku yang dianjurkan di internet, ternyata harga bukunya cukup mahal, sekitar 30 Euro bahkan ada yang 70 Euro ke atas untuk 1 buku. Untuk fotokopi buku pun juga jasa fotokopi disini tidak murah. Di Wohnheim saya fotokopi 1 lembar dikenai harga 0.20 Euro. Tentunya jika kamu harus memfotokopi buku setebal 800 halaman malah akan jatuh lebih mahal daripada jika kamu membeli buku aslinya. 

Untungnya, di Jerman kamu tidak perlu khawatir dengan hal ini, karena sistem perpustakaan disini sangat bagus. Buku-buku pelajaran saya semua saya pinjam dari perpustakaan. Di München sendiri saya terdaftar sebagai anggota dari 3 perpustakaan:

  1. Uni Bibliothek: Ini perputakaan milik universitas. Biasanya dengan StudentCard yang kamu punya maka kamu bisa langsung mendaftar diri di Uni Bibliothek. Di Uni Bib TUM kamu cukup membawa StudentCard kamu untuk mendaftar, dan hari itu juga bisa langsung meminjam buku yang kamu inginkan. Masa waktu pinjam buku di Uni Bib TUM yaitu 1 bulan, tapi jika buku ini tidak dipesan orang lain maka akan bisa otomatis diperpanjang hingga 1 semester. Jika misal buku yang kamu inginkan tidak terdapat di Uni Bib TUM di kampus kamu, kamu bisa mencarinya di katalog online TUM (http://opac.ub.tum.de) dan jika buku ini tersedia di perpustakaan TUM di kampus lain, kamu bisa memesannya dan sekitar 3 hari kemudian bisa buku ini sudah diantarkan di perpustakaan di kampus kamu. Semua buku pelajaran yang dianjurkan oleh professor ada di perpustakaan kampus ini, meskipun jumlahnya memang juga terbatas.
  2. Münchner Stadtbibliothek: Untuk menjadi anggota perpustakaan ini dikenakan biaya 10 Euro per tahun untuk student, tapi menurut saya tidak rugi menjadi anggota perpustakaan ini karena koleksinya sangat lengkap. Kamu bisa meminjam novel-novel, buku pelajaran, buku latihan bahasa Jerman, dan DVD serial barat, jerman, film, dll. Gedung pusatnya terletak di Am Gasteig (S-Bahn Rosenheimer Platz / Tram 16 Am Gasteig) namun ada banyak sekali cabang dari perpustakaan ini di sekitar kota München.
  3. Bayerische Staatsbibliothek: Ini merupakan perpustakaan umum kota Bayern. Karena keanggotaannya gratis maka saya iseng-iseng mendaftar. Koleksinya sangat lengkap, namun sayang koleksi yang dimiliki lebih ke arah buku-buku tua atau dokumen-dokumen tua. Satu hal yang menurut saya menarik adalah koleksi partitur untuk piano yang sangat-sangat lengkap.

Wednesday, September 18, 2013

Sistem Transportasi di München

[UPDATED 28.08.2014]

Bagi pelajar Indonesia yang berada di Jerman serta turis-turis yang ingin ke Jerman terutama München, tentunya akan banyak memakai transportasi umum dibandingkan mobil. Berikut beberapa info tentang sistem transportasi di München.

Apa saja jenis transportasi publik di München?
München merupakan salah satu kota dengan sistem transportasi yang sangat terintegrasi dan jenis-jenis transportasinya pun beragam. Disini ada berbagai jenis kendaraan umum, antara lain:
  • U-Bahn atau kereta bawah tanah (subway). Ini menghubungkan antar dalam kota München. U-Bahn yang beroperasi juga cukup banyak, biasa datang sekitar 4-6 menit sekali untuk daerah tengah kota, sedangkan untuk daerah agak pinggiran biasanya 10 menit sekali. Di München sendiri terdapat 7 line U-Bahn (U1 - U7)
  • S-Bahn. Kereta ini menghubungkan antar dalam kota München dengan daerah-daerah yang terletak di agak luar kota München, seperti Garching, Freising, Dachau, Airport, dll. S-Bahn lebih besar ukurannya dan lebih panjang dari U-Bahn dan biasanya sepeda juga boleh masuk ke tempat ini. S-Bahn datang sekitar 10-20 menit sekali.
  • Regional Zug (RE). Untuk perjalanan antar kota ke kota. Regional Zug ini biasanya hanya berhenti di Hauptbahnhof (Hbf) suatu kota, misal dari München ke Freising jika menggunakan RE maka perjalanan dimulai dari Hbf München dan akan berhenti Hbf Freising. Biasanya RE ini menghubungkan München ke kota-kota lain di daerah Bayern seperti Passsau, Nürnberg, dll. Sebelum naik RE, jangan lupa untuk melihat jadwal keberangkatannya, karena kereta ini hanya berangkat setiap 30 menit atau bahkan 1 jam sekali.
  • Tram. Di daerah-daerah dimana tidak ada stasiun U-Bahn atau tidak dilewati oleh U-Bahn biasanya orang menggunakan Tram. Misal dari daerah Sendlinger Tor ke Karlsplatz tidak dilewati oleh U-Bahn, namun orang bisa menggunakan Tram, daripada harus naik U-Bahn ke Marienplatz atau Hauptbahnhof kemudian naik S-Bahn ke Karlsplatz. 
  • Bus. Saya sendiri belum terlalu sering menggunakan bus karena belum terlalu hafal haltenya, tapi ada banyak sekali Bus di München dan bus ini bisa dibilang beroperasi hampir 24 jam. Pada saat malam hari akan ada Night Bus yang rutenya lebih panjang dan lebih jarang. Pada hari biasa bus di München akan berangkat setiap 10 menit sekali, baru setelah jam 9 malam 20 menit sekali. Mulai jam 1-4 pagi akan ada Nachtbus yang beroperasi setiap jam.
Saya ingin memakai transportasi publik di München, tiket apa yang harus saya beli?
Perlu diketahui bahwa oleh MVV (pihak yang mengatur sistem transportasi publik di München) area München dan sekitarnya dibagi menjadi 4 zona. 1 Zona dibagi lagi menjadi 4 ring. Jadi area München total dibagi menjadi 16 ring. Pengetahuan ini sangat sangat penting, karena dalam membeli tiket saya awal-awalnya juga sempat bingung tentang masalah ring ini. Sebagai gambaran, ini adalah pembagian ring di area München. Zona 1 (berwarna putih) adalah dalam kota München (Innenraum), Zona 2 (warna hijau) sampai ke Garching, Zona 3 (warna kuning) sampai ke Freising. 

Kembali ke masalah tiket, MVV sendiri menawarkan berbagai macam jenis tiket.

1. Untuk sekali jalan: bisa pilih Einzelfahrkarten atau Kurzstrecke. Jika perjalanan kamu hanya jarak pendek yang berjarak maksimal 4 stasiun, maka pilih Kurzstrecke. Harganya 1.30 euro sekali jalan untuk 1 orang. Dengan tiket Kurzstrecke ini kamu bisa jalan ke maksimal jarak 4 stasiun, dan dari 4 stasiun ini maksimal 2 stasiun dengan S-Bahn atau U-Bahn. Sementara Einzelfahrkarten bisa kamu pilih untuk perjalanan yang agak jauh, pembeliannya berdasarkan zona. Untuk lebih gampangnya, saya pakai beberapa contoh, asumsinya posisi kamu sekarang di Hbf München:
  • Jika kamu ingin ke Marienplatz (jarak 2 halte S-Bahn), Karlsplatz (1 halte S-Bahn), atau Sendlinger Tor (1 halte U-Bahn) maka beli Kurzstrecke
  • Jika kamu ingin ke Allianz Arena (U-Bahn Fröttmaning) yang berada cukup jauh dari Hbf namun masi di Zona 1 / Innenraum, maka beli tiket Einzelfahrkarten untuk 1 Zone, dengan harga 2.60 Euro.
  • Jika kamu ingin ke Garching yang berada di Zona 2 (warna hijau) maka beli tiket Einzelfahrkarten untuk 2 Zona, harganya 5.20 Euro
  • Jika kamu ingin ke Freising yang berada di Zona, maka beli tiket Einzelfahrkarten untuk 3 Zona (karena kamu melewati 3 zona) dengan harga 7.80 Euro.
2. Untuk beberapa kali jalan: bisa pilih Streifenkarte. Ini contoh Streifenkarte di München
Di dalamnya terdapat 10 Streife dengan harga 12.50 Euro untuk 10 Streife. Prinsip perjalanannya sama dengan Einzelfahrkarten (tergantung Zona), namun disini kamu tidak perlu bolak-balik beli tiket lagi karena tinggal menyetek/menstempel tiketnya di tempat yang tersedia. Kembali menggunakan keempat contoh nomor 1, maka prinsip Streifenkarte seperti ini:
  • Dari Hbf München ke Marienplatz / Karlsplatz / Sendlinger Tor termasuk Kurzstrecke, maka dibutuhkan 1 Streife (1 cetek / stempel)
  • Dari Hbf ke Allianz Arena (U6 Fröttmaning) dibutuhkan 2 Streife
  • Dari Hbf ke Garching dibutuhkan 4 Streife
  • Dari Hbf ke Freising dibutuhkan 6 Streife
1 Streifenkarte ini juga bisa dipakai oleh beberapa orang, asal tidak melebihi tempat Streife yang tersedia. 

3. Tiket harian: Untuk perjalanan sebanyak apapun, kemanapun, menggunakan transportasi apapun (Bus / U-Bahn / S-Bahn / RE / Tram), harganya dihitung per hari. Tiket harian juga ada beberapa pilihan
  • Tiket 1 hari (Tageskarte):
    • Single (1 Orang): Untuk perjalanan di München Innenraum (Zona 1) dihargai 5.80 Euro, untuk München XXL (Innenraum + Zona Hijau) harganya 7.80 Euro, untuk Außenraum (perjalanan antara Zona 2-4, jadi tidak termasuk Innenraum) 5.80 Euro, sedangkan untuk Gesamtnetz (semua area) 11.20 Euro
    • Partner (2-5 Orang, harga dihitung per tiket bukan per orang): Untuk München Innenraum 10.60 Euro, München XXL 13.60 Euro, Außenraum 10.60 Euro, dan Gesamtnetz 20.40 Euro
  • Tiket 3 hari (3-Tageskarte): Tiket ini hanya ditawarkan untuk daerah Innenraum saja. Untuk 1 orang harganya 14.30 Euro sedangkan 2-5 orang 24.60 Euro
4. IsarCard: IsarCard ini untuk kamu yang tinggal di München untuk waktu yang cukup lama dan sering bepergian. IsarCard berlaku mingguan atau bulanan. Tipe IsarCard yang paling umum adalah IsarCard mingguan, IsarCard bulanan, atau IsarCard 9 Uhr. Untuk membeli IsarCard tidak bisa di sembarang mesin, melainkan di mesin-mesin DB yang berwarna merah-putih, biasanya terdapat di Stasiun S-Bahn atau Hauptbahnhof. Pilih menu MVV, kemudian pilih IsarCard.
  • IsarCard mingguan dan bulanan: tarifnya dihitung per Ring. Daftar tarif IsarCard mingguan dan bulanan bisa dilihat di sini.  Tetap memakai contoh dari nomor 1, berarti:
    • Dari Hbf München ke Marienplatz / Karlsplatz / Sendlinger Tor yang masih di dalam 1 Ring maka kamu membeli IsarCard untuk 2 Ring (jumlah Ring paling sedikit). Dengan IsarCard ini maka kamu bisa bepergian dalam 2 Ring saja (Dari Ring 1-2, atau 3-4)
    • Dari Hbf München ke Allianz Arena jaraknya 4 Ring, maka kamu membeli IsarCard untuk 4 Ring. Dengan IsarCard ini maka kamu bisa bepergian secara bebas dari Ring 1 ke Ring 4.
    • Dari Hbf München ke Garching jaraknya 8 Ring, maka kamu membeli IsarCard untuk 8 Ring
    • Dari Hbf München ke Freising jaraknya 12 Ring, maka kamu membeli IsarCard untuk 12 Ring.
  • IsarCard 9Uhr: kamu bisa jalan-jalan sepuasnya dengan IsarCard ini, kecuali pada hari Senin-Jumat jam 6-9 pagi. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari besar berlaku 1 hari penuh. IsarCard ini hanya tersedia tiket bulanan. Untuk München Innenraum harganya 51.50 Euro, untuk Außenraum (khusus Zona 2-4) harganya 51.50 Euro, dan untuk Gesamtnetz 69.90 Euro.
5. Semesterticket: Mulai Wintersemester ini telah diberlakukan Semesterticket di München. Untuk keterangan lebih lanjut bisa kamu lihat di sini

Saya ke München menggunakan pesawat, bagaimana saya bisa menuju Hauptbahnhof / pusat kota atau sebaliknya?
Karena Airport di München terletak agak di luar kota, tepatnya dekat kota Freising, maka naik taksi sangat tidak dianjurkan karena pastinya biayanya akan sangat mahal. Ada beberapa pilihan untuk menuju Hauptbahnhof / pusat kota atau sebaliknya:
  • Menggunakan S-Bahn. Dianjurkan untuk yang bepergian dengan barang bawaan sedikit (misal hanya 1 atau 2 koper). Dari Airport kamu bisa memakai S1 atau S8, dua-duanya berhenti di Hauptbahnhof. Bedanya, S1 akan menuju Hauptbahnhof dari arah barat sedangkan S8 dari arah timur. S-Bahn juga berhenti di beberapa stasiun lainnya, bisa kamu lihat di rute S-Bahn. Untuk tiket sekali jalan (Einzelfahrkarte) dari Airport ke pusat kota München seharga 10.40 Euro per orang, karena melewati 4 Zona (Airport berada di Zona 4 sedangkan kota München sendiri merupakan Zona 1 / Innenraum)
  • Menggunakan Lufthansa Airportbus. Saya sendiri lebih menganjurkan naik Lufthansa Airportbus terutama jika kamu pertama kali datang dari Indonesia dan tentunya membawa barang bawaan banyak. Bus ini berhenti di Airport, Hauptbahnhof, dan Schwabing (Nordfriedhof). Jika naik S-Bahn maka kamu harus mengangkat koper sendiri di stasiun S-Bahn karena tidak ada tempat untuk bagasi, sedangkan dengan bus ini kamu cukup memasukkan koper-koper kamu di bagasi bus dan duduk dengan nyaman. Untuk perjalanan dari Airport ke Hauptbahnhof harganya 10.50 Euro untuk 1 orang. Baru dari Hauptbahnhof misal kamu akan ke hotel / penginapan / tempat tinggal kamu, kamu bisa menggunakan U-Bahn / Tram. Naik taksi pun juga tidak terlalu mahal dan terdapat banyak taksi di luar Hbf München. Ohya, tiketnya bisa kamu beli juga langsung di supir bus. Bus ini datang setiap 20 menit sekali.
Bagaimana saya bisa tahu harus memakai transportasi apa untuk ke daerah tertentu?
  • Download rute U-Bahn, S-Bahn, RE, Bus, Tram, Night Bus di http://www.mvv-muenchen.de/de/netz-bahnhoefe/netzplaene/index.html dalam bentuk pdf.
  • Untuk menentukan Ring, download Tarifplan Außenraum dan Innenraum
  • Lebih otomatis lagi dengan menggunakan Fahrplanauskunft yang disediakan oleh MVV. Dengan layanan ini kamu tinggal menuliskan tempat tujuan kamu dan tempat asal kamu, maka MVV akan memberi kamu info alat transportasi apa saja yang harus kamu naiki
  • Download app MVV (gratis) untuk pengguna iOS atau Android. Dengan app ini selain terdapat layanan Fahrplanauskunft, kamu juga bisa melihat alat transportasi apa saja yang berada di dekat lokasi kamu. Bahkan selain menunjukkan rute dan alat transportasinya, akan ada info juga harga tiket Einzelfahrkartenya atau berapa Streife yang dibutuhkan.
Ohya, jangan lupa untuk SELALU MEMBELI TIKET dan menstempel tiket kamu di stasiun / halte dimana kamu membeli tiket tersebut. Sebelum turun ke tempat kereta biasanya ada tempat untuk menstempel tiket ini, semacam kotak berwarna biru yang memiliki lubang untuk tiket. Memang tidak seperti sistem subway di Singapura atau Hongkong dimana kamu harus memasukkan tiket dulu untuk bisa masuk. Disini kontrol tiket memang tidak selalu dilakukan, tapi sekali kamu kedapatan 'menumpang gelap' (dalam hal ini maksudnya tidak memiliki tiket atau tiketnya belum distempel) maka kamu akan dikenai denda 40 Euro dan bila dendanya tidak dibayar, pelanggaran ini bisa tercatat sebagai criminal record kamu yang tentunya akan mempersulit proses memperoleh ijin tinggal / melamar kerja.

StudentCard, Semesterticket, dan Makan di Mensa

Sebagai mahasiswa / pelajar di Jerman biasanya kita mendapat diskon untuk berbagai macam hal. Misal untuk masuk ke museum, biaya kontrak nomor HP, dll. Untuk membuktikan status kita sebagai mahasiswa, maka kita perlu menunjukan Student Card (Studentenausweis). Untuk pelajar TUM, kamu bisa mengambil kartu mahasiswa di SSZ (Immatrikulationsamt) di kampus utama TUM di Arcisstraße 21 (U2 Theresienstraße). Untuk informasi lebih lengkap bisa kamu baca di sini. Sementara di universitas lainnya saya kurang tahu, tapi yang pasti setiap universitas selalu memberikan Student Card ini. 

Ohya, mulai Wintersemester 2013/2014 sudah ada Semesterticket di München. Semesterticket ini memungkinkan kamu untuk memakai segala jenis transportasi umum di München (U-Bahn, S-Bahn, Tram, Bus, Regional Zug) selama 1 semester. Jika kamu sudah membayar Studentenbeitrag kamu sebesar 111 Euro maka kamu akan mendapat Semesterticket standar. Cukup dengan menunjukkan StudentCard kamu (Student Card yang baru terdapat logo Studentenwerk München serta MVV, ini berlaku sebagai Semesterticket dasar) maka kamu bisa bebas menaiki transportasi umum di München dari jam 18.00 hingga 06.00 untuk hari biasa, serta kapan saja untuk weekend. Tentunya bagi mahasiswa yang tinggalnya agak jauh dari kampus ini tidak cukup. Untuk itu kamu bisa membeli IsarCard Semester dengan harga 141 Euro per semester. IsarCard Semester ini memungkinkan kamu untuk memakai semua transportasi umum kapan saja setiap hari selama 1 semester. Kamu bisa membelinya di mesin-mesin tiket di stasiun U-Bahn atau S-Bahn yang sudah ditandai Semesterticket erhältlich (hampir semua mesin bisa kamu pakai untuk beli). Membelinya pun cukup mudah, tinggal memasukkan nomor Immatrikulasi kamu yang tertera di StudentCard.

Dengan Student Card kamu bisa makan di Mensa (kantin) dengan harga mahasiswa. Sebelumnya kamu tapi harus mengisi Student Card kamu terlebih dahulu, karena makanan yang kamu beli di Mensa dibayar dengan cara men-scan Student Card kamu. Caranya cukup mudah, di Mensa ada banyak mesin pengisi kartu, cukup scan kartu kamu di tempat yang tersedia lalu isi dengan uang / kartu ATM sesuai dengan jumlah yang kamu butuhkan.

Di halaman ini kamu bisa melihat lokasi-lokasi Mensa yang ada di München, menu yang disediakan, serta harganya. Saya sendiri waktu itu memesan semacam steak babi hanya dengan harga 2.40 Euro, dimana untuk non-Student harganya 3.30 Euro. Menu makanan di Mensa juga bermacam-macam, tidak melulu babi saja. Ada yang bisa dimakan untuk vegetarian seperti pasta, sup, dll. Untuk informasi Mensa di kota-kota lainnya kamu bisa melihatnya di website Studentenwerk kota kamu masing-masing.

Friday, September 13, 2013

Mengurus Ijin Tinggal (Aufenthaltserlaubnis) di München

Ketika kita mengapply visa studi ke Jerman maka yang diberikan oleh kedutaan Jerman adalah visa ijin tinggal dengan batas waktu 3 bulan. Visa ini nantinya akan kamu ubah menjadi ijin tinggal selama di Jerman, batas berlakunya bisa 1 tahun atau 2 tahun, nanti setelah itu harus kamu perpanjang lagi. Ijin tinggal yang diberikan berupa sebuah kartu seperti KTP, namun bedanya di kartu ini terdapat semacam chip yang berisi data diri kamu, sidik jari, dll. Perlu diingat, bahwa ijin tinggal ini hanya bisa dibuat setelah kamu melakukan Immatrikulation di Universitas kamu.

Berhubung saya tinggal di München, maka saya akan membagikan sedikit pengalaman membuat ijin tinggal di München. Untuk di kota lain saya kurang tahu, mestinya prosedurnya hampir sama tapi untuk lebih pastinya bisa kamu lihat di internet.

Dimana saya bisa memperpanjang visa?
Perpanjangan visa / pengurusan ijin tinggal di München dilakukan di Kreisverwaltungsreferat di Rupertstraße, sama seperti tempat untuk Stadtanmeldung. Kamu turun di halte U6 Poccistraße, keluar di pintu keluar "Kreisverwaltungsreferat". Jangan lupa untuk memperhatikan jam buka kantornya. Untuk hari Senin, Selasa, dan Kamis seingat saya mereka buka pukul 8.30, hari Rabu libur dan hari Jumat mulai pukul 7.30 - 12.00. Sebisa mungkin datang sebelum mereka buka karena pengalaman saya datang sekitar pukul 9.30 antriannya sudah sangat panjang dan akhirnya saya baru dipanggil masuk menemui petugas sekitar pukul 14.00

Salah satu yang membuat saya terkejut adalah tidak seperti saat membuat visa di kedutaan Jerman di Jakarta, proses pembuatan ijin tinggal disini tidak memakai appointment dan kamu juga tidak bisa booking sebelumnya. Jadi benar-benar harus datang secara langsung dan mengantri. Maka dari itu pastikan untuk datang sepagi mungkin. Jika kamu datang terlalu siang bahkan mereka sudah tidak membagikan nomor antrian jadi kamu harus datang lagi keesokan harinya.

Apa prosedur pembuatan ijin tinggal?
Untuk membuat ijin tinggal, kamu harus sudah menyelesaikan langkah-langkah disini terlebih dahulu dan sudah Immatrikulation. Setelah itu kamu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu:
  1. Formulir Aplikasi yang sudah diisi secara lengkap
  2. Bukti Anmeldung (Meldebestätigung)
  3. Bukti Immatrikulation (Immatrikulationbescheinigung)
  4. Bukti Asuransi, bisa dalam bentuk kartu asuransi atau Versicherungsbescheinigung
  5. Bukti Finansial, dalam bentuk Verpflichtungserklärung atau keterangan adanya uang sebesar minimal 7.908 Euro di dalam account Deutsche Bank kamu (sama seperti yang kamu butuhkan untuk apply visa) 
  6. Paspor
  7. Foto 3,5 x 4,5 sesuai ketentuan visa Eropa
Formulis aplikasi ijin tinggal bisa didapatkan disini. Untuk pengisiannya, saya rasa cukup jelas karena saya sendiri tidak terlalu menemukan masalah saat pengisian. Bagian yang belum kamu isi bisa kamu kosongi dan nanti ditanyakan kepada petugasnya. 

Setelah kamu melengkapi semua dokumen diatas, kamu bisa datang ke gedung Kreisverwaltungsreferat dan ke bagian Ausländerbehörde khusus untuk Student, letaknya di 2.OG (lantai 3, tapi karena sistem lantai di Jerman lantai dasar berarti lantai 0/Erdgeschoss maka letaknya di lantai 2) di Wartezone 8. Disana nanti ada petunjuk jalannya juga, cari yang untuk Studenten/Wissenschaftler. 

Sampai di Wartezone 8, kamu harus mengantri dulu untuk mengambil nomor antrian di Service Point. Saat mengantri waktu itu ada seorang petugas juga yang menanyai pengantri apakah mereka sudah memiliki dokumen secara lengkap. Di Service Point ini kamu cukup bilang "Ich möchte eine Aufenthalterlaubnis beantragen", kemudian mereka akan menanyakan dokumen-dokumen kamu dan memberikan kamu semacam checklist. Dokumen yang kamu bawa akan dicentang oleh petugas ini. Setelah selesai maka kamu akan diberi nomor antrian. 

Nah disini kamu harus menunggu lagi di Wartezone tersebut, hingga nomor antrian kamu muncul di layar yang ada disana dan kamu akan ditunjukkan harus pergi ke ruangan nomor berapa.

Sampai di ruangan tersebut kamu akan menemui petugas yang akan memproses permintaan ijin tinggal kamu. Petugasnya cukup ramah dan disana dia akan menjelaskan bahwa proses keluarnya ijin tinggal ini sekitar 4-6 minggu karena semua diproses di Berlin. Selain itu nanti kamu juga akan mendapatkan kiriman PIN lewat pos, dimana dengan PIN ini kamu bisa melihat status pengerjaan ijin tinggal kamu secara online. Jika ijin tinggal kamu sudah selesai, maka kamu bisa mengambilnya sendiri di KVR. Disini kamu akan diminta juga untuk memberikan sidik jari.

Setelah selesai, kamu akan diberi 2 lembar kertas: yang pertama berupa perintah untuk membayar biaya Aufenthalterlaubnis di kasir, ruangan nomor 1047. Ohya untuk pembuatan ijin tinggal ini dikenakan biaya sebesar 110 Euro. Sedangkan di kertas satu lagi adalah petunjuk untuk pergi ke ruangan tertentu dimana kamu harus mengisi semacam kuesioner / kumpulan pertanyaan. 

Nah saya sendiri belum mengisi kuesioner tersebut karena saat saya selesai membayar, kantor tempat pengisian rupanya sudah tutup. Nanti setelah saya mengisi akan saya update lagi blog ini!

Pertanyaan yang ditanyakan di kuesioner ini pada dasarnya adalah pertanyaan yang berhubungan dengan keamanan seperti apakah kita pernah mengikuti organisasi keagamaan yang menjurus ke teroris dan sebagainya. Jumlah pertanyaannya cukup banyak juga, namun tidak usah khawatir karena cukup mengisi "Tidak" pada kebanyakan pertanyaan.

Setelah selesai mengisi pertanyaan ini kamu akan diberikan Abholschein, yaitu tanda terima yang berisi nomor resi kamu. Dengan nomor resi ini kamu bisa mengecek status pengerjaan ijin tinggal kamu secara online di www.auslaenderbehoerde-muenchen.de.

Saya mengajukan visa awal menggunakan Zulassung dari Universitas di kota lain, apa bisa?
Saya sendiri pada saat mengajukan visa di kedutaan Jerman di Jakarta menggunakan Zulassung dari Universitas Hannover, dan membuat ijin tinggal di München. Pada dasarnya proses aplikasinya sama, namun perbedaan terletak pada waktu pengerjaannya yang memakan waktu lebih lama, karena dokumen-dokumen saya harus dikirim terlebih dahulu dari Hannover ke München. Proses pengerjaan yang memakan waktu normalnya 4-6 minggu, menjadi 9 minggu untuk saya.

Selain itu selesai mengisi kuesioner saya tidak diberi Abholschein terlebih dahulu, melainkan Abholschein saya dikirim lewat pos, sekitar 6-7 minggu setelah saya mengajukan permohonan ijin tinggal. Jadi saran saya, jika kamu mengalami kasus yang sama seperti saya, usahakan untuk sedini mungkin melakukan aplikasi ijin tinggal (saya sendiri apply tanggal 12 September dan baru selesai 21 November) sehingga nantinya kamu tidak harus membuat Fiktionsbescheinigung atau visa sementara.

Apa yang perlu dilakukan saat pengambilan ijin tinggal?
Jika ijin tinggal kamu sudah selesai, kamu bisa langsung mengambilnya di kantor imigrasi tanpa harus melakukan janji sebelumnya. Dokumen yang harus dibawa saat pengambilan yaitu Abholschein kamu dan paspor kamu.

Untuk München, pengambilan bisa dilakukan di kantor KVR di lantai 2, Wartezone 6 untuk Ausgabe eAT (Elektronischer Aufenthaltstitel). Disini kamu cukup mengambil nomor antrian dari mesin, kemudian beberapa menit kemudian kamu akan diarahkan untuk menuju ruangan mana dimana kamu akan bertemu dengan salah seorang petugas KVR yang akan menyerahkan ijin tinggal kamu.

Apa saya bisa menyuruh orang lain mengambil ijin tinggal saya?
Bisa. Dokumen-dokumen yang perlu dibawa:
  • Abholschein
  • Vollmacht (surat kuasa) yang sudah kamu tanda tangan, menyatakan bahwa kamu memberikan kuasa bagi orang yang kamu tunjuk ini untuk mengambil ijin tinggal kamu. (Sudah diberikan oleh Ausländerbehörde bersamaan dengan Abholschein)
  • Paspor kamu
  • Paspor orang yang akan mengambil ijin tinggal kamu
  • Ijin tinggal kamu yang lama (jika memperpanjang)

Apa itu Fiktionsbescheinigung?
Fiktionsbescheinigung ini adalah visa sementara yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi di kota kamu, jika visa kamu terlanjur sudah habis dan ijin tinggal kamu belum keluar. Sebisa mungkin menghindari jangan sampai harus membuat Fiktionsbescheinigung, karena harganya saya dengar sekitar 30 Euro dan ini biasanya hanya untuk beberapa minggu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...