Showing posts with label Universitas. Show all posts
Showing posts with label Universitas. Show all posts

Monday, September 21, 2020

Menulis Masterarbeit di Perusahaan Jerman

 Hallo para pembaca,

tidak terasa telah sekitar 3 tahun saya tidak menulis blog ini. Post terakhir saya berjudul menulis Bachelorarbeit. Sejak post terakhir itu, saya sekarang sudah lulus studi Master saya. Berbeda dengan Bachelorarbeit yang saya kerjakan di universitas, saya mengerjakan Masterarbeit atau master's thesis saya di sebuah perusahaan. Ada beberapa perbedaan antara mengerjakan thesis di universitas dan di perusahaan. Maka dari itu, saya ingin membagikan pengalaman saya

Sebelum membaca selanjutnya, perlu diingat bahwa yang saya tulis berasal dari pengalaman pribadi saya, jadi bisa saja pengalaman kalian berbeda. Tapi mungkin pengalaman saya bisa menjadi pertimbangan, bagi kalian yang sedang bingung dimana harus mengerjakan tugas akhirnya.

Maksudnya bagaimana ya, mengerjakan Masterarbeit di universitas dan di perusahaan?

Bagi yang belum familier, di universitas di Jerman kita diberi kesempatan untuk menulis tugas akhir di universitas (dalam arti penelitian di salah satu institut di universitas tersebut) ataupun di perusahaan (penelitian di sebuah perusahan, kemudian hasilnya ditulis menjadi sebuah thesis untuk kelulusan studi kita). Biasanya di universitas, lebih banyak yang menulis Masterarbeit di universitas sendiri, karena memang universitas lebih research-oriented. Sedangkan di university of applied sciences atau Hochschule, siswa lebih dianjurkan menulis Masterarbeit di perusahaan, karena memang Hochschule lebih berorientasi ke praktek. 

Apa keuntungan dan kerugian mengerjakan Masterarbeit di perusahaan?

Keuntungan yang pertama, tentu saja, dalam segi finansial. Biasanya, kita akan diberi gaji untuk menulis Masterarbeit di perusahaan. Gajinya mungkin tidak selalu besar, namun biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai mahasiswa. Jika dibandingkan dengan universitas, kebanyakan mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir di universitas tidak digaji. 

Selain itu, jika memang kita setelah lulus memiliki tujuan untuk bekerja di perusahaan / di industri, menulis Masterarbeit di perusahaan dapat menambah pengalaman, sama halnya dengan magang / praktikum. Tentunya ini sangat penting untuk menjadi modal mencari pekerjaan. Lain halnya jika kita memang berencana untuk melanjutkan studi S3, dimana mungkin mengerjakan Masterarbeit di universitas akan lebih menguntungkan.

Namun, untuk mencari Masterarbeit di perusahaan prosesnya lebih sulit dan lebih lama daripada di universitas. Jika di universitas, kita cukup melihat topik yang kira-kira menarik dan mengkontak calon pembimbingnya. Di perusahaan, kita harus melihat apakah mereka membuka lowongan untuk siswa Masterarbeit. Ini karena perlu usaha yang besar juga bagi perusahaan untuk membimbing siswa Masterarbeit, mereka harus memeriksa thesis, memiliki sebuah proyek yang bisa dijadikan tema Masterarbeit, dll. Jadi, tidak semua perusahaan mau menerima siswa untuk Masterarbeit. Selain itu, di universitas saya sendiri, mahasiswa tidak begitu di encourage untuk mengerjakan Masterarbeit secara extern. Di fakultas saya, mahasiswa yang ingin mengerjakan Masterarbeit external harus mencari Professor di universitas yang bersedia untuk menjadi pembimbing dan menilai Masterarbeit kita. 

Selain lebih susah, menjadi Masterarbeit di perusahaan juga biasanya berarti waktu kerja kita sesuai dengan kontrak kerja, jadi lebih tidak fleksibel dibandingkan dengan mengerjakan Masterarbeit di universitas. Ini berarti, biasanya juga tidak bisa diselingi dengan kerja sambilan. Selain itu, karena kita kerja sesuai kontrak, maka biasanya kita juga harus selesai Masterarbeit tepat waktu.

Terakhir, biasanya bimbingan yang kita dapat di universitas biasanya lebih baik. Ini dikarenakan di universitas, biasanya topik yang kita kerjakan adalah topik disertasi dari dosen pembimbing kita, atau topik riset dari institut kita, sehingga pembimbing lebih fokus dengan topik tersebut. Sedangkan di perusahaan, selain topik Masterarbeit kita, pembimbing biasanya masih harus mengerjakan kegiatan perusahaan lainnya, atau lebih sering traveling, meeting, dll. sehingga waktu untuk konsultasi / membimbing mungkin saja kurang.

Bagaimana proses mendaftar Masterarbeit di perusahaan?

Untuk saya sendiri, proses hingga mendapatkan persetujuan Masterarbeit sekitar 2 bulan. Saya melihat lowongan-lowongan di perusahaan untuk Masterarbeit, biasanya mereka mengiklankan dengan nama "Abschlussarbeit" atau "Bachelorand/Masterand", kemudian mendaftar lowongan ini. Ketika mendaftar, saya mengirimkan CV, cover letter, serta dokumen-dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, dll. Di beberapa perusahaan, saya juga mencoba mengirimkan Initiativbewerbung.

Setelah beberapa minggu, saya akhirnya dipanggil untuk interview hingga kemudian akhirnya diterima oleh satu perusahaan. Namun, belum selesai prosesnya sampai disini. Seperti yang saya sudah tuliskan diatas, saya masih harus mencari Professor di universitas yang bersedia untuk membimbing saya. Untuk itu, saya mengirimkan email ke professor-professor di fakultas saya yang memiliki bidang research yang kira-kira berhubungan dengan topik Masterarbeit. Setelah ditolak oleh beberapa professor, beruntung saya pernah mengikuti satu mata kuliah pilihan dengan seorang professor dimana mahasiswa yang ikut disana hanya 2 orang, sehingga professor tersebut ingat dengan saya. Professor tersebut akhirnya setuju untuk menjadi professor pembimbing. 

Setelah mendapat persetujuan ini, saya harus mengirimkan formulir ke fakultas saya untuk mendaftarkan Masterarbeit external. Setelah mendapatkan persetujuan dari fakultas, baru saya boleh memulai Masterarbeit ini. 

Selama mengerjakan Masterarbeit, saya mengirimkan update secara rutin ke professor saya, sehingga dia kira-kira tahu apa isi Masterarbeit saya. Setiap dua minggu saya mengirimkan update singkat dan setiap bulan saya menemui professor saya secara fisik untuk mendiskusikan status pengerjaan Masterarbeit.

Apa yang harus diperhatikan jika ingin Masterarbeit di perusahaan?

Setelah menjalani panjangnya proses mencari dan mengurus pendaftaran Masterarbeit external, menurut saya ada dua hal penting yang harus diperhatikan:

  • Mulai menjalin kontak dengan professor sedini mungkin. Tidak perlu jadi murid kesayangan professor, tapi cukup bahwa paling tidak professor ingat dengan kita. Ini tentunya mempermudah untuk mendapatkan professor untuk menjadi pembimbing dan juga jika professor ini akhirnya menjadi pembimbing kita pun, akan lebih gampang berkomunikasi jika professor tersebut sudah kenal dengan kita sebelumnya.
  • Membuat rencana yang jelas tentang scope / isi Masterarbeit kita dengan pembimbing perusahaan dan professor. Salah satu masalah yang biasanya terjadi adalah perusahaan lebih fokus kepada sisi komersial, sedangkan universitas lebih fokus pada riset, sehingga ada kalanya isi dari Masterarbeit berbeda jauh dengan ekspektasi professor, yang membuat kita harus kerja dua kali untuk memuaskan keinginan perusahaan dan universitas. Maka dari itu, scope dari Masterarbeit yang akan dikerjakan harus didefinisikan dari awal, dan disetujui oleh pembimbing perusahaan dan professor. Penting juga untuk melakukan update rutin kepada professor, jadi jika professor kurang setuju dengan sesuatu, bisa langsung diperbaiki. Jangan sampai kita sudah hampir selesai, lalu ternyata menurut professor apa yang kita tulis benar-benar tidak sesuai, dan banyak bagian yang harus diperbaiki. Selain itu, jika kita dari awal sudah mendefinisikan scope yang jelas, maka meminimalisir kemungkinan untuk pembimbing meminta kita menambah / memperluas lagi tugas yang harus kita kerjakan.

Overall, menurut saya baik menulis tugas akhir di universitas maupun di perusahaan, sama-sama ada keuntungan dan kerugiannya. Jika kalian memiliki kesempatan, tidak ada salahnya untuk mencoba dua-duanya! Selamat menulis!

Saturday, March 1, 2014

Sistem Kuliah di Jerman

Tidak terasa saya telah berkuliah di TU München selama 1 semester. Meskipun saya sendiri masih sangat baru di Jerman, tapi saya akan mencoba menceritakan apa yang saya dapatkan selama berkuliah 1 semester di Jerman ini, terutama mengenai sistem dan struktur perkuliahan di Jerman. Perlu diingat bahwa tulisan saya ini berdasarkan apa yang saya alami di TU München, tentunya untuk setiap universitas atau jurusan tidak selalu sama.

1. Tidak ada sistem SKS
Salah satu hal yang pernah diutarakan orang tua saya sebelum saya berangkat untuk melanjutkan studi yaitu, "Kalau bisa ambil SKS sebanyak-banyaknya, biar cepet selesai kuliahnya". Dari cerita teman-teman yang berkuliah di Indonesia sendiri memang setahu saya terdapat sistem SKS, dimana jika kamu mengambil banyak SKS maka kamu bisa lulus lebih cepat. Di jurusan saya tidak berlaku sistem seperti ini. Setiap semester kamu akan mendapatkan jadwal pelajaran (Stundenplan) dan disini terdapat list mata kuliah wajib (Pflichtmodul), yang berarti mata kuliah ini harus diambil pada semester ini, dan juga mata kuliah pilihan (Wahlpflichtmodul). Setiap mata kuliah Wahlpflicht ini memiliki kredit poin tertentu. Universitas akan memberitahukan, berapa banyak kredit yang harus kamu kumpulkan selama masa kuliah. Misal, untuk jurusan saya, saya harus minimal mengumpulkan 24 kredit poin (untuk mata kuliah pilihan saja).

2. Perkuliahan (Vorlesung)
Satu kali pertemuan biasanya berlangsung selama 1 jam atau 2 jam pelajaran, dimana 1 jam pelajaran = 45 menit. Di Jerman berlaku kebiasaan "Akademisches Viertel", yaitu misal: di jadwal pelajaran ditulis bahwa mata kuliah tersebut berlangsung pada pukul 8 - 10. Pada prakteknya, perkuliahan akan dimulai 15 menit setelah jam 8, dan diakhiri 15 menit sebelum jam 10. 

3. Ruang Kuliah (Hörsaal)
Khususnya bagi mahasiswa Bachelor, biasanya semester-semester awal, kamu akan bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa dari jurusan lainnya yang mirip dengan jurusan kamu, karena pada semester awal biasanya mata kuliah yang kamu ambil adalah mata kuliah dasar yang juga dipelajari oleh mahasiswa dari jurusan lain, seperti Kimia, Fisika, dll. Jadi jangan heran, jika ruang perkuliahan dipenuhi dengan 300 hingga 500 orang mahasiswa. Seiring dengan berjalannnya waktu, jumlah ini akan makin mengecil, mengingat pelajaran kamu yang juga makin spesifik.

4. Ujian
Kebanyakan jadwal ujian hanya satu kali tiap semester, yaitu pada akhir semester. Tidak ada sistem UTS. Selain itu, jadwal ujian untuk universitas dan Fachhochschule juga berbeda. Di universitas, ujian dijadwalkan pada 2 minggu sebelum dan sesudah libur semester. Sedangkan pada Fachhochschule, ujian berlangsung sebelum libur semester, jadi kamu bisa benar-benar menikmati liburan.

5. Absensi
Di Jerman tidak ada absensi, jadi kamu benar-benar dibebaskan dari keharusan untuk datang ke perkuliahan. Yang penting, lulus ujian. Ada mata kuliah-mata kuliah tertentu yang mewajibkan kamu untuk hadir (misal mata kuliah peraturan-peraturan di laboratorium). Untuk mata kuliah seperti ini kamu akan diberitahukan sebelumnya bahwa kamu harus hadir.

6. Praktikum
Untuk semester pertama ini saya baru melakukan 1 Praktikum, yaitu praktikum Fisika. Praktikum ini juga pada akhir masa praktikum ada ujian praktek, dimana ini akan dinilai. Selama praktikum kamu akan ditemani oleh tutor / mahasiswa pembimbing untuk membantu kamu jika kesulitan (tentunya tidak pada saat ujian). Biasanya selain harus praktek, kamu juga harus menulis Protokoll atau laporan praktikum.

7. Übung / Tutorial
Pada saat perkuliahan / Vorlesung kebanyakan professor akan mengajarkan teori-teori, sedangkan untuk praktek dan penyelesaian soal akan dikerjakan pada saat Übung. Pengajar Übung / Tutor biasanya adalah mahasiswa juga. Di Übung ini kamu akan diberi soal dan diberi kesempatan untuk bertanya jika kamu merasa kesulitan mengerjakan.


Sebenarnya masih ada banyak aspek-aspek yang belum saya tulis, seperti magang, karya wisata (Exkursion), dan lain sebagainya, karena saya belum melakukan hal-hal tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu tentunya post ini akan saya update lagi, jika hal-hal tersebut sudah saya lakukan.

Sunday, November 10, 2013

Buku dan Perpustakaan

Beberapa waktu sebelum mulai kuliah saya sempat bingung, bagaimana dengan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan untuk kuliah, apa saya harus membelinya? Setelah saya mencoba mengecek harga buku-buku yang dianjurkan di internet, ternyata harga bukunya cukup mahal, sekitar 30 Euro bahkan ada yang 70 Euro ke atas untuk 1 buku. Untuk fotokopi buku pun juga jasa fotokopi disini tidak murah. Di Wohnheim saya fotokopi 1 lembar dikenai harga 0.20 Euro. Tentunya jika kamu harus memfotokopi buku setebal 800 halaman malah akan jatuh lebih mahal daripada jika kamu membeli buku aslinya. 

Untungnya, di Jerman kamu tidak perlu khawatir dengan hal ini, karena sistem perpustakaan disini sangat bagus. Buku-buku pelajaran saya semua saya pinjam dari perpustakaan. Di München sendiri saya terdaftar sebagai anggota dari 3 perpustakaan:

  1. Uni Bibliothek: Ini perputakaan milik universitas. Biasanya dengan StudentCard yang kamu punya maka kamu bisa langsung mendaftar diri di Uni Bibliothek. Di Uni Bib TUM kamu cukup membawa StudentCard kamu untuk mendaftar, dan hari itu juga bisa langsung meminjam buku yang kamu inginkan. Masa waktu pinjam buku di Uni Bib TUM yaitu 1 bulan, tapi jika buku ini tidak dipesan orang lain maka akan bisa otomatis diperpanjang hingga 1 semester. Jika misal buku yang kamu inginkan tidak terdapat di Uni Bib TUM di kampus kamu, kamu bisa mencarinya di katalog online TUM (http://opac.ub.tum.de) dan jika buku ini tersedia di perpustakaan TUM di kampus lain, kamu bisa memesannya dan sekitar 3 hari kemudian bisa buku ini sudah diantarkan di perpustakaan di kampus kamu. Semua buku pelajaran yang dianjurkan oleh professor ada di perpustakaan kampus ini, meskipun jumlahnya memang juga terbatas.
  2. Münchner Stadtbibliothek: Untuk menjadi anggota perpustakaan ini dikenakan biaya 10 Euro per tahun untuk student, tapi menurut saya tidak rugi menjadi anggota perpustakaan ini karena koleksinya sangat lengkap. Kamu bisa meminjam novel-novel, buku pelajaran, buku latihan bahasa Jerman, dan DVD serial barat, jerman, film, dll. Gedung pusatnya terletak di Am Gasteig (S-Bahn Rosenheimer Platz / Tram 16 Am Gasteig) namun ada banyak sekali cabang dari perpustakaan ini di sekitar kota München.
  3. Bayerische Staatsbibliothek: Ini merupakan perpustakaan umum kota Bayern. Karena keanggotaannya gratis maka saya iseng-iseng mendaftar. Koleksinya sangat lengkap, namun sayang koleksi yang dimiliki lebih ke arah buku-buku tua atau dokumen-dokumen tua. Satu hal yang menurut saya menarik adalah koleksi partitur untuk piano yang sangat-sangat lengkap.

Wednesday, September 18, 2013

StudentCard, Semesterticket, dan Makan di Mensa

Sebagai mahasiswa / pelajar di Jerman biasanya kita mendapat diskon untuk berbagai macam hal. Misal untuk masuk ke museum, biaya kontrak nomor HP, dll. Untuk membuktikan status kita sebagai mahasiswa, maka kita perlu menunjukan Student Card (Studentenausweis). Untuk pelajar TUM, kamu bisa mengambil kartu mahasiswa di SSZ (Immatrikulationsamt) di kampus utama TUM di Arcisstraße 21 (U2 Theresienstraße). Untuk informasi lebih lengkap bisa kamu baca di sini. Sementara di universitas lainnya saya kurang tahu, tapi yang pasti setiap universitas selalu memberikan Student Card ini. 

Ohya, mulai Wintersemester 2013/2014 sudah ada Semesterticket di München. Semesterticket ini memungkinkan kamu untuk memakai segala jenis transportasi umum di München (U-Bahn, S-Bahn, Tram, Bus, Regional Zug) selama 1 semester. Jika kamu sudah membayar Studentenbeitrag kamu sebesar 111 Euro maka kamu akan mendapat Semesterticket standar. Cukup dengan menunjukkan StudentCard kamu (Student Card yang baru terdapat logo Studentenwerk München serta MVV, ini berlaku sebagai Semesterticket dasar) maka kamu bisa bebas menaiki transportasi umum di München dari jam 18.00 hingga 06.00 untuk hari biasa, serta kapan saja untuk weekend. Tentunya bagi mahasiswa yang tinggalnya agak jauh dari kampus ini tidak cukup. Untuk itu kamu bisa membeli IsarCard Semester dengan harga 141 Euro per semester. IsarCard Semester ini memungkinkan kamu untuk memakai semua transportasi umum kapan saja setiap hari selama 1 semester. Kamu bisa membelinya di mesin-mesin tiket di stasiun U-Bahn atau S-Bahn yang sudah ditandai Semesterticket erhältlich (hampir semua mesin bisa kamu pakai untuk beli). Membelinya pun cukup mudah, tinggal memasukkan nomor Immatrikulasi kamu yang tertera di StudentCard.

Dengan Student Card kamu bisa makan di Mensa (kantin) dengan harga mahasiswa. Sebelumnya kamu tapi harus mengisi Student Card kamu terlebih dahulu, karena makanan yang kamu beli di Mensa dibayar dengan cara men-scan Student Card kamu. Caranya cukup mudah, di Mensa ada banyak mesin pengisi kartu, cukup scan kartu kamu di tempat yang tersedia lalu isi dengan uang / kartu ATM sesuai dengan jumlah yang kamu butuhkan.

Di halaman ini kamu bisa melihat lokasi-lokasi Mensa yang ada di München, menu yang disediakan, serta harganya. Saya sendiri waktu itu memesan semacam steak babi hanya dengan harga 2.40 Euro, dimana untuk non-Student harganya 3.30 Euro. Menu makanan di Mensa juga bermacam-macam, tidak melulu babi saja. Ada yang bisa dimakan untuk vegetarian seperti pasta, sup, dll. Untuk informasi Mensa di kota-kota lainnya kamu bisa melihatnya di website Studentenwerk kota kamu masing-masing.

Tuesday, September 10, 2013

Setelah Mendapat Zulassung: Persiapan untuk Immatrikulation

Hari yang ditunggu ternyata sudah tiba, akhirnya kamu mendapat Zulassung (surat penerimaan) dari universitas yang dituju. Tapi tunggu dulu, Zulassung ini bukan berarti kamu bisa langsung belajar di universitas tersebut. Kamu harus memenuhi beberapa syarat-syarat yang diminta untuk bisa melakukan Immatrikulation (daftar ulang) untuk benar-benar terdaftar di universitas tersebut.

Jika jurusan kamu zulassungsfrei:
Ini berarti kamu tinggal datang pada tanggal yang ditentukan (tanggal Immatrikulation tertera di Zulassung) untuk melakukan Immatrikulation. Biasanya bersamaan dengan Zulassung akan ditulis juga apa saja yang harus dibawa pada saat Immatrikulation.

Jika jurusan kamu zulassungsbeschränkt (ada NC):
Biasanya dikarenakan jumlah Studienplatz yang terbatas maka kamu diminta untuk memberikan kabar kepada pihak universitas secepatnya, apakah kamu jadi mengambil tempat ini atau tidak. Bersamaan dengan Zulassung biasanya akan dikirimkan juga Annahmeerklärung, semacam dokumen yang menyatakan bahwa kamu menerima Studienplatz ini. Jika kamu masih kurang yakin ingin mengambil tempat di universitas tersebut dan masih menunggu Zulassung dari universitas lain, saran saya tetap ambil saja Studienplatz yang telah ditawarkan, karena sebelum kamu melakukan Immatrikulation biasanya masih bisa kamu tolak lagi. Saya sendiri sebelum mendapatkan Zulassung dari TUM terlebih dulu mengambil Studienplatz dari Uni Bonn, dan setelah saya mendapatkan Zulassung dari TUM saya kembali mengabarkan bahwa saya harus kembali menolak Studienplatz tersebut karena sudah melakukan Immatrikulation di universitas lain.

Setelah kamu mendapatkan Zulassung, ada beberapa hal yang harus kamu penuhi untuk bisa melakukan Immatrikulation (daftar ulang), yaitu:
  • Membayar Studienbeitrag.
    Untuk masalah Studienbeitrag, saya sarankan untuk mentransfer biaya ini dari Indonesia, jika kamu tidak ada kenalan yang bisa diminta tolong untuk mentransfer dari rekening Jerman, karena aktivasi rekening di Deutsche Bank sendiri (setelah nanti kamu sampai di Jerman) butuh beberapa minggu sehingga lebih baik melakukan transfer ini dari Indonesia untuk menghindari kerepotan masalah transfer biaya.
  • Menyelesaikan masalah asuransi.
    Asuransi yang dimaksud adalah asuransi pemerintah di Jerman (gesetzliche Krankenversicherung) bukan asuransi swasta. Biaya asuransi pemerintah di Jerman sama untuk semua perusahaan asuransi pemerintah, yaitu sekitar 79 Euro per bulan untuk mahasiswa. Beberapa perusahaan asuransi pemerintah di Jerman antara lain AOK, TK, Barmer GEK, DAK, dll. Kebanyakan mahasiswa disini memakai TK atau AOK. Untuk mendaftar asuransi, kamu harus punya alamat di Jerman. Alamat ini bisa kamu tuliskan alamat teman kamu yang telah tinggal di Jerman jika kamu belum punya tempat tinggal disini. Nanti kartu asuransi akan diantarkan ke alamat tersebut. Untuk mendaftar asuransi mahasiwa, cukup tuliskan email kepada pihak asuransi yang kamu tuju, biasanya mereka akan mengirimkan sebuah formulir pendaftaran yang bisa kamu isi. Formulir ini tinggal kamu isi, tanda tangan, kemudian kirimkan juga bukti Zulassung (surat penerimaan) kamu dari universitas serta fotokopi Paspor kamu. Semua dokumen ini dikirimkan kembali lewat email ke kontak kamu tersebut, dan beberapa waktu kemudian kamu akan mendapatkan dokumen tentang Versicherungsbescheinigung yang intinya mengatakan bahwa kamu telah terasuransi di perusahaan tersebut. Bukti ini kamu print dan serahkan kepada universitas kamu untuk bisa melakukan Immatrikulasi.
Di TUM sendiri proses Immatrikulasi dilakukan secara online di account TUM kamu, jadi setelah kamu menyelesaikan 2 syarat diatas, maka kamu akan otomatis langsung terimmatrikulasi dan bisa mendownload beberapa dokumen-dokumen seperti Immatrikulationsbescheinigung, dll. Selain itu kamu juga sudah bisa mengambil Student Card (Studentenausweis) kamu setelah nanti sampai di Jerman.

Sunday, June 9, 2013

Setelah mendaftar, lalu?

Jika kamu sudah mengirimkan semua dokumen-dokumen pendaftaran dan dokumen kamu sudah sampai ke universitas tujuan, ada 2 kemungkinan:
  • Kamu mendaftar ke jurusan Zulassungsfrei (tanpa NC), begitu dokumen-dokumen kamu terbukti lengkap, kamu langsung mendapat Zulassung. Entah dalam bentuk email atau kamu harus mengecek ke online account yang kamu pakai untuk mendaftar. Zulassung ini bisa langsung di print dan dipakai untuk mengajukan visa studi.
  • Kamu mendaftar ke jurusan Zulassungsbeschränkt (dengan NC), begitu dokumen-dokumen kamu terbukti lengkap, kamu akan dimasukkan ke dalam ranking. Nantinya semua aplikasi (sampai dengan akhir deadline aplikasi 15 Juli) akan diurut berdasarkan nilai. Jumlah orang yang diterima disesuaikan dengan jumlah tempat yang ada. Jadi, misal pendaftar 500, jumlah 300, maka yang diterima adalah pendaftar ranking 1-300. Zulassung / kabar penerimaan biasanya akan keluar sekitar akhir Juli / awal Agustus. Surat penolakan akan keluar sekitar September.
Update:

Untuk jurusan dengan NC, Zulassung akan keluar sekitar awal Agustus hingga tengah Agustus. Jika memang kamu merasa Zulassung di universitas itu seharusnya sudah keluar, coba kirim email dan tanyakan apakah Zulassung sudah keluar karena bisa saja Zulassung kamu sebenarnya sudah dikirim lewat pos. Jika ini halnya maka kamu bisa meminta scan / file dari Zulassung kamu untuk dikirim lewat email dengan alasan untuk aplikasi visa. Pada Zulassung biasanya tertera Annahmefrist, ini berarti kamu harus mengambil Studienplatz ini paling lambat pada tanggal yang tertera di Annahmefrist. Jadi, jika melewati tanggal ini kamu tidak memberikan kabar maka Studienplatz kamu akan diberikan kepada orang lain dan Zulassung kamu tidak berlaku. 

Friday, June 7, 2013

Sistem Nilai di Jerman

Di Jerman berlaku sistem penilaian yang berbeda dengan sistem penilaian SMA / universitas di Indonesia. Sistem nilai yang dipakai mirip dengan sistem nilai A - E, namun bedanya ini memakai angka 1-5, dimana 1 adalah nilai yang paling baik dan 5 berarti tidak lulus. 
  • 1 (sehr gut) = sekitar 89 hingga 100 persen
  • 2 (gut) = sekitar 80 -89 persen
  • 3 (befriedigend) = sekitar 67-79 persen
  • 4 (ausreichend) = sekitar 50-66 persen
  • 5 (mangelhaft) = 30-49 persen
Sama seperti sistem penilaian Amerika, ada juga tambahan + atau -. Jadi setiap angka dibagi lagi menjadi 3, (1+, 1, 1-). Nilai yang saya tulis diatas itu hanya perkiraan, bisa berbeda-beda untuk setiap universitas. Studienkolleg saya sendiri memiliki sebuah tabel untuk mengubah nilai dari persen ke nilai jerman (1-5) yang dimana tabel nilai untuk pelajaran Matematika, Kimia, dan Fisika berbeda dengan tabel nilai untuk pelajaran Bahasa Jerman (pelajaran Bahasa Jerman tentunya memiliki batas nilai yang lebih tinggi dibandingkan pelajaran eksakta). Jadi misalnya jika untuk pelajaran eksakta nilai 49% masih dianggap lulus dengan nilai 4-, maka di pelajaran bahasa Jerman ini sudah termasuk nilai 5 yang berarti tidak lulus. Nilai 4- di pelajaran bahasa Jerman sama dengan angka 60.

Dalam sebuah ujian (Klausur) misalnya, nantinya nilai kita akan diubah ke dalam bentuk persen, kemudian dengan tabel nilai akan bisa diketahui apakah kita mendapat 1+, 2-, atau 3. Untuk ujian Feststellungsprüfung (FSP), nilai minimum kelulusan adalah 4,0. Namun dengan nilai 4,0 kamu tentunya tidak bisa mendaftar jurusan-jurusan yang memiliki NC yang ketat seperti Medizin, Architektur, Food Chemistry, dll. Untuk jurusan yang sangat diminati seperti Kedokteran dan Farmasi misalnya, batas nilai NC yang diminta rata-rata 1,5 hingga bahkan 1,0! Jika nilai kamu lebih dari ini maka kesempatan untuk diterima sangat sangat kecil, atau kamu mungkin akan dimasukkan ke Wartezeit (masa tunggu) yang bisa mencapai 12 semester alias 6 tahun!

Nilai saya yang mana yang dipakai sebagai perhitungan universitas?
Jika kamu lulusan SMA dan Studienkolleg, berarti nilai yang diperhitungkan oleh universitas adalah kedua nilai ini. Nantinya hasil rata-rata nilai UN kamu akan dihitung dan diubah ke nilai Jerman, kemudian dirata-rata dengan nilai FSP. Ini yang nantinya menjadi nilai Abitur (UN Jerman) kamu yang akan diperhitungkan oleh universitas. Jika kamu memiliki hasil TestAS yang bagus, beberapa universitas bahkan bisa mengurangi nilai kamu hingga beberapa poin sesuai dengan perolehan nilai TestAS. Misal, jika nilai yang kamu peroleh 2,5 namun nilai TestAS kamu bagus, bisa jadi kamu mendapatkan pengurangan hingga 0,8 poin jadi akhirnya nilai kamu menjadi 1,7. Seberapa besar pengurangan yang bisa kamu dapatkan, juga tergantung universitas masing-masing. Tidak semua universitas menawarkan pengurangan nilai ini. Ada juga universitas yang dimana TestAS tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap nilai kamu.

Thursday, June 6, 2013

Mengisi Formulir Pendaftaran Universitas

Formulir pendaftaran yang standar dapat didownload di website DAAD. Namun terkadang beberapa universitas tertentu telah membuat formulir pendaftaran sendiri. Dalam hal ini maka formulir yang dipakai harus merupakan formulir yang dibuat oleh universitas tersebut, bukan formulir DAAD. Ada kalanya juga pengisian formulir berlangsung secara online (mis: KIT dan RWTH Aachen) dimana siswa mengisi formulir di internet, dan setelah formulir terisi siswa dapat mencetak formulir tersebut, menandatangan, dan mengirim formulir tersebut bersama dokumen-dokumen lainnya. Oleh karena itu harap dilihat lagi formulir mana yang harus diisi untuk pendaftaran, karena setiap universitas berbeda-beda. Perlu diingat juga bahwa formulir-formulir ini harus diisi secara online menggunakan komputer, bukan dengan tulisan tangan. Setelah mengisi formulir maka formulir harus diprint, kemudian di tanda tangan. Beberapa formulir pendaftaran yang berbeda-beda (menurut pengalaman saya):

Uni Hannover
Untuk murid Studienkolleg Indonesia bisa mendaftar di Uni Hannover terlebih dulu tanpa harus menunggu Ijazah dari Studienkolleg. Dianjurkan untuk mengirim sendiri, tidak melalui agen-agen lain supaya dokumen bisa ditracking sendiri dan Zulassung akan lebih cepat keluar. Sebelum mengirim coba kirim email dulu ke bagian Zulassung dari Uni Hannover (saya dulu email ke Erika Tumm), perkenalkan bahwa kamu murid Studienkolleg Indonesia, ingin mengirimkan aplikasi ke Uni Hannover, dan karena Studienkolleg Indonesia memiliki kerja sama dengan Uni Hannover kamu tidak perlu mengirim lewat uni-assist tapi langsung ke Uni Hannover. Pastikan lagi dokumen-dokumen apa saja yang perlu dikirimkan. Disarankan untuk mendaftar jurusan yang Zulassungsfrei jika memang hanya mendaftar ke Uni Hannover untuk mendapatkan Zulassung secara cepat dan tidak ingin kuliah disana, supaya Zulassung cepat keluar. Yang perlu dikirimkan adalah formulir pendaftaran dari DAAD + Fotokopi Surat Keterangan Kelulusan (Ijazah + Rapor + SKHUN) yang sudah dilegalisir sekolah + Terjemahan dari surat tersebut + Akte kelahiran + Terjemahan dari akte + Lebenslauf + Bescheinigung / Bukti Kelulusan dari Studienkolleg Indonesia + Fotokopi paspor + Pasfoto 1 lembar. Dikirim ke:
LEIBNIZ UNIVERSITÄT HANNOVER
IMMATRIKULATIONSAMT
WELFENGARTEN 1
30167 HANNOVER
GERMANY
Setelah dokumen di tracking dan ternyata sampai, coba kontak lagi bagian Zulassung dari Hannover, katakan bahwa menurut tracking website kiriman kamu sudah sampai, apakah pihak Universitas sudah menerima aplikasi kamu dan kapan kamu bisa mendapatkan Zulassung. Nanti pihak Uni akan mengirimkan email berupa hasil scan dari Zulassung anda. Ini bisa diprint dan digunakan untuk membuat visa. Kiriman pos dari Zulassung sendiri baru sekitar 3 minggu sampai.

TU Braunschweig
Sebenarnya deadline aplikasi TU Braunschweig adalah 15 April bagi yang membutuhkan visa, bagi yang tidak membutuhkan visa 15 Juli. Tapi karena kita sudah mendapatkan Zulassung dari Hannover, maka bisa mendaftar sampai 15 Juli. Untuk Braunschweig terdapat Online Bewerbung tersendiri. Jadi siswa mengisi formulir secara online, kemudian nanti akan diberikan link untuk mendownload pdf dari formulir ini. File ini berisi 4 lembar, lembar pertama saja yang dikirim (yang ada kop TU Braunschweig dan barcode). Lembar ke-2 sampai terakhir (yang berisi data diri dll) tidak usah diisi, hanya untuk kontrol, apakah data yang dimasukkan sudah benar. Jika data yang dimasukkan salah, bisa melakukan Online Bewerbung lagi dan mendownload formulir baru. Selain formulir pendaftaran file lain yang perlu di download adalah bukti kemampuan berbahasa Jerman. Di file ini pada dasarnya yang harus diisi adalah berapa lama belajar bahasa Jerman, bukti kemampuannya (sertifikat apa), dll.

KIT: 
Kamu harus membuat account dulu di online portal KIT. Pilih "anmelden" Setelah account dibuka baru bisa membuat aplikasi. Nanti kamu mengisi Bewerbung secara online. Pertanyaan sebenarnya hampir sama dengan formulir dari Uni lain, beberapa yang membingungkan (menurut saya):
  • Di bagian "Schulabschluß außerhalb Deutschlands" pada field "Beginn der Schulzeit" yang dimaksud adalah mulai studi dari SD sampai SMA (12 tahun)
  • Pada bagian "Deutschkenntnisse", jika kamu lulusan Studienkolleg maka "Sprachtest" yang perlu dipilih yaitu DSH-2
  • Pada pertanyaan möchten Sie Nachweis DSH-2 ablegen… pilih JA
Tempel pasfoto 3,5 x 4,5 di bagian pasfoto di depan formulir, sertakan lagi 1 buah pasfoto. Aplikasi di print dengan cara mengklik "Meine Bewerbungen" --> "Details anzeigen" --> di bagian Bewerbungdetails ada link "PDF anzeigen"
Aplikasi dikirimkan ke: 
KARLSRUHER INSTITUT FÜR TECHNOLOGIE
INTERNATIONAL STUDENTS OFFICE
ADENAUERRING 2
76128 KARLSRUHE
GERMANY
TEL: +49 (0) 721 608 44911

Jika aplikasi sudah sampai, kamu bisa mengecek status aplikasi (apakah diterima atau tidak) di online portal KIT ini. Cukup login, nanti akan ada tulisan aplikasi kamu (jurusan), status. Jika ada tulisan "Zugelassen" maka berarti sudah diterima, klik "Details Anzeigen". Pada bagian "Briefe für den Download" akan ada 2 buah pdf yang bisa di download (Zulassung dan petunjuk untuk Einschreibung / daftar ulang)


RWTH AACHEN
Kamu mengisi formulir secara online (seperti di TU Braunschweig), kemudian hasil dari formulir ini langsung bisa di print (tidak ada file pdf yang bisa di download). Detail dari cara pengisian formulir per field sudah dipaparkan secara jelas di Bachelor Broschüre RWTH Aachen (bisa dilihat di sini). Setelah aplikasi sampai maka kamu akan mendapat email dari RWTH Aachen yang mengabarkan bahwa dokumen sudah diterima.

TU MÜNCHEN
Kamu membuat online account di TUMOnline. Kamu hanya bisa membuat satu account saja, aplikasi yang lebih dari satu kali bisa beresiko aplikasi kamu tidak diperhitungkan. Setelah kamu membuat account kamu bisa mengisi Online Bewerbung dan mengirimkannya secara online. Selain secara online kamu juga harus mencetak formulir pendaftaran dalam bentuk pdf, kemudian mengirimkannya dengan dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan. Jika kamu lulusan Studienkolleg, kamu bisa langsung mendaftar ke alamat TU München. Bisa dilihat di post saya tentang alamat pendaftaran. Selain lulusan Studienkolleg harus melalui proses Vorprüfungsdokumentation lewat uni-assist. Untuk info tentang siapa saja yang harus mendaftar lewat uni-assist bisa dilihat di sini. 

Memilih Universitas di Jerman

Sedini mungkin diusahakan untuk mencari informasi tentang jurusan yang ingin diambil, dan lebih baik lagi jika mencari informasi tentang universitas yang dituju.

Universitas mana yang menawarkan program jurusan yang saya inginkan?
Untuk mencari jurusan yang diinginkan, bisa mencari di http://www.studieren.de. Disini akan diperlihatkan universitas mana saja yang menawarkan jurusan yang diinginkan. Bisa juga melihat di website DAAD. Kebanyakan program Bachelor yang ada di Jerman hanya menawarkan program studi berbahasa Jerman. Sementara untuk program Master, pilihan International Program (bahasa Inggris) sangat banyak untuk dipilih. Setelah menemukan universitas yang cocok untuk program studi yang dipilih, ada baiknya untuk membuka website universitas tersebut dan mengecek lagi di bagian "Studienangebot", apakah jurusan yang ditawarkan benar-benar ada, karena bisa juga terjadi, bahwa jurusan yang diinginkan sudah tidak lagi ditawarkan di universitas tersebut. 

Universitas mana yang paling bagus di Jerman? Mana yang paling bagus untuk jurusan A?
Pada dasarnya di Jerman tidak diberlakukan ranking untuk universitas, karena universitas merupakan universitas negeri yang standardnya tentunya disamakan oleh pemerintah untuk seluruh Jerman. Namun memang ada beberapa universitas-universitas yang menonjol dalam bidang tertentu dan mendapatkan dukungan / bantuan dana lebih banyak dari pemerintah. Ini berbeda-beda untuk setiap jurusan. Beberapa universitas yang biasanya menjadi favorit mahasiswa antara lain (sejauh yang saya tahu):
  • Teknik/Sains: TU München, RWTH Aachen, Uni Stuttgart
  • Medizin / Kedokteran / Farmasi: Universität Heidelberg, Charité Berlin, Universität Freiburg, Uni Göttingen, Universität Tübingen, LMU München
  • Informatik: Karlsruhe Institute of Technology, TU München
  • Musik: Universität Würzburg
  • Ilmu Sosial / Ekonomi / Humanities: FU Berlin, Humboldt Universität zu Berlin, Universität zu Köln
Ada juga beberapa kumpulan universitas yang membentuk badan universitas elit (seperti Ivy League) antara lain TU9, 9 Universitas Teknik "terbaik" di Jerman (kata terbaik disini saya beri tanda kutip karena memang seperti yang saya tadi bilang, di Jerman rata-rata kualitas universitasnya tidak terlalu berbeda satu sama lain, dan selain itu ada juga universitas teknik yang menurut saya memiliki kualitas yang baik yang tidak tergabung di TU9 ini). Selain TU9, ada juga istilah "11 Eliteuniversitäten Deutschlands" atau 11 universitas elit di Jerman yang dipilih oleh Excelence Initiative, sebuah badan yang bekerja dibawah Departemen Pendidikan Jerman. Info selengkapnya di sini

Uni vs. FH, mana yang lebih baik?
Di Jerman, perguruan tinggi (Hochschule) terdiri dari 2 jenis, yaitu Universitas (Universität) dan University of Applied Science (Fachhochschule / FH). Istilah "Hochschule" sendiri lebih banyak digunakan untuk FH. Dua-duanya memberikan gelar yang sama dan setara, bedanya adalah universitas lebih mengedepankan teori, sedangkan FH lebih banyak ke arah praktek. Mana yang lebih baik? Sebenarnya tergantung dari minat masing-masing. Bila memang lebih suka praktek, bisa memilih FH. Sebaliknya jika bila lebih suka teori, bisa masuk ke Uni. 

Jika sudah menemukan universitas yang ingin dituju, bisa membuka website jurusan yang diinginkan di universitas tersebut untuk membaca tentang modul-modul yang ditawarkan dalam program studi tersebut serta cara-cara pendaftarannya. Lebih baik lagi jika mencoba untuk mengontak Studienberater (konsultan calon mahasiswa) atau International Office di universitas tersebut untuk mendapatkan informasi tentang cara pendaftaran, syarat-syarat yang diminta, dll. Kebanyakan konsultan di International Office ini bisa berbahasa Inggris.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...